
Perjanjian damai memang sudah disepakati. Namun, ini semua bukan akhir dari segalanya.
Kerajaan Dublin terpukul karena kekalahan mereka. Perekonomian bangkrut. Pajak yang harus dibayarkan oleh rakyat sangat mencekik dan ketidakpuasan atas otoritas bangsawan dan keluarga kerajaan meningkat.
Kerajaan Bucharest juga sama. Mereka memang cukup makmur karena memegang kendali atas pelabuhan. Tetapi, aksi para perompak yang berlayar di teritori laut mereka serta ketidakmampuan angkatan laut kerajaan Bucharest untuk memberantas para perompak membuat perekonomian mereka tersendat.
Selain itu, kegagalan mereka dalam merebut kembali 'gudang makanan' yang kini menjadi teritorial baron De Ruhr membuat harga pangan meningkat tajam. Mereka juga kekurangan bahan untuk membuat senjata dan barang lain yang berbahan logam.
Di tengah prahara yang menimpa dua kerajaan tersebut, Jean melancarkan aksinya.
Pertama, Jean memperkuat jaringan mata-matanya untuk mengumpulkan berbagai informasi akurat yang berasal dari semua sumber.
Dia mengirim anggota Serigala Putih untuk membangun pengaruhnya di dunia bawah tanah kerajaan Bucharest. Jean juga mewajibkan pegawai HuCas yang beraktivitas di kerajaan Bucharest untuk mengirimkan surat-surat berisi kabar dan kondisi yang ada di sana.
Kedua, Jean mulai membangun kekuatan militernya sendiri.
__ADS_1
Terlepas dari pembatasan yang raja tetapkan, Jean membangun kekuatan tempurnya sesuai dengan yang dia perhitungkan.
Dia telah meneriman banyak penduduk baru, yang kebanyakan dari mereka berada di usia produktif. Sekarang, ada 50.000 orang yang mendiami wilayahnya. Dia merekrut 5000 pemuda untuk bergabung dalam pasukannya. Sepersepuluh dari total populasi.
Itu jelas jumlah yang banyak. Bahkan Duke Cassilas maupun Earl Baldric tidak memiliki pasukan sebanyak itu. Tidak, keluarga kerajaan sekalipun tidak punya pasukan hingga segitunya.
Tentu saja, itu semua Jean lakukan secara rahasia. Dilihat dari luar, Jumlah ksatria yang ia miliki hanya 500. Adapun sisanya, mereka melebur dalam masyarakat, siap dimobilisasi kapanpun Jean mau.
Yang terakhir adalah memperkuat pondasi ekonomi di wilayahnya.
Yah, semua butuh uang untuk melakukan banyak hal kan?
Juga, untuk menggaji para tentara, memberikan mereka perlengkapan terbaik, dan memberi makan, Jean membutuhkan banyak uang.
Soal ini, dia tidak terlalu pusing. Jean memiliki ribuan koin emas Van di sakunya. Itu belum dihitung dengan aset dan keuntungan dari bisnisnya yang lain seperti rumah pandai besi, kerajinan kayu, kerajinan batu, kilang anggur, dan lain-lain.
__ADS_1
Wilayah miliknya juga kaya. Tanahnya yang subur cocok untuk ditanami berbagai jenis tanaman yang bernilai. Diapit oleh cabang sungai, membuat irigasi menjadi mudah.
Jean mengubah hutan-hutan yang ada disekitarnya menjadi lahan pertanian dan peternakan biri-biri. Bulunya bisa dimanfaatkan menjadi kain wol dan dagingnya bisa dipotong dan dijual.
Selain itu, fakta bahwa tempatnya terhubung langsung dengan jalan besar menuju kerajaan Dublin dan kerajaan Bucharest membuat perbentengan ini seringkali menjadi tempat singgah bagi konvoi dagang.
Hanya tinggal menunggu waktu wilayah Jean akan menjadi tempat paling makmur di kerajaan Dublin.
Dan sekarang, di mansion barunya, Jean sedang duduk di ruang studinya. Mulutnya tersenyum saat membaca laporan yang sampai padanya.
''Aku telah berhasil melucuti otoritas para bangsawan di kerajaan Dublin. Orang-orang bodoh itu tidak mampu lagi melanggengkan kekuasaan mereka. Cepat atau lambat, gesekan frontal antara rakyat biasa dengan mereka akan terjadi."
Jean menaruh kertas yang pegang dan mengambil selembar kertas yang lain. Dia mengangguk.
"Aku rasa sekarang adalah saatnya untuk lanjut ke rencana selanjutnya. Hmmm.... sepertinya mengacaukan stabilitas di kerajaan Bucharest bukan hal yang buruk."
__ADS_1
Untuk sekarang, Jean tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi kerajaan Bucharest secara frontal. Bukan karena dia lemah. Untuk saat ini, Jean sebisa mungkin tidak ingin menarik perhatian siapapun.
Jean segera menulis sesuatu di selembar kertas. Berikutnya adalah kerajaan Bucharest.