
Ini adalah beberapa saat sebelum Natasha mengirimkan sebuah pesan kepada Rose yang ada di depannya ibukota kerajaan Silesia.
Selama satu Minggu ke belakang, dia amat sibuk. Yah, seperti biasanya. Pekerjaannya tidak pernah berkurang. Untunglah dia dibantu oleh bawahan kompeten seperti Priscillia dan Charlotte. Kalau tidak, mungkin dia sudah pingsan sejak lama (?)
Selain itu, kebutuhan sehari-harinya juga diurus oleh Selena. Selena adalah kepala rumah tangga yang sangat kompeten. Natasha bersyukur Selena dan yang lainnya berada di sisinya.
Pada saat ia berpikir seperti itu di tempat duduknya, seseorang membuka pintu kantornya dengan kencang tanpa mengetuk. Itu akan dipertimbangkan sebagai sesuatu yang tidak sopan. Tetapi setelah melihat siapa yang melakukannya, pertimbangan itu akan ditarik.
"Charlotte!! Huh.... Kamu membuatku terkejut. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu terburu-buru seperti itu?"
Di depan ruangannya yang terbuka, seorang gadis cantik dengan rambut merah muda sedang terengah-engah. Bulir keringat mengalir dari dahinya. Mata birunya yang cantik sedikit berkaca-kaca.
Gadis itu adalah Charlotte. Jean menaggilnya Charl. Salah satu kekasih yang Jean sayangi. Dia bekerja sebagai seorang pedagang dan memiliki sebuah perusahaan dagang terbesar di kerajaan Dublin yang baru. di saat yang sama, dia juga diberikan tanggung jawab sebagai menteri keuangan oleh Natasha untuk mengelola uang negara.
Charlotte masuk sambil tersengal-sengal dan menuju tempat Natasha sedang duduk sembari membawa banyak amplop di tangannya.
"Oya? Apa ini? Apakah ini dokumen yang harus aku tanda tangani? Kamu tahu kalau kamu tidak perlu meminta izin dariku kan? Kamu bisa langsung...."
"BUKAAANNN!!"
Charlotte berteriak. Dia berusaha mengendalikan nafasnya. Baru lah beberapa saat kemudian, nafasnya sudah mulai stabil dan ia sudah mulai tenang.
"Hahh.... Ini adalah surat-surat yang diberikan oleh para stafku dan pedagang lain yang sedang berada di kerajaan lain. Aku tidak sempat membacanya dari beberapa waktu yang lalu. Tetapi saat aku mendapat kesempatan membacanya.... Yah, lebih baik kamu membacanya sendiri, Natasha."
Natasha kebingungan. Tetapi ia tetap melakukan apa yang Charlotte katakan. Surat yang di bawa oleh Charlotte sudah disusun dengan rapih. Jadi Natasha tidak lagi repot untuk memilah mana yang harus ia baca terlebih dahulu.
Setelah membaca beberapa surat, ekspresinya berubah. Alisnya berkerut. Kalau isi dari surat ini benar, maka Rose dan pasukannya akan berada dalam bahaya.
__ADS_1
Tidak perlu waktu lama baginya untuk menghubungi Rose lewat cincinnya. Ternyata ada pesan suara yang masuk dari awal. Dia mendengar pesan tersebut yang intinya mengatakan bahwa Rose sudah menduduki ibukota Silesia.
Tentu dia senang. Tetapi di saat yang sama, Rose berada dalam bahaya yang cukup nyata. Dia menghubungi Rose dan memerintahkan untuk berhenti di bekas kerajaan Silesia dan tetap di sana sampai perintah darinya datang.
"Charlotte.... Apa kamu bisa mengonfirmasi kebenaran dari informasi ini?"
Charlotte mengangkat bahunya.
"Maaf Natasha, aku tidak bisa benar-benar memastikan hal tersebut. Tetapi aku percaya dengan jaringan informasi yang aku miliki."
Jadi, apa isi dari surat-surat itu sebenarnya? Sederhananya, para elit dari kerajaan kuat yang ada di kawasan barat Akkadia telah berkumpul di sebuah kota bernama Salzburg.
Salzburg adalah ibukota dari kerajaan Vienna. Salah satu kerajaan dengan pengaruh yang dominan di kawasan barat. Mereka memiliki militer dan pondasi ekonomi yang kuat.
Tidak hanya kerajaan Vienna. Ada kerajaan lain seperti kerajaan Szegerd, kerajaan Deberecern, Principality of Liberec, Confederation of Nitra, dan kerajaan Levice.
"Elit mereka sudah berkumpul di Salzburg. Tidak salah lagi, mereka khawatir dengan kemajuan kita dan membentuk Aliansi untuk menciptakan keseimbangan."
"Ya. Aku percaya kita bisa mengalahkan mereka. Namun tidak dengan pasukan yang Rose miliki. Jumlah mereka sangat kurang. Charlotte, aku akan mencari kebenaran mengenai berita ini. Kalau memang seperti itu, mau tidak mau kita harus berhenti untuk sementara waktu."
Natasha setuju dengan yang Charlotte katakan. Karena itu, ia berniat untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di Salzburg. Natasha khawatir kalau Rose melintasi perbatasan antara Silesia dan kerajaan Vienna, itu akan memicu peperangan skala besar. Itu adalah hal terakhir yang ia inginkan.
"Baiklah. Aku pergi dulu, Natasha. Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan."
Natasha mengangguk dan mempersilahkan Charlotte untuk pergi.
***
__ADS_1
Malamnya, Natasha menyusup keluar dari istana dan berjalan sendirian di bilangan Saint Georgia City. Kota ini sudah banyak berubah. Lampu-lampu sudah terpasang di jalanan sehingga jalanan menjadi lebih terang.
Para ksatria berpatroli dengan dedikasi yang tinggi. Mereka dilarang untuk bermalas-malasan. Masing-masing harus menyusuri setiap jalanan dan gang lalu melaporkan jika ada sesuatu yang dirasa janggal.
Natasha dengan tenang berjalan. Dia tidak perlu repot-repot untuk mengendap-endap. Jean sudah mengajarinya cara menghilangkan hawa keberadaan dan auranya.
Natasha akhirnya mencapai sebuah distrik yang masih terang dan cukup ramai. Ini adalah distrik yang berada di luar jangkauan para ksatria. Mungkin kalian sudah menebaknya. Ini adalah distrik yang berada di bawah kekuasaan [White Wolf].
Natasha memasuki gerbang distrik tersebut. Dengan langkah yang pasti, ia berjalan ke sebuah bangunan yang merupakan restoran. Dia masuk ke dalam dan memberikan sesuatu kepada pemilik restoran. Melihat apa yang ia berikan, pemilik restoran tersebut mengarahkan Natasha ke sebuah ruang bawah tanah.
"Oh, coba lihat siapa yang datang. Aku tidak berpikir kau akan bersedia untuk berkunjung lagi ke tempat ini, yang mulia Natasha."
Seorang pri... Tidak. Akan lebih tepat untuk mengatakan orang yang berbicara dengan Natasha sebagai Androgini. Dia tidak memiliki jenis kelamin yang jelas. Bahkan Natasha sendiri tidak tahu.
"Cukup bicaranya, Mar. Kamu tahu apa yang aku butuhkan, kan?"
Mar hanya mengangkat bahunya. Dia lalu memberikan tumpukan kertas berisi informasi dan analisisnya kepada Natasha. Dia membaca semua itu di sana. Setelahnya, ia menghela nafas panjang.
"Begitu ya. Sebuah aliansi sudah terbentuk untuk membendung ekspansi kerajaan ini. Hahh...."
Natasha menghela nafas lagi. Mar hanya tersenyum ringan. Selama ini, ia menjadi sumber utama informasi berharga untuk Natasha. Meski tidak gratis tentunya.
"Lalu, apa yang ingin anda lakukan sekarang, yang mulia?"
"Apa lagi memangnya? Tentu saja kita akan berhenti. Lagipula ini adalah saatnya untuk memperkuat pondasi internal. Masih banyak yang harus diperbaiki seperti pemulihan ekonomi dan lainnya."
Mar hanya menghela nafas. Ya, mereka memang tidak memiliki pilihan lain. Setidaknya hingga 'orang' itu kembali. Mungkin.
__ADS_1
Ngomong-ngomong, aliansi yang dimaksud oleh Natasha adalah [League of Salzburg]. Aliansi ini akan menjadi lawan tangguh bagi Natasha dan yang lainnya. Sayangnya, kekuatan mereka tidak cukup untuk membendung pengaruh kerajaan Dublin yang semakin melebar.