Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Pesta Dan Pembicaraan Rahasia


__ADS_3

Semuanya baru selesai ketika keempat pemimpin dari kelompok musuh yang menyerang rombongan paman Hull telah terbunuh. Dua dibunuh oleh Jean dan dua lagi dibunuh oleh pemimpin tentara bayaran yang disewa oleh paman Hull.


Disayangkan, lima dari anggota tentara bayaran tewas. Meski begitu, usaha mereka sama sekali tidak sia-sia karena semua musuh yang menyerang telah terbunuh.


Tidak mungkin untuk membawa mayat kelima rekan mereka. Karena itu para tentara bayaran memutuskan untuk mengubur mereka di pinggiran hutan. Sementara untuk mayat musuh, mereka menyeretnya ke hutan dan membiarkannya begitu saja. Biarlah mereka menjadi makanan bagi binatang buas.


Paman Hull memutuskan untuk melanjutkan perjalanan yang tertunda. Awalnya, dia menargetkan untuk sampai di wilayah Earl Baldric ketika petang tiba. Namun karena serangan yang tidak terduga ini, mereka baru sampai di wilayah Earl Baldric ketika malam tiba.


Charlotte dan Selena melongok ke luar jendela kereta kuda. Wilayah yang dikelola oleh Earl Baldric adalah sebuah kota yang sedikit lebih kecil daripada Saint Georgia City. Jumlah penduduknya juga tidak lebih banyak.


Sejujurnya tidak ada yang mencolok dari kota ini. Tidak ada yang bersifat aktraktif. Paling-paling hanya rombongan ksatria yang mengacau di beberapa tempat.


Begitu masuk ke dalam kota-kastil, para tentara bayaran menunggu di luar. Paman Hull memberikan mereka uang tambahan untuk bersenang-senang. Itu adalah tindakan yang bijaksana. Untuk kematian teman-teman mereka, para tentara bayaran perlu menghibur diri mereka.


"Lihat, bangunan besar yang ada di sana adalah kediaman milik keluarga Baldric."


Paman Hull menunjuk ke sebuah bangunan berwarna putih polos. Itu adalah mansion tempat tinggal para bangsawan. Ukurannya lebih besar daripada kediaman bangsawan yang ada di Saint Georgia City.


Kereta kuda yang mereka tumpangi memasuki halaman mansion keluarga Baldric. Begitu mereka turun, para ksatria sudah berbaris menyambut mereka. Mereka berdiri di sisi kanan dan kiri, berjajar dari pintu hingga tempat paman Hull dan yang lainnya turun dari kereta kudanya.


Sebenarnya, alih-alih menyambut, Jean bisa mengatakan kalau ini adalah intimidasi. Semua ksatria yang menyambut mereka mengenakan baju zirah full armor dengan pedang yang terangkat tinggi-tinggi. Jean dan yang lainnya berjalan di bawah kilatan pedang milik para ksatria.


Jean bisa melihat Selena dan Charlotte yang sedikit terintimidasi. Itu adalah hal yang normal. Bahkan seorang dewasa sekalipun bisa terintimidasi jika mereka berjalan di bawah pedang seperti ini.

__ADS_1


Melihat kedua wanitanya ketakutan, Jean ingin sekali melepaskan tekanannya juga. Tapi mempertimbangkan reputasi paman Hull, Jean mengurungkan niatnya. Dia memegang dan menggenggam tangan keduanya. Dia juga tersenyum hangat pada mereka. Untunglah, Selena dan Charlotte menjadi lebih tenang.


Keempatnya memasuki ruang tengah mansion keluarga Baldric. Sementara paman Hull diantarkan menuju tempat orang-orang dewasa berkumpul, Charlotte, Jean, dan Selena di bawa ke tempat anak-anak yang seusia mereka.


Riuh. Suasana di tempat ini benar-benar ramai! Peserta pesta yang datang jauh lebih banyak daripada pesta yang diselenggarakan di rumah keluarga Lostov. Jean bahkan dapat melihat pangeran sekaligus pewaris tahta selanjutnya, Hans C Dublin. Terlihat dari pakaian yang dia kenakan.


