Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Back To De Ruhr


__ADS_3

Perlahan, stabilitas internal di (bekas) kerajaan Dublin telah kembali seperti semula. Perut-perut yang lapar telah terisi, rumah dan bangunan lainnya yang hancur telah diperbaiki, dan aktivitas telah kembali seperti semula. Jalanan di Saint Georgia City sudah ramai. Anak-anak berlarian dengan bebas sementara orang tuan mereka meneriaki agar tidak sembarang berlarian.


Pasar sudah hidup dan kegiatan ekonomi berjalan seperti sedia kala. Semua itu terjadi hanya dalam waktu satu bulan. Jika kau bisa melihat kondisi ini secara langsung, seolah-olah semua konflik dan pergolakan yang terjadi satu bulan sebelumnya adalah sebuah kebohongan.


Ini adalah hasil dari tekad penduduk yang tidak ingin menyerah. Mereka melakