Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Kondisi Di Saint Georgia City


__ADS_3

Sudah tiga bulan semenjak tragedi yang disebut sebagai "malam Serigala" terjadi. Banyak hal yang telah berubah di Nebelhorn. Tapi sebelum itu, mari kita beralih terlebih dahulu ke kota yang perlahan mulai mengembangkan hati dirinya sebagai kota "tersibuk dan terpadat" di bagian barat Akkadia, Saint Georgia City.


Sangat berbeda dengan Nebelhorn City, kota yang menjadi tempat tinggal Jean dan kekasihnya ini tengah bangkit dari keterpurukannya.


Jumlah populasi mulai bertambah banyak dan rekonstruksi besar-besaran sudah dilakukan sejak enam bulan yang lalu, ketika Jean pergi ke Principality of Eisen. Karena sedang berada dalam masa damai, meskipun hanya sementara, tembok kota dijebol untuk diperluas.


Jalan raya besar di dalam kota ataupun yang berada di luarnya telah dibangun. Termasuk jalan yang menghubungkan antara Saint Georgia City di bekas kerajaan Dublin dan Utah city di bekas kerajaan Bucharest. Yang tadinya perlu waktu tiga hari untuk menempuh perjalanan, kini bisa dipotong menjadi satu setengah hari saja.


Selain itu, pemukiman baru untuk warga juga dibangun. Ada banyak orang yang bermigrasi dari tempat kelahiran mereka menuju Saint Georgia ataupun Utah. Hal itu membuat otoritas kota membangun hunian untuk para migran tersebut dan menjualnya pada mereka.


Perkotaan semakin ramai dan desa-desa baru bermunculan disekitarnya, membuat jumlah petani dan tanah yang digarap semakin banyak. Kedepannya, penduduk kota tidak perlu khawatir dengan persediaan makanan.


Dibalik kemajuan itu semua, ada kerja keras dari para kekasih Jean. Charlotte, Natasha, Priscillia, Selena, dan Rose. Mereka bergerak dengan perannya masing-masing. Charlotte menggerakan perekonomian, Natasha mengurus hal yang berkaitan dengan urusan politik, Priscillia menangani administrasi, Rose memegang urusan militer, dan Selena menjadi sekretaris pribadi Charlotte.


Jean memberikan kebebasan pada mereka. Dalam salah satu suratnya yang dia kirimkan pada semua kekasihnya, Jean mengatakan;

__ADS_1


"Lakukan apapun yang kalian mau dan jangan menahan diri. Kalian bebas bergerak sesuka kalian tanpa harus izin padaku."


Itu saja cukup untuk membuat mereka bebas. Meskipun begitu, mereka semua melakukan hal yang menguntungkan untuk Jean sebagai bentuk kesetiaan padanya.


Tentu saja, mereka melaporkan setiap kegiatan yang mereka lakukan pada Jean. Dalam surat balasan yang ia kirimkan, Jean juga mendukung semua aktivitas mereka. Hal tersebut membuat para gadis itu terlihat sangat bahagia.


Tapi, selama tiga bulan ke belakang, pekerjaan mereka tambah menumpuk. Itu semua karena Duke Eisen membuat masalah dengan memutus hubungan diplomatik secara sepihak. Di saat yang sama, Duke itu juga memboikot penjualan bijih logam dan batu alam ke bekas kerajaan Dublin serta melarang semua pembelian komoditas pertanian ke wilayah Duke


Ini membuat Charlotte yang bertanggung jawab atas urusan keuangan benar-benar sakit kepala. Dia mendapat keluhan dari Priscillia, Rose, dan yang lainnya. Ini membuat dirinya sakit kepala!


Charlotte yang frustasi menggebrak mejanya sambil menghela nafas lelah. Itu menggemaskan. Jika Jean ada di sana, dia jelas akan mencubit pipi dan memeluknya.


Sementara Selena, dia tersenyum tipis dan membuat minuman hangat untuk menyegarkan pikiran nonanya. Tidak lupa, ia juga memeluk Charlotte. Lagi-lagi, jika Jean melihat ini, dia akan 'menindih' dan 'menyantap' keduanya saat itu juga.


"Tenanglah, nona Charl, ini semua di luar perkiraan dan kehendak anda. Meskipun yang lainnya mengirimkan keluhannya pada anda, tidak ada satupun yang menyalahkan anda."

__ADS_1


Selena benar. Gadis-gadis yang lain memang mengirimkan keluhan melalui surat tetapi itu hanya sebagai bentuk formalitas dan kebutuhan administrasi saja. Tidak ada yang menyalahkan Charlotte atas keputusan bodoh Duke Eisen.


Selena mengeluarkan dua surat yang keduanya ditujukan untuk Charlotte. Itu ditulis dari Jean dan dikirimkan dari Nebelhorn city.


Charlotte membaca surat yang pertama. Saking fokusnya, dia sampai tidak sadar kalau kepalanya mengangguk beberapa kali dan mulutnya menggumamkan sesuatu. Namun, wajahnya yang tadinya murung kini menjadi sangat cerah.


"Syukurlah, ini kabar baik untuk kita. Penduduk di Nebelhorn city dan kota lainnya mulai mengalami kelangkaan bahan pokok. Ini terdengar jahat, tapi kesengsaraan mereka adalah kebahagiaan kita."


Berkat kebijakan Duke Eisen yang ceroboh, kebutuhan penting di negerinya menjadi sangat langka. Harganya melambung tinggi dan penduduk tidak bisa membeli dengan sedikit uang yang mereka miliki.


Duke Eisen memang telah menjalin kerjasama dan membuat kontrak perdagangan dengan negeri yang lain, namun itu sama sekali tidak mencukupi. Di tambah lagi, seperti yang Jean tulis dalam suratnya, setiap karavan dagang yang mengarah ke Principality of Eisen pasti selalu disergap oleh bandit.


"Manusia jelas lebih mudah bertahan ditengah kelangkaan besi daripada makanan. Sebentar lagi, ketidakpuasan yang selalu ditekan akan segera meledak. Kalau itu Jean, dia pasti telah mengambil keuntungan sejak awal."


Jean pasti sudah bergerak. Itu yang Charlotte yakini. Meskipun dia tidak mengerti apa yang Jean lakukan, tetapi hasilnya selalu sukses.

__ADS_1


Charlotte tahu apa yang harus ia lakukan. Dia segera meminta Selena untuk menghubungi Rose. Sesuatu yang sangat penting harus segera dibicarakan.


__ADS_2