Ada juga anak dari satu-satunya Duke di kerajaan Dublin, Cassilas. Nama anak itu adalah Greg Cassilas.


Tapi Jean tidak terlalu mengurus soal itu. Tugas dia adalah memastikan keselamatan Charlotte dan Selena.


Para pelayan milik keluarga Baldric mondar-mandir sembari memapah nampan yang membawa gelas berisi anggur dan minuman lainnya untuk diberikan pada tamu.


Charlotte dan Selena beberapa kali didatangi oleh putra-putra bangsawan dan beberapa anak pedagang kaya untuk diajak berpesta bersama mereka. Tapi Charlotte dengan elegan menolak ajakan mereka. Jika salah satu dari mereka ada yang berusaha memaksa, Jean langsung melepas tekanannya pada orang itu.


Untunglah, penyelamatnya datang. Seorang gadis berambut ungu yang anggun dan cantik namun cukup tomboy, Natasha. Dia menarik semua anak bangsawan dan pedagang kaya dari hadapan Selena dan meraih tangannya. Dia lalu menoleh ke arah Jean dan mengedipkan sebelah matanya. Jean mau tidak mau tersenyum. Anak ini......


"Natasha! Kamu juga datang ternyata! Ayo ikut bersama kami!"


Charlotte meraih tangan Natasha dan menariknya. Ah, senangnya ketika melihat ketiga wanita miliknya bisa akrab seperti ini. Jean menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis. Setelahnya, dia menjadi pengawal bagi tiga gadis sekaligus.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara para anak-anak sedang riuh, ayah mereka sedang berkumpul di sebuah ruangan. Cahaya lilin menerangi mereka. Namun cukup redup sehingga kesannya tetap gelap.

__ADS_1


Mereka semua duduk mengelilingi sebuah meja bundar. Semua orang yang ada di sini adalah orang-orang yang memiliki pengaruh kuat di kerajaan Dublin.


Ada Duke Cassilas, Earl Baldric, Viscount Lostov, dan bangsawan lain. Tentu ada saudagar kaya yang juga terlihat. Salah satunya adalah Hull.


"Terimakasih karena menghadiri undangan dari saya, hadirin sekalian. Sekarang, mari kita bersulang untuk kerajaan kita, kerajaan Dublin."


Semuanya mengangkat gelas dan bersulang. Awalnya pembicaraan melebar kemana-mana. Entah itu soal bisnis, urusan politik, dan lain-lain.


Tapi semua itu berakhir ketika Earl Baldric berdeham. Perhatian semua orang teralihkan padanya. Hull yang tadi mengobrol dengan Baron yang menjadi pelanggannya juga mengalihkan perhatiannya pada Earl Baldric.


Namun yang berbicara kali ini bukanlah Earl Baldric, melainkan Duke Cassilas. Dia mengangguk pada Earl Baldric dan berdiri.


"Hadirin sekalian, terimakasih karena telah menyempatkan waktu untuk datang pada jamuan kali ini. Aku membawa pesan dari raja untuk kalian semua."


Duke Cassilas diam sejenak. Dia memerhatikan respon dari para hadirin lalu melanjutkan.


"Raja kita, yang mulai Dublin III Berniat menaklukan kerajaan yang ada di sekitarnya. Kita perlu memperluas wilayah kita dan mendapatkan perhatian oleh kerajaan dan kekaisaran besar!"


Para bangsawan dan saudagar kaya terdiam sejenak. Tetapi sesaat kemudian, mereka bertepuk tangan dengan keras dan tertawa kencang. Mereka sangat senang dengan keputusan raja!


Tapi Hull agak berbeda. Dia tidak keberatan dengan perang. Tetapi ini adalah pertaruhan yang sangat beresiko. Dia tidak senang dengan keputusan ini tapi dia sendiri tidak dalam posisi yang bisa menolak titah seorang raja.


'Lagipula.....tahun depan ya. Hahhh, ini lebih merepotkan daripada yang aku bayangkan.'

__ADS_1


__ADS_2