
Perintah Jean terdengar jelas oleh siapapun yang ada di sana. 'bunuh mereka semua dan seret keluarga mereka menuju kamp kerja paksa.' itulah perintah yang ia berikan. Jean bahkan sama sekali tidak menahan diri kali ini.
"Apakah anda yakin, tuan Jean? Saya pikir baik-baik saja untuk mengeksekusi 1000 orang ini. Tapi bagaimana dengan keluarga mereka yang harus tinggal di kamp kerja paksa? Bukankah itu akan membuat suasana lebih runyam?"
"Aku ingin mereka melihat apa yang terjadi jika mereka berani melawan. Bukankah kau sudah memberitahu mereka kalau siapapun yang meletakan senjata, kau akan menyelamatkan hidup mereka dan sebaliknya?"
Rose mengangguk. Dia memang mengatakan itu. Tapi dia tidak paham kenapa Jean ikut menghukum keluarga mereka, yang pada dasarnya tidak bersalah?
"Yah, yang jelas aku membutuhkan orang-orang untuk bekerja secara sukarela. Mengkambing hitamkan keluarga orang-orang ini sama sekali tidak menggangu siapapun."
__ADS_1
Rose hanya menghela nafas pasrah. Dalam sudut pandang pragmatis, apa yang Jean katakan memang tepat. Dengan memperbanyak 'budak', yang pada dasarnya tidak dibayar dan hanya diberi makan secukupnya, Jean bisa menekan biaya upah menjadi lebih rendah.
"Aku hanya mengikuti prinsipmu, Rose. Siapapun yang tidak melakukan perlawanan akan diberikan belas kasih. Kita akan memberikan mereka makanan, minuman, dan kehidupan yang layak.
"Namun, bagi siapapun yang melawan, aku tidak akan memberikan apapun pada mereka selain tragedi dan rasa pahit yang akan membekas di kepala mereka. Aku tidak keberatan jika mereka tidak memaafkanku sekalipun."
Jean dan Rose berdiskusi sejenak untuk mendiskusikan ide yang tepat mengenai metode eksekusi bagi kelompok yang melawan. Pada akhirnya, keputusan telah dibuat. Setengah dari mereka akan dipenggal lalu kepalanya akan ditumpuk di alun-alun kota. Setengahnya lagi akan digantung dan mayat mereka dibiarkan begitu saja di pinggir jalan.
Penangkapan besar-besaran juga dilakukan. Sebanyak 1000 orang yang merupakan keluarga dari orang-orang yang melakukan aksi perlawanan (sebagian dari mereka masih bujangan) digelandang ke kamp penahanan. Yang bisa mereka lakukan hanyalah menunggu vonis dari Jean, akibat dari kesalahan sanak saudara mereka sendiri.
__ADS_1
dengan cepat, Jean memutuskan untuk menjadikan mereka budak pekerja paksa di beberapa penambangan yang ada di dekat sini. tergantung dari kinerja mereka, Jean bisa saja membebaskan mereka dari sana.
Mayat para pemberontak dibiarkan begitu saja selama tiga hari tiga malam. Tidak ada yang berani mengusiknya. Tidak ada yang berani untuk berinisiatif menguburkan mereka, bahkan jika Jean tidak melarang mereka untuk melakukan itu sekalipun.
Tubuh-tubuh para pemberontak itu baru dikuburkan tiga hari setelahnya. Di sebuah perkuburan massal. Tanpa nama, tanpa batu nisan. Orang-orang dan sejarah akan mencatat ini sebagai [Nebelhorn Massacre] di masa depan.
Apa yang Jean lakukan di Principality of Eisen adalah pemantik bagi pergolakan yang akan meletus di masa depan. Pergolakan yang akan terjadi adalah awal dari kebangkitan sebuah kekaisaran terbesar di benua Akkadia.
Sebuah kekaisaran yang berhasil menyatukan seluruh bagian barat dan menyebarkan pengaruhnya ke seluruh dunia. Kekaisaran yang akan tetap kokoh selama 3000 tahun.
__ADS_1
Namun, itu semua adalah cerita untuk masa depan.