Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Tujuan Sebenarnya


__ADS_3

Konflik antar penguasa dunia bawah tanah semakin meruncing setiap harinya. Awalnya mungkin hanya gesekan kecil yang tidak begitu berarti. Pertarungan pribadi antar anggota misalnya.


Tetapi semakin hari, keributan terbuka mulai muncul. Penyebabnya mungkin hanyalah hal yang remeh, tetapi dampak yang diakibatkan cukup besar bagi ketiga belah pihak.


Misalnya saja di tempat perjudian yang ada di teritorial milik kelompok beruang merah. Beberapa anggota kuda hitam bermain judi di sana. Namun, mereka kalah. Mereka mengklaim bahwa orang-orang beruang merah telah melakukan kecurangan.


Tentu saja kelompok beruang merah tidak tinggal diam. Awalnya kedua kelompok ini saling beradu mulut. Tetapi kemudian, bentrokan mulai terjadi. Keduanya saling terlibat aksi pukul-memukul. Sampai sini masih wajar. Tetapi salah satu orang dari anggota beruang merah mengeluarkan senjatanya dan membunuh semua anggota kuda hitam yang ada di sana.


Tentu saja, konflik terbuka tidak bisa dihindarkan lagi. Kelompok kuda hitam mengirim 50 anggota mereka untuk menyerang berbagai aset milik beruang merah seperti rumah bordil, bar, dan tempat perjudian.


Sangat marah dengan tindakan kuda hitam, kelompok beruang merah membalas mereka dengan membunuh semua anggota kuda hitam yang beroperasi di wilayah mereka. Setidaknya, ada lebih dari seratus anggota kuda hitam tewas karena serangan itu.


Senyum puas muncul di bibir Jean saat membaca surat yang Mar berikan padanya. Mar adalah tangan kanannya sekaligus sumber informasinya. Jadi Jean bisa menjamin bahwa informasi ini adalah akurat.


Jean mengambil selembar kertas di tangannya dan menuliskan sesuatu kepada Mar. Setelah memberikan tanda tangannya, dia melipat kertas itu dan pergi ke halaman rumah paman Hull. Di sana ada seorang anak yang bersembunyi. Jean memberikan surat itu kepadanya dan anak itu pergi.


Well, ini baru siang hari. Sudah satu minggu sejak pembicaraan antara dirinya dengan Mar di atap markas mereka.


"Jean, ayah memanggilmu. Ayo kita pergi bersama."


Dia bertemu Cahrlotte saat masuk ke rumah paman Hull. Jean menyeringai dalam hati. Anak ini....dia selalu berusaha menghindar dari tatapan Jean sejak seminggu yang lalu. Alasannya? Itu karena Charlotte mengintip sesi bercinta antara dirinya dan Selena.

__ADS_1


Yah, dia akan segera menjatuhkan Charlotte ke dalam pelukannya dalam waktu dekat. Tetapi sebelum itu, Jean dengan terang-terangan menggenggam tangan Cahrlotte. Gadis itu sedikit meronta tetapi perlahan, perlawanan mulai hilang dan Charlotte menjadi lebih tenang. Jean bisa melihat rona merah di wajahnya.


"Ngomong-ngomong Charl, apakah ini tentang perlakukanku pada Samuel?"


"Hmmm. Samuel mengadu kepada ayah begitu dia kembali dari perjalanannya ke kerajaan tetangga untuk urusan bisnis. Semoga ayah tidak memarahimu, Jean."


Alasan kenapa Jean tidak dipanggil oleh paman Hull dan bibi Cassie adalah karena mereka berdua sedang berpergian pada saat itu dan baru kembali kemarin. Dan karena perjalanan itulah Samuel berani sewenang-wenang.


Ah, kalau dipikir lagi, Samuel memang baru bangun dari pingsannya tiga hari setelah Jean menghajar dirinya. Sekarang, setiap kali mereka berdua berpapasan, Samuel selalu melihat Jean dengan rasa takut sekaligus benci.


Mereka berdua sampai di tempat kerja paman Hull. Ada bibi Cassie dan Samuel juga. Ekspresi laki-laki itu terlihat pongah. Mungkin karena Samuel merasa bahwa ayahnya akan menghukum Jean dengan hukuman yang sangat berat.


Keduanya hanya mengangguk dan duduk bersebalahan. Charlotte terlihat sangat gelisah. Tetapi sentuhan Jean di telapak tangannya membuat Cahrlotte menjadi lebih tenang.


Jean mengalihkan pandangannya ke arah bibi Cassie dan tersenyum. Bibi Cassie juga tersenyum pada Jean. Tapi suasana dalam ruangan akhirnya kembali serius ketika paman Hull mulai berbicara.


"Baiklah, aku akan langsung masuk ke dalam intinya. Jean, benarkah kamu menghajar Samuel tanpa alasan yang bisa dibenarkan?"


Paman Hull mengeluarkan tekanan yang sangat kuat dan ditujukan langsung kepada Jean! Bahkan Cahrlotte, Samuel, dan bibi Cassie bergetar karena ketakutan.


Tapi Jean santai. Dia tidak takut dan panik. Tekanan yang pernah ibunya keluarkan jauh lebih kuat. Kalau boleh berterus terang, tekanan yang paman Hull keluarkan tidak lebih dari mainan anak-anak baginya.

__ADS_1


"Saya memang menghajar tuan Samuel dengan tangan saya sendiri. Tetapi saya punya pembenaran untuk melakukan hal itu."


Jean lalu menatap Samuel dan sedikit menyeringai.


"Pertama, dia memaksa Selena untuk ikut bersamanya padahal Selena tidak menginginkannya. Paman Hull bisa melihat bekas lebam yang ada di tangan Selena. Itu adalah karena ulah tuan Samuel.


"Sampai disitu saya sama sekali tidak terpikirkan untuk melakukan kekerasan pada tuan Samuel. Namun yang membuat kemarahan saya memuncak adalah ketika tuan Samuel menampar nona Cahrlotte hingga dia terpental dan terluka.


"Saat itu juga saya langsung menghajar tuan Samuel karena telah melakukan sesuatu yang berbahaya kepada nona saya yang berharga! Saya minta maaf paman Hull, tetapi jika anda harus memilih siapa yang akan dihukum, saya yakin anda sudah tahu jawabannya."


Kali ini pandangan paman Hull berfokus pada Samuel. Dia menuntut penjelasan dari putranya. Tentu saja Samuel berusaha menyanggah, tetapi Charlotte dengan sangat marah membenarkan semua yang Jean katakan.


'Yah, rencanaku berjalan lancar. Aku minta maaf pada Charlotte karena tidak menghentikan tamparan Samuel waktu itu. Tetapi demi kebaikan Charles sendiri, aku perlu melakukan hal itu.'


Jean merasakan kepuasan. Tujuan Jean adalah membangkitkan ketidakpercayaan paman Hull pada Samuel agar paman Hull mewariskan seluruh aset miliknya pada Charlotte, bukan ke seonggok sampah bernama Samuel.


Dan sekarang, langkah pertamanya berhasil. Well, dia masih punya banyak kartu untuk dimainkan. Diam-diam Jean menatap Samuel yang memasang ekspresi frustasi.


'Jangan salahkan aku, Samuel. Salahkan dirimu sendiri yang lebih memilih menjadi seonggok sampah di tengah mutiara daripada hal sebaliknya. Mulai sekarang, nikmatilah kejatuhanmu sendiri.'


Di dalam dirinya, tawa kepuasan bergema dengan keras.

__ADS_1


__ADS_2