Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Recovery (1)


__ADS_3

Sudah satu minggu semenjak Jean tersadar. Suhu tubuhnya yang tinggi sudah turun dan anggota tubuhnya sudah bisa digerakan kembali. Namun, dia masih belum bisa bergerak dari kasur. Ia masih memerlukan pemulihan.


Elyse dan Elsie selalu mencoba untuk menyuapinya. Meski belum telaten dan masih tergugup, mereka dengan ceria menggerakan sendok berisi bubur ke mulut Jean. Ia hanya tertawa kecil melihat semangat mereka.


Ya, Jean berhasil mengasimilasi semua ingatan kehidupan sebelumnya ke dalam jiwanya. Tubuhnya berkali-kali lipat lebih kuat dan semua kotoran yang berada di dalamnya telah dibersihkan.


Sebelum kematiannya, Jean telah mengatur siklus reinkarnasi. Ketika tubuh barunya telah siap untuk menerima semua ingatannya, secara otomatis semua itu akan tertransfer ke dirinya.


Namun, proses tersebut belum selesai. Jiwanya terluka cukup parah dan esensi dirinya masih melakukan penyesuaian lagi. Butuh waktu 10 hari untuk memulihkan jiwanya dan mendapatkan kembali kekuatannya.


Apakah Jean berubah dan memiliki kepribadian lain? Jawabannya tidak. Semua ingatan tersebut adalah milik Jean. Bukan orang lain. Itu seperti dia baru saja kembali mengingat semuanya setelah amnesia sementara.


Satu-satunya yang berubah adalah pola pikirnya. Jean tidak lagi terikat dengan hukum dan logika dunia ini. Dia tidak lagi terikat dengan peran apapun yang ditakdirkan pada dirinya. Dengan kata lain, ia bisa melakukan semua yang Jean inginkan tanpa terikat aturan moral.

__ADS_1


"Kakak, mengapa kamu tersenyum seperti itu? Apakah ada sesuatu yang membuatmu bahagia?"


Jean tertawa kecil mendengar pertanyaan imut Elsie. Menggerakan tangannya dengan susah payah, ia mengelus rambut Elsie, membuat gadis kecilnya merasa sangat nyaman.


Melihat Elsie yang sangat bahagia karena mendapatkan pelukan dari kakaknya, Elyse cemberut. Dia menggembungkan pipinya seolah mengatakan, 'Aku juga menginginkannya!'


Jean menggeleng dengan ekspresi terhibur. Mau bagaimana lagi kan? Keduanya terlalu menggemaskan! Jadilah, Jean mengelus keduanya secara bergantian, membuat mereka menggeliat seperti kucing.


'Ya, tidak ada yang berubah. Tujuanku tetap sama. Melindungi orang-orang yang aku cintai dan bersenang-senang dengan mereka dalam keabadian.'


"Kelihatannya kau sudah membaik, nak. Apakah bagian tubuhmu sudah bisa digerakan kembali?"


Kakek Henryk masuk ke kamarnya untuk mengawasi kondisi Jean. Jean dengan sopan tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Tubuhku masih sulit bergerak. Tetapi secara keseluruhan, kondisiku baik-baik saja. Tiga hari lagi, aku sudah bisa bergerak seperti biasanya."


Kelegaan terlihat di wajah keriput kakek Henryk. Dia dan istrinya sangat panik melihat kondisi Jean tujuh hari sebelumnya. Dia merasa bersalah karena tidak memastikan kondisi anak ini waktu itu.


"Syukurlah kalau begitu. Elyse, Elsie, apakah kalian ingin membasuh tubuh kakak kalian?"


Kedua gadis imut ini lantas menganggukan kepala mereka. Kakek Henryk pergi menyiapkan seember air hangat dan dua kain. Satu untuk Elyse dan satu untuk Elsie. Keduanya dengan bahagia mengusap tubuh Jean dengan kain yang telah dibasahi air hangat.


Sayangnya, Elyse dan Elsie tidak bisa berlama-lama dengan Jean. Semenjak tinggal dengan nenek Alija dan kakek Henryk, gadis-gadisnya berada di bawah bimbingan nenek Alija untuk belajar sihir.


Jean dapat melihat potensi besar dalam diri mereka untuk menjadi Mage terkuat dalam sejarah umat manusia, setidaknya di dunia ini. Karena itulah, sejak awal, Jean meminta nenek Alija untuk mengajari mereka cara menggunakan sihir, yang disambut dengan senang hati olehnya.


Untuk sementara, keduanya akan berada di bawah bimbingan nenek Alija. Ketika mereka telah tumbuh menjadi lebih kuat, Jean lah yang akan langsung membimbing mereka.

__ADS_1


Keduanya juga sudah mulai berkultivasi. Elyse telah berada tingkat ketiga earth realm. Sama dengan adiknya. Semua itu mereka lalui dalam waktu yang singkat. Itu menunjukan fakta betapa berbakat kedua adik tercintanya.


Jean melihat Elyse dan Elsie yang sedang berjuang keras dalam mempelajari sihir. Ia tersenyum dan memejamkan matanya kembali. Saatnya untuk memulihkan diri dan mengumpulkan kekuatan lagi.


__ADS_2