Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Awal Perubahan


__ADS_3

Jean bangun dari tidurnya dan memandangi kedua gadis yang tidur di sisi kanan dan kirinya. Harga dirinya sebagai seorang lelaki sangat puas ketika berhasil membuat Charlotte dan Selena tenggelam dalam kesenangan.


Keduanya tertidur tanpa mengenakan sehelai pun pakaian. Ah, posisi selimut mereka tidak betul. Jean langsung membetulkan posisi selimut keduanya. Malam ini hawanya agak dingin, jadi Jean memastikan agar kedua wanita miliknya tidak kedinginan.


Jean memakai kembali baju dan celananya. Seperti biasa, dia harus menyusup keluar seperti malam-malam sebelumnya. Mar dan Nina sudah menunggunya di markas.


Dengan tenang, Jean meninggalkan kamar Charlotte setelah mencium dia dan Selena.


Langkah kaki Jean tidak dapat di dengar oleh siapapun. Nafasnya juga tidak bisa dirasakan oleh orang lain. Ini adalah salah satu kemampuan yang paling Jean kuasai, [Stealth].


Teknik ini dia kembangkan pada saat dirinya berada di alam lain. Musuh yang dia lawan pada saat itu memiliki indera yang sangat tajam. Mereka bisa membaca pergerakan sekecil apapun dan mendeteksi perubahan energi yang terjadi di sekitar mereka.


Karena itulah dia mengembangkan teknik ini. Dia memanipulasi energi yang ada di sekelilingnya untuk membuat dirinya tersamarkan. Bisa dibilang, Jean seolah menyatu dengan energi alam yang murni. Dengan begitu, musuh tidak akan mendeteksi keberadaan Jean.


Teknik [Stealth] yang Jean gunakan kali ini adalah teknik dengan tingkatan paling rendah. Dengan ini, tidak ada satupun orang yang bisa melihat, mendengar, merasakan, ataupun, mencium keberadaannya.


Jean berjalan menembus gelapnya malam. Hembusan angin malam yang kencang membuat jubahnya melambai-lambai. Topeng dengan corak serigala berwarna putih membuat dirinya terlihat mengintimidasi. Sekalipun para ksatria yang berpatroli tidak bisa melihatnya, mereka akan tetap merasakan intimidasi yang kuat tanpa tahu darimana hal itu datang.


Tapi agak di sayangkan, malam ini tidak ada satupun ksatria di teritorialnya. Wajar, mereka mungkin takut. Masih ada bau amis darah yang menggantung di daerah ini. Malam ini, bagian utara Saint Georgia City sama seperti kota mati.


Jean menuju markas utamanya. Dia melewati rumah bordil yang barusan mereka rebut kemarin. Beberapa saat kemudian, dia sampai di tempat tujuannya dan menonaktifkan teknik [Stealth].


"Selamat datang tuan Jean. Mari duduk. Seperti biasa saya, telah membuatkan minuman hangat untuk anda!"


"Terimakasih Mar. Seperti biasa, rasanya lezat."


Mar membantu Jean melepas jubahnya. Dia juga secara sukarela meletakan topeng bercorak serigala dengan warna putih di gantungan baju yang ada di pintu.


"Oke! Mar dan Nina. Aku punya tugas baru untuk kalian. Duduklah, kita akan membahasnya malam ini."


Mar dan Nina duduk di depan Jean. Mar terlihat antusias sementara Nina, yah, dia terlihat dingin. Ekspresi wajahnya memang selalu seperti itu.


"Seperti yang kalian tahu, aku tidak berniat untuk berpuas diri setelah kita mendapatkan kembali semua yang kita miliki. Sebaliknya, aku ingin menjadikan Serigala Putih sebagai pemain dominan di dunia bawah tanah.


"Dan untuk itu, aku membutuhkan banyak orang. Entah itu orang yang bisa bertarung untuk menjaga teritorial kita dari ancaman luar, atau orang yang ahli dalam urusan keuangan, bisnis, dan lainnya untuk memastikan aset yang dimiliki oleh kelompok ini bisa dikelola dengan baik.


"Dan untuk itu semua, aku membutuhkan satu hal paling penting! Mar, kira-kira apa yang aku butuhkan?"

__ADS_1


"Eh? Itu tentu saja kan....uang."


"Benar! Untuk itu semua aku membutuhkan uang. Mar, berapa sisa uang yang saat ini kita miliki?"


Mar membuka lagi catatannya. Dia ingin memberitahukan kepada Jean tetapi dirinya sangat malu.


"Kita hanya memiliki 2000 koin emas Van yang tersisa. Saya tidak yakin apakah semua uang ini bisa menopang biaya operasional kelompok kita ke depannya."


Eh, 2000 koin emas Van? Itu lebih banyak dari yang Jean kira! Yah, dia pikir, setelah apa yang selama ini terjadi pada kelompok ini, paling-paling mereka hanya memiliki 100 koin emas Van yang tersisa di kas mereka.


Lalu Mar memberitahu bahwa uang itu adalah hasil yang ditimbun oleh pemimpin sebelumnya dan ditemukan oleh Mar dan Nina di basement markas.


"Itu jumlah yang cukup banyak. Mar, Nina, kita akan menggunakan uang itu mengembangkan kelompok ini. Aku telah memikirkan rencana pengembangannya. Semua itu ada di sini."


Mar dan Nina membaca berkas yang Jean letakan di meja. Pertama, Jean ingin memperbaiki bisnis rumah bordil. Selama ini, ketika tempat itu jatuh ke tangan Kuda Hitam, semuanya menjadi serba tidak terurus.


Jangankan memperhatikan kualitas, orang-orang kuda hitam malah menjadikan para wanita yang ada di sana sebagai budak nafsu mereka secara cuma-cuma.


Karena itulah, Jean berencana untuk menjadikan rumah bordil milik Serigala Putih menjadi tempat terbaik dan berkualitas. Di mulai dari merenovasi bangunannya.


Jean juga berencana mengkategorikan para wanita yang ada di dalamnya berdasarkan usia, tampilan visual seperti tubuh dan wajah, serta pengalaman.


Selain rumah bordil, Jean juga ingin mengembangkan bar yang dimiliki oleh Serigala Putih. Nasib mereka sama dengan rumah bordil. Bar yang hanya menjual alkohol kualitas rendah karena gudang anggurnya telah direbut oleh Kuda Hitam.


Bahkan para pekerjanya tidak dibayar dengan baik sehingga banyak yang mengundurkan diri. Alhasil, tempat itu sekarang menjadi gubuk reyot tanpa satupun orang yang tertarik untuk mendatanginya.


Karena itu, Jean berencana untuk merenovasi bar juga. Selain itu, Jean juga akan membayar beberapa orang untuk bekerja dan menambah variasi menu.


Sejujurnya, ini adalah inovasi yang menguntungkan. Meskipun hasilnya tidak instan, dalam jangka panjang, ini akan mendatangkan keuntungan pada Serigala Putih. Tapi bukan itu masalahnya.


"Kita bisa menggunakan uang yang tersedia untuk Melakukan semua ini. Tapi ada masalah lain tuan Jean. Kita tidak memiliki rencana jangka pendek untuk mendapatkan keuntungan. Kalau begini terus, mungkin kita bisa bangkrut."


Jean mengangguk atas keluhan Mar. Itu adalah hal yang wajar. Jean juga menyadari hal itu. Karena itulah, dia datang rencana lain.


"Tenang saja, aku sudah menyadari hal itu dan telah menyiapkan rencana lain. Kita akan 'meminjam'."


"Eh, pinjam? Maksud anda berhutang? Tapi kepada siapa? Apakah pada kelompok lain? Tidak mungkin mereka ingin melakukan hal itu. Kalaupun mereka mau, mereka pasti akan memberlakukan bunga yang sangat tinggi. Tuan Jean, saya tidak merekomendasikan hal itu."

__ADS_1


Jean menggeleng. Bukan itu yang dia maksud.


"Well. Tentu saja kita tidak akan meminjam pada mereka. Sebaliknya, kita akan meminjam pada anggota kita sendiri?"


"Eh, maksud anda?"


Jean mengambil selembar kertas kosong lalu menuliskan sesuatu di atasnya. Setelah itu, dia membubuhkan cap resmi miliknya.


"Ini adalah surat utang. Sederhananya, aku akan menjual kertas ini pada setiap anggota Serigala Putih. Harga kertas ini akan bervariasi. Mulai dari lima puluh koin tembaga Van, sepuluh koin perak Van, dan satu koin emas.


"Mereka yang membeli kertas ini akan mendapatkan uang mereka kembali dalam jangka waktu tiga tahun dengan bunga sebesar tiga persen. Dengan begitu, mereka pasti akan membeli surat utang ini karena menggiurkan."


Mar tidak begitu mengerti apa yang Jean bicarakan. Tetapi dia mengerti garis besarnya. Intinya, siapapun yang memberikan uangnya pada Serigala Putih, maka mereka akan mendapatkan keuntungan. Tapi Mar meragukan itu. Apakah mereka mau memberikan uangnya secara sukarela.


Jean mengetahui apa yang dipikirkan oleh Mar. Dia juga bisa melihat keraguan di wajah Nina meskipun dia tidak berbicara daritadi.


"Well, aku tidak bilang kalau mereka harus melakukan itu secara sukarela."


"Eh, itu berarti...."


Bahkan Nina akhirnya bersuara.


"Ya, aku yang akan memaksa mereka untuk melakukan hal ini."


Jean tersenyum dengan keji. Senyum yang membuat hawa dingin merambat ke punggung Mar dan Nina. Jean adalah orang yang bisa mengendalikan rasa takut orang lain lewat kekuatan yang dia miliki. Dia bisa dengan mudah mendapatkan apa yang dia tuju.


Tapi Jean tidak sejahat itu. Dia menepati janjinya. Mungkin dia akan memaksa semua anggota, tetapi dia juga akan mengembalikan uang itu pada mereka beserta bonusnya ketika telah jatuh tempo.


"Selain itu, aku punya tugas lagi untuk kalian berdua. Carilah para pedagang yang telah bangkrut. Ah, tapi mereka yang bangkrut karena konspirasi para rivalnya atau orang lain. Bukan mereka yang bangkrut karena ketololan mereka sendiri. Setelah menemukan mereka, bawa mereka kehadapanku. Batas waktunya adalah tiga hari dari sekarang."


Mar dan Nina mengangguk. Mereka ingin mengeluh tapi melihat keseriusan Jean, mereka memutuskan untuk tidak menyampaikan itu. Jean tidak anti kritik, tetapi keduanya tidak ingin membunuh momentum.


Jean benar-benar serius untuk menjadikan Serigala Putih sebagai kartunya. Ini hanyalah langkah awal. Jean sedang bergerak menuju awal perubahan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Catatan Author:

__ADS_1


Saya merasa kalau cerita ini keluar dari orientasi dan mengalami penurunan kualitas di setiap Chapternya. Mulai di chapter selanjutnya, saya akan berusaha untuk membuat agar cerita ini kembali ke tujuan awalnya dan meningkatkan kualitas di setiap Chapternya.


Terimakasih dan selamat membaca 🙏


__ADS_2