Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Dua Bulan Kemudian


__ADS_3

"Selamat siang tuan Jean! Anda terlihat sehat ya!"


"Oi Jean! Mampirlah ke tempatku! Ayo kita minum bersama-sama lagi! Kali ini aku yang traktir!"


"Nak Jean! Terimakasih karena sudah membantu membetulkan gerobakku kemarin!"


Dan masih banyak suara-suara lainnya.


Jean hanya menepuk wajahnya sambil menggeleng ketika melewati jalanan di kota. Dia sangat senang dengan sambutan hangat warga kota. Mereka juga senang ketika melihat Jean.


Wajar saja. Jean adalah orang yang baik dan itu bukan kebohongan atau gimmick. Sedari dulu, bahkan sebelum dirinya ditunangkan dengan Charlotte dan menjadi bagian dari pemilik perusahaan HuCas, Jean telah membangun jaringan yang tidak tergantikan dengan kalangan jelata.


Dia membantu mereka yang kesulitan, memberikan rumah dan makanan kepada anak-anak yang terlantar di jalanan. Dia juga menyumbangkan sebagian besar uang yang dia punya untuk panti asuhan.

__ADS_1


Jean tidak segan-segan untuk menolong mereka yang lemah, mendamaikan dua pihak yang bertikai, dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.


Karena itulah, nama Jean dikenal oleh masyarakat dan mendapat tempat tersendiri di hati mereka.


"Baiklah, aku akan mampir ke toko kalian setelah ini, oke."


Jean menjawab celetukan mereka dengan senyum. Dia merasakan kehangatan.


Jean memacu kudanya dengan cukup kencang menuju arah Utara. Tujuannya adalah rumah keluarga Lostov. Viscount Lostov mengundangnya untuk makan malam bersama dan membicarakan urusan bisnis.


Sudah dua bulan semenjak para budak menyerang tempat ini. Seperti yang Jean pikirkan, para arsitokrat meminta ganti rugi kepada para saudagar dengan alasan kalau para budak itu adalah milik para saudagar.


Para saudagar tentu menolak dengan tegas. Para budak itu tidak lagi terikat dengan mereka. Seharusnya kalianlah yang disalahkan karena lalai dalam melindungi teritorial kalian sendiri. Begitulah kata kelompok saudagar.

__ADS_1


Kerajaan Dublin dilanda ketidakstabilan. Kelompok bangsawan dan pedagang saling bertengkar dan mengancam satu sama lain. Kalau hal ini terus dibiarkan, kerajaan Dublin akan berada dalam bahaya.


Karena itulah, HuCas yang tidak ikut terlibat dalam konflik ini diperintahkan untuk menjadi mediator diantara kedua belah pihak yang berkonflik. Jean bahkan dipanggil ke istana kerajaan untuk ditunjuk langsung oleh raja Dublin menjadi penengah.


Jean langsung merencanakan pertemuan pada saat itu juga. Bersama dengan Charlotte, dia membuat surat undangan kepada para bangsawan dan pedagang yang memiliki perusahaan besar untuk berdiskusi mengenai penyelesaian konflik.


Waktunya adalah 14 hari setelah penunjukan Jean sebagai penengah dan bertempat di gedung hiburan yang ada di bagian selatan Saint Georgia City. Well, itu jelas-jelas aset milik dirinya.


Tapi sia-sia. Kedua belah pihak tetap kokoh pada pendirian mereka dan tidak mau mencari jalan tengah. Begitu juga pada pertemuan kedua. Diskusi berakhir buntu.


Jean menggeleng. Itu bukan urusan dirinya. Nah, akan lebih tepat jika mengatakan bahwa memang inilah yang Jean inginkan. Dia tidak ingin konflik mereka selesai dengan cepat.


Dia ingin konflik ini berlarut-larut dan meruncing hingga menjelma sebagai konflik terbuka. Jean mau kedua belah pihak terus bertengkar. Karena itulah, Jean melakukan operasi-operasi lainnya di balik layar.

__ADS_1


Dia mengirimkan informasi-informasi palsu yang telah dia rekayasa sedemikian rupa seolah terlihat sebagai kebenaran pada dua kubu yang sedang berkonflik. Hasilnya, dua bulan setelah aksi penyerangan para budak terjadi, konflik antara pedagang dan bangsawan tidak kunjung reda.


Kesampingkan itu dulu, Jean mengarahkan kudanya menuju rumah Viscount Lostov. Pembicaraan yang akan menentukan masa depan dirinya dan orang-orang yang dia sayangi telah menunggu. Bahkan tanpa sepengetahuannya.


__ADS_2