Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Kelinci Percobaan


__ADS_3

Jean memuntahkan banyak darah. Lebam memenuhi seluruh tubuhnya. Wajahnya babak belur. Tulang-tulang yang ada di dalam tubuhnya patah. Jari kaki dan tangannya tidak lagi memiliki kuku.


Dengan kata lain, keadaan Jean benar-benar buruk. Tidak ada orang yang menyembuhkan lukanya. Sebabnya? Entah bagaimana pemimpin bajak laut yang menyerang kapal ini menjadikan dirinya sebagai target pelampiasan amarah. Setiap kali ia frustasi akan sesuatu, Jean akan menjadi samsak hidup.


UHUUKK!


untuk yang entah keberapa kalinya, Jean terbatuk. Dan yang keluar dari batuk itu selalu darah. Sepertinya bagian internal tubuhnya terluka. Pukulan yang pemimpin bajak laut itu lebih keras dari yang Jean bayangkan.


"Yo, bocah. Kau sudah bangun, hah?"


BRUUUKKK!!


BUAGGHH!!


KRAKKK!!


Begitu sang pemimpin bajak laut, yang Jean dengar bernama Christov, langsung menghajarnya lagi. Dia menghantam perut Jean dengan kepalan tangannya yang keras. Dadanya ditendang oleh Christov hingga suara derit tulang terdengar dari dalam. Lagi-lagi, Jean memuntahkan darah segar dari mulutnya, tumpah ke lantai kapal.

__ADS_1


Christov yang melihat samsak hidupnya menderita, tersenyum. Dia mengoleskan jarinya dengan darah Jean yang terjatuh di lantai lalu menjilatinya. Tidak ada rasa jijik. dia sangat menikmati hal ini.


"Hei bocah, berkat kau, aku bisa menikmati waktu di tempat yang super membosankan ini. Yah, mungkin aku harus sedikit memberimu hadiah, kan?"


Christov beranjak ke bagian pojok ruangan yang dia tinggali. Ini adalah kamar pribadi milik kapten Beard. Christov mengambil sesuatu dari sana. Sebuah benda yang cukup panjang dan tertutup oleh kain.


Dengan hati-hati, Christov membuka kain tersebut. Dengan samar-samar, Jean mengetahui bahwa yang Christov pegang sekarang adalah sebuah senapan. Nicholai pernah memperlihatkan gambar senapan padanya.


Christov dengan lihai membersihkan bagian dalam senapan dengan sebuah tongkat besi lalu memasukan bubuk aneh ke dalamnya dan bola besi yang kecil. Dia lalu menyalakan tali yang menjadi sumbu di belakang senapan dan mengarahkannya pada Jean.


DOORRRRR!!


Jean merasakan nyeri yang sangat menyakitkan di bagian kanan perutnya. Tubuhnya terguncang dan rasa sakit merangkak ke seluruh bagian tubuhnya. Mulutnya mengeluarkan darah lagi. Kesadarannya mulai melayang.


"Hmmm? Luar biasa! Kau masih bertahan setelah terkena timah panas! Kau memang benar-benar cocok menjadi kelinci percobaan!!"


Christov gembira bukan kepalang. Dia melakukan hal yang sama seperti tadi, lalu menembakan timah panas ke bagian kiri perut Jean. Christov melakukan hal yang sama berulang kali. Dia sengaja tidak mengenai bagian vital tubuh Jean. Christov menikmati semua jeritan dan tangis Jean. Mulut anak itu memohon ampun padanya. Inilah yang dia inginkan!!

__ADS_1


Christov berhenti ketika dia telah bosan. Sebelum dia pergi, Christov memanaskan sebuah lempengan besi lalu menempelkannya ke punggung Jean.


"ARGGGHHH!! HENTIKAN! HENTIKAAANN!!"


Tapi tidak mungkin Christov berhenti di situ kan? Namun entah bagaimana, pikiran Christov menyuruhnya untuk berhenti. Itu sugesti yang aneh bagi bahkan untuk Christov. Tapi, dia tetap menuruti isi kepalanya dan meninggalkan Jean seorang diri.


***


"Bos! Sebentar lagi kita akan sampai ke daratan! Apakah kita akan menurunkan mereka semua di sana!?"


Salah seorang anak buah Christov yang bertugas sebagai nahkodha kapalnya berteriak pada Christov. Bukan bermaksud kasar, tapi angin sedang kencang-kencangnya. Jika dia tidak berteriak, tidak mungkin Christov bisa mendengarnya dengan jelas.


"Ya! Kita akan menurunkan mereka di sana!! Percepat kemudinya, dasar bodoh!!"


"Aye, Aye pak!!"


Arus laut dan angin yang kencang benar-benar mempermudah Christov. Dua kapal lainnya mengikuti dari belakang. Dia mendapatkan banyak barang 'dagangan' dan mendapatkan pundi-pundi emas yang akan memenuhi sakunya.

__ADS_1


Christov merasa bahwa perburuan kali ini adalah keberuntungan besar baginya.


Apakah benar begitu? Entahlah.


__ADS_2