
"Cih! Bajingan Lombard itu! Bisa-bisanya dia mempermalukan diriku di depan raja! Ini tidak bisa diterima!"
Di ruang studi miliknya yang terletak di salah satu bagian rumahnya, viscount Lostov terlihat sangat frustasi. Dia menendang semua yang ada di hadapannya. Bangku, meja, lemari kecil, dan lain-lain.
Ini karena ulah Baron Lombard. Sejak generasi ayah dan kakeknya, hubungan antara keluarga Lostov dengan keluarga Lombard adalah antagonistik. Saling bermusuhan dan saling berusaha menyingkirkan satu sama lain.
Tapi sejauh ini tidak ada tindakan yang ekstrim. Paling-paling mereka hanya menjatuhkan reputasi lawan dengan membicarakan keburukan masing-masing di hadapan raja dan bangsawan lain.
Tetapi bagi viscount Lostov, baron Lombard sudah sangat keterlaluan. Orang itu benar-benar memanfaatkan kejadian dua tahun yang lalu untuk menjatuhkannya harga dirinya dan keluarganya.
"Lihatlah yang mulia raja. Juga yang terhormat tuan-tuan. viscount Lostov tidak bisa melindungi rumahnya dari pemberontakan oleh para hewan! Bagaimana mungkin dia bisa melindungi kerajaan ini jika dia bisa tidak melindungi nama keluarganya sendiri!?"
ARGGHHH!!! Mengingat kalimat itu membuatnya dirinya semakin frustasi! Viscount Lostov tidak punya pilihan lain! Dia harus segera menyingkirkan orang itu atau reputasinya akan jatuh!
Di tengah rasa frustasi dan putus asanya, dia mendengar sebuah tawa kecil di belakang dirinya. Dengan sigap, dia langsung mengeluarkan pedang miliknya dari sarung dan berbalik dengan cepat lalu menikam ke arah suara tawa itu.
Namun tusukannya hanya mengenai udara kosong. Seketika itu juga viscount Lostov merasakan hawa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya. Dia memang pernah merasakan ini tetapi hanya sesekali. Rasa takut.
"Anda terlihat sangat gundah, tuan viscount. Seperti yang saya pikirkan, anda memerlukan pertolongan saya untuk menghilangkan keresahan anda."
Orang yang seharusnya mati terkena tikamannya kini duduk dengan santai di kursinya. Bahkan dia menyolonjorkan kedua kakinya di atas meja dengan santainya tanpa rasa takut dan ragu sedikitpun.
__ADS_1
"S-siapa kau!? A-apa urusanmu di tempatku!?"
Bahkan viscount Lostov bisa merasakan kalau suaranya bergetar. Dia takut, panik, dan khawatir. Apakah dia adalah orang yang dikirim oleh baron Lombard untuk membunuh dirinya? Apakah kehidupannya akan berakhir malam ini? Dia tidak mau mati sekarang! Tidak sebelum dia melihat kepala baron Lombard terpisah dari badannya!
"Hahahaha! Sepertinya anda salah paham, tuan viscount."
Orang itu tertawa sambil menyenderkan punggungnya di kursi. Topeng yang dia pakai membuat viscount Lostov tidak tahu wajah di balik sosok itu.
"Saya hanya pekerja yang menawarkan jasa saya kepada mereka yang 'membutuhkan'. Kebetulan, saya menemukan kalau anda adalah calon pelanggan potensial saya."
Orang itu lalu meletakan sebuah kertas di atas meja kerja Viscount Lostov. Dia dengan ragu mengambil kertas itu dan membaca isinya. Sesaat kemudian, ekspresi di wajahnya berubah drastis.
Orang itu tersenyum di balik topengnya. Viscount Lostov bisa merasakan itu. Giginya bergemlutuk tetapi jika orang yang ada di hadapannya ini bisa melakukan apa yang dia harapkan, maka Viscount Lostov akan memberikan harga yang layak.
"Bagus, kalau begitu, tunggu kabarnya besok. Ah, aku minta setengah dari total pembayarannya di bayar malam ini."
Viscount Lostov bergerak dengan kaku. Dia mengambil sekantung uang dari brankas kayunya dan memberikan kepada orang yang ada di depannya.
"Baiklah, aku akan pergi dulu, tuan viscount. Kau bisa menunggu kabar dariku. Paling lambat, aku akan memberikannya besok malam. Senang berbisnis denganmu, tuan Viscount. Kalau begitu, sampai jumpa lagi."
Viscount Lostov hanya bisa melihat orang itu pergi tanpa melakukan hal apapun. Tangannya terkepal. Kenapa dia bisa menerobos keamanan di Mansionnya? Kewarasan Viscount Lostov baru kembali sekarang.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Para bangsawan memiliki kebiasaan untuk menyenangkan diri mereka dengan hal-hal yang glamor. Biasanya dengan membeli barang-barang super mewah yang dibawa dari kerajaan yang lebih besar.
Terutama mereka menyukai segala hal yang berlapis emas. Piring berlapis emas, gelas berlapis perak, dan lain-lain. Tentu tidak semua bangsawan bisa membeli ini. Tetapi terkadang, mereka akan menyisihkan uang mereka untuk menaikan gengsi mereka.
"Benar-benar hari yang menggembirakan. Apa yang telah aku raih kemarin layak untuk dirayakan. Kejatuhan viscount Lostov telah di depan mata. Aku akan mengambilnya seluruh harta yang dia miliki. Ah, anak gadisnya cantik jadi aku akan mengambilnya. Hahahaha!"
Baron Lombard tertawa sendiri ketika dia berjalan bersama para pengawalnya. Ada empat ksatria yang bertugas untuk memastikan keamanan dirinya.
Mood Baron Lombard benar-benar baik pada saat itu ketika kemudian, entah bagaimana, salah seorang anak kecil berambut merah muda mencopet kantung uang miliknya.
"MALING!!! HEI, APA YANG KALIAN LAKUKAN!? CEPAT KEJAR ANAK ITU!!"
Para ksatria terlihat ragu sejenak. Namun, mereka langsung berlari melihat kemarahan Baron yang perlahan memuncak.
"Bajingan itu!!"
Baron Lombard masih terlihat sangat emosi. Dia bahkan tidak sadar kalau dari kejauhan, seorang kusir yang mengendarai tiga kuda yang menarik kereta besar berisi banyak barang sedang berteriak ke arahnya.
Baron Lombard baru sadar ketika kuda-kuda itu tinggal beberapa langkah lagi ke arahnya. Tapi terlambat, kaki kuda itu telah menyepak rahang dan lehernya terlebih dahulu. Leher dan rahang sang Baron remuk saat itu juga. Dalam waktu kurang dari sepuluh detik, nyawanya telah meregang dan dia tidak lagi terbangun untuk selamanya.
__ADS_1