
Hanna menangis selama 15 menit. Bersimpuh di tubuh kaku Karina, Hanna mengutuk siapa pun yang menyebabkan sahabatnya berada dalam kondisi seperti ini.
Tidak ada yang berani mengganggunya. Kebencian yang ia pendam mulai meledak-ledak. Jika seorang yang bisa melihat aura menonton kejadian ini, dia pasti akan dapat dengan jelas melihat aura berwarna ungu pekat keluar dari tubuh Hanna.
Barulah ketika emosinya mulai stabil, tangisnya sudah reda. Kali ini digantikan dengan ekspresi dendam dan kebencian yang luar biasa.
Meskipun begitu, Hanna tidak membiarkan emosi gelap menguasai dirinya secara penuh. Setidaknya, dia harus mengevakuasi jenazah Karina keluar dari hutan dan mencari sisa-sisa tubuh yang lain.
Beberapa ksatria berinsiatif untuk membuat tandu darurat. Mereka mengambil dua kayu yang cukup kuat dan menyobek baju mereka. Para ksatria itu lalu mengikatkan bajunya ke dua kayu tersebut dan jadilah tandu. Meski sederhana, cukup untuk membawa Karina.
Beberapa Ksatria lain mengangkat tubuh Karina hati-hati dan meletakannya di atas tandu. Sementara Hanna, ia mencari potongan tangan dan kaki yang tersebar di sekitar tubuh Karina sebelumnya.
Dengan kepala tertunduk, Hanna dan ksatria lainnya berjalan ke luar hutan sambil membawa tubuh Karina. Begitu ia melihat kondisi Karina, Hanna kehilangan harapan atas keselamatan Jeanne. Dan itulah yang membuat hatinya bertambah hancur.
Sesampainya di kota, para ksatria langsung membawa tubuh Karina ke tempat aman. Ia akan di masukan ke dalam peti. Sementara Hanna, ia menulis laporan untuk markas ksatria di Krakov city yang memberitahukan bahwa misi mereka gagal.
Hari itu, Hanna menuliskan bahwa dari 84 orang yang terjun dalam misi investigasi, 81 orang tewas termasuk satu kapten ksatria. Satu orang dinyatakan hilang dalam misi (Missing in action) dan dua orang berhasil selamat.
__ADS_1
Karena hati yang diliputi kebencian dan pikiran yang dipenuhi oleh dendam, Hanna tidak menyadari bahwa luka yang ada di tubuh Karina sama sekali bukan disebabkan ulah monster. Sebaliknya, itu adalah ulah manusia.
Laporan yang ia tulis akan menjadi titik balik keseimbangan kekuatan antara fraksi keluarga kerajaan dan Duke Ankwicz serta fraksi Duke Cetner.
***
Svetlana dan Jean sedang bersantai. Pagi dan siang mereka lewatkan dengan membicarakan banyak hal. Sebagai seorang ibu, Svetlana sangat antusias mendengar cerita petualangan Jean ketika dia berada di kerajaan Dublin hingga perjalanannya menuju kerajaan Warsawa.
Tentu saja, Jean juga menceritakan fakta kalau dirinya sekarang adalah seorang bangsawan dari kerajaan Dublin. Itu membuat Svetlana tercengang. Jean masih sangat muda untuk menjadi seorang bangsawan.
"Katakan bunda, apa kau berniat untuk kembali ke Dublin bersama Jeanne? Kalau bunda mau, aku bisa menyiapkan perjalanan untuk kalian berdua."
Lagipula, Jeanne sudah mendapatkan tempat yang bagus di squad ksatria ibukota. Svetlana tidak ingin membuat karir anak perempuan kesayangannya terganggu.
"Baiklah, kalau itu keputusan bunda, Jean akan mematuhinya. Hmmm.... Apakah ada sesuatu yang mengganggu bunda?"
Menyadari kalau ia memasang tampang bertanya-tanya, Svetlana agak malu. Tetapi dia memutuskan untuk tidak menahan diri dan menyuarakan hal yang mengganjal di pikirannya.
__ADS_1
"Jean, soal kekuatanmu itu.... Bagaimana kamu bisa menguasainya?"
Jean seperti sudah menduga pertanyaan itu. Dan dia menjawabnya dengan jawaban yang ambigu. Jean hanya mengatakan setelah bertarung habis-habisan melawan monster tertentu, ia entah bagaimana bisa mendapatkan kekuatan seperti itu dan menguasainya.
Jean tidak berniat untuk membohongi Svetlana. Yang ia katakan memang benar. Dia menguasai hukum ruang atau [Space law] secara penuh dan dapat memanipulasinya sesuka hati di kehidupannya yang ke-50. Setelah ia berhasil melawan manifestasi kehancuran yang datang dari dimensi lain.
Svetlana tidak mengejar pertanyaan ini lebih jauh. Dia tahu Jean memiliki rahasia yang ingin ia simpan. Entah bagaimana, Svetlana yakin kalau Jean akan memberitahu dirinya ketika saatnya sudah tiba.
"Baiklah, aku pikir kita harus segera pergi dari sini. Kami tidak keberatan kan, Jean?"
"Tentu saja tidak. Tetapi aku yakin kalau kakak pasti sudah dianggap hilang dan ia harus menjelaskan banyak hal ketika bertemu dengan rekan ksatrianya."
Ah benar juga! Kenapa aku tidak memikirkan hal itu!? Svetlana menggaruk kepalanya. Tetapi Jean tersenyum.
"Tenang saja, aku akan membantunya. Mari kita biarkan kakak bertemu dengan sahabatnya."
Mendengar itu, Svetlana mengangguk. Sebelum itu, Jean memberikan sebuah 'hadiah' pada Svetlana. Sebuah cincin berwarna emas dengan berlian yang memantulkan berbagi warna. Jean juga memberikannya ke Jeanne sebelum mereka berpisah.
__ADS_1
Itu adalah hadiah yang sama dengan hadiah yang Jean berikan kepada para kekasihnya.