
Jean dibiarkan berdiri begitu saja selama beberapa lama. Bahkan ketika dia telah berhadapan dengan count Lesko. Pria berusia awal 50-an itu sedang membaca berkas, yang entah isinya apa, sambil mengacuhkan Jean.
Jean sendiri juga tidak berusaha mengatakan apapun. Juga, dia tidak mencoba untuk melakukan apapun. Jean memahami niat di balik tindakan count Lesko. Mengacuhkan Jean adalah cara untuk menjaga martabatnya di depan rakyat jelata sepertinya.
Barulah, ketika count Lesko lelah dengan permainan semacam ini, dia mengarahkan pandangannya kepada Jean, meski dengan ekspresi merendahkan.
"Apa yang membuatku harus menjadikan rendahan sepertimu sebagai tutor putriku? Aku tidak ingin keberadaan rendah sepertimu berhubungan dengannya."
Wow, sangat ketus! Lagi-lagi, Jean tertawa kecil di dalam hatinya. Apakah ini adalah sifat mutlak dari seorang bangsawan? Apa yang membuat mereka merasa lebih istimewa daripada yang lainnya?
Yah, itu bukan urusan Jean. Tujuannya adalah mendapatkan pekerjaan. Kalau para bangsawan ini ingin memamerkan kekuatan mereka, lakukan saja sesukanya.
"Saya mungkin tidak terlahir dari keluarga bangsawan, tapi saya bisa membaca, menulis, aritmatika, ilmu alam, dan beberapa bidang pengetahuan lainnya."
Count Lesko mengernyitkan alisnya. Keriput yang ada di wajahnya kini bertambah. Kumisnya bergerak naik dan turun. Tentu saja dia tidak percaya dengan apa yang anak ini katakan. Siapa dia sampai bisa mengetahui banyak ilmu?
__ADS_1
Jangankan aritmatika dan ilmu alam, bahkan untuk seorang jelata yang mampu membaca dan menulis saja, jumlahnya sangat sedikit. Count Lesko tentu yakin kalau anak ini hanya membual. Sambil menahan amarahnya, count Lesko mengeluarkan aura intimidasinya pada Jean.
Tersentak dengan aura tersebut, Jean mundur beberapa langkah. Berbahaya! Melihat ekspresi Jean, count Lesko tersenyum puas.
"Kau berani berbohong padaku!? Berani-beraninya kelahiran rendah sepertimu membual di hadapanku! Tahukah kau bahwa pembohong akan mendapatkan hukuman mati!?"
Tubuh Jean semakin gemetar. Tekanan yang dikeluarkan oleh count Lesko semakin besar! Kakinya Bahkan bergetar saking kuatnya intimidasi yang count Lesko ke arahnya! Namun, meski dengan takut, Jean tetap mengatakan apa yang dia pikirkan.
"Saya sungguhan, yang mulia! Ji-jika anda ragu, a-anda boleh menguji saya sekarang juga!"
"Baca itu di hadapanku sekarang! Kalau kau berbohong, maka...."
Count Lesko mengambilnya sebuah pedang yang ia letakan di sisinya. Tidak hanya sampai di situ, dia mengarahkan bilahnya ke leher Jean. Dengan tergagap, Jean membaca semua yang dituliskan oleh count Lesko, tanpa satupun kesalahan di dalamnya.
'anak ini.... Ia tidak membual. Tapi darimana ia mempelajari semua ini? Sudahlah, bukan urusanku.'
__ADS_1
Mendecakan lidahnya, count Lesko mengambil kembali kertas itu kembali dari tangan Jean. Setelah meremasnya, dia mengeluarkan tekanan intimidasi lagi pada Jean, kali ini lebih kuat. Saking kuatnya, count Lesko bahkan melihat kalau anak ini bisa saja terjatuh kapanpun.
'tidak buruk. Dia memang tidak sesuai dengan kriteria, tetapi aku bisa menjadikannya tutor sementara bagi putriku selagi aku mencari yang lain.'
"Datanglah ke sini esok pagi. Tepat ketika matahari terbit. Aku tidak akan menoleransi keterlambatan! Jika kau telat, maka aku akan berubah pikiran! Tidak, aku akan langsung membunuhmu di tempat!"
Jean hanya bisa mengangguk! Bibirnya tidak berhenti bergetar. Ketika count Lesko menanyai namanya, Jean menjawab,
"Ulrich. Nama saya adalah Ulrich, yang mulia."
***
"Lumayan. Keluarga count Lesko sepertinya dipenuhi oleh orang yang cukup kuat. Sepertinya ini adalah keluarga yang tepat bagiku."
Di tengah malam, Jean berjalan sendirian menuju tempat nenek Alija. Seluruh ketakutan dan sifat pengecut yang ia tunjukan pada count Lesko hanyalah akting belaka, tidak lebih. Dia telah menemui keberadaan yang jauh, jauh, jauh lebih kuat daripada count Lesko atau pelayannya. Tekanan segitu saja tidak cukup untuk membuatnya gemetar.
__ADS_1
Dia hanya mengikuti permainan yang diberikan padanya sejak awal. Dan sebagai pemain yang baik, ia mengikuti hingga akhir. Semuanya akan menjadi lebih menarik bagi dirinya, mulai dari sekarang.