
Hari itu, semua penumpang sedang makan malam di dalam kapal. Tarif yang mereka bayar untuk menaiki kapal ini sudah termasuk makan. Menunya sederhana. Bubur gandum dengan daging kering sebagai lauk. Meskipun tidak enak, setidaknya cukup untuk mengisi perut.
Jean tidak makan malam. Sebaliknya, ketika yang lain sedang sibuk di dapur, Jean berdiam diri di ruangannya. Tidak ada siapapun kecuali dirinya. Dia tidak begitu peduli dengan orang-orang yang berada dalam satu ruangan bersamanya.
Mata Jean tertutup dan dia duduk dalam posisi bersila. Tangannya mendekap sejajar dengan dadanya. Nafasnya mengalir tenang. Dia menghirup udara di sekitarnya dan membuangnya lagi.
Sudah lama Jean tidak bermeditasi seperti sekarang. Terakhir kali dia serius dalam melakukan hal ini adalah ketika dirinya terlempar ke alam lain. Itu juga adalah terakhir kali dimana dia benar-benar mengeluarkan seluruh kekuatan dan usahanya untuk bertahan hidup.
Terlepas dari betapa berbahayanya tempat itu, alam lain yang Jean masuki adalah tempat yang sangat-sangat bagus untuk mengkonversi energi alam menjadi kekuatan.
Tingkat kultivasinya sudah berada di tingkatkan ke tujuh. Namun dia mandek. Mungkin karena Jean tidak menemukan lawan yang sepada sejauh ini, kekuatannya sama sekali tidak meningkat. Dan itu bukanlah hal yang baik.
Jean terus fokus menyerap energi alam disekitarnya. Kalau seseorang berada di sana, dia akan melihat aura berbagai warna yang ada di sekeliling Jean. Warna itu selalu berubah-ubah tergantung seberapa banyak energi alam yang Jean konversikan.
Setelah melakukan ini selama bertahun-tahun, Jean menyadari bahwa setiap tempat memiliki kadar dan kualitas energi alam yang berbeda-beda. Hutan adalah salah satu tempat yang paling baik. Pohon, batu, rumput, hewan-hewan, dan semua makhluk hidup yang ada di dalamnya mengeluarkan energi yang entah bagaimana, positif.
__ADS_1
Pegunungan juga menjadi tempat yang cocok untuk berkultivasi. Kualitas energi yang dikeluarkan dari semua benda dan makhluk hidup yang ada di sana mengeluarkan energi positif.
Dan tempat terburuk untuk berkultivasi adalah di tengah pemukiman penduduk. Semua energi negatif berupa kemarahan, dengki, iri, dendam, kecemburuan, rakus, dan semua sifat jahat lainnya mengeluarkan energi negatif yang sangat buruk.
Ini mungkin sedikit terlambat, tetapi mari kita bahas perbedaan antara energi positif dan energi negatif.
Energi alam, terlepas dari yang bersifat positif atau negatif, keduanya memiliki satu kesamaan. Mereka sama-sama berguna bagi tubuh untuk dijadikan sebagai energi murni yang menjadi sumber kekuatan bagi manusia.
Yang menjadi perbedaan adalah 'rasa' dari kedua energi tersebut. Jika energi alam positif terasa manis dan menyegarkan, maka energi alam negatif bersifat sebaliknya. Busuk dan memuakan. Kalau begitu, kenapa tidak menyerap energi positif saja agar semuanya lebih mudah?
Mari kembali ke Jean yang sedang mengekstraksi energi alam yang dia serap dari lautan ke dalam dirinya. Berbeda dengan energi alam yang ada di daratan, energi alam yang tersedia di lautan terasa lebih misterius. Tenang namun dalam.
Faktanya, energi ini membuat tubuh Jean terasa lebih baik. Berbagai jaringan yang tak terlihat dalam tubuhnya semakin kokoh dan stabil. Cukup kokoh sehingga tidak ada satupun yang dapat merusak jaringan nan mampu menampung kekuatannya tersebut.
Jean membuka matanya. Dia telah selesai berkultivasi. Perutnya tidak terasa lapar, jadi ia memutuskan untuk tidak makan. Sebenarnya alasan dia tidak makan bukan hanya itu. Karena......
__ADS_1
BRUKKKKK!!
Kapal yang Jean tumpangi bertubrukan dengan kapal lain. Karena Jean berada di dalam ruangannya, dia tidak bisa melihat kapal milik siapa yang menabraknya. Namun, tanpa melihat langsung, Jean tahu bahwa mereka adalah sekelompok perompak.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Catatan Author:
Di chapter ini, saya berusaha untuk menjelaskan hukum [power] yang ada dalam cerita ini. Kalau teman-teman lupa, saya membagi tingkat kultivasi ke dalam sepuluh tingkatan. Mayoritas manusia hanya mencapai lima atau enam tingkat. Lebih dari itu, dia sudah dianggap sangat kuat.
Ada dua pondasi yang berlaku dalam cerita ini. Pertama adalah mana dan yang kedua adalah Qi. Cara meningkatkan masing-masing mereka adalah dengan berkultivasi.
Sejujurnya, saya belum terpikirkan mengenai konsep [power] yang rigid dalam cerita ini. Saya dengan senang hati menerima saran dan masukan dari pembaca sekalian.
Terimakasih
__ADS_1
Best regard, mawangsyah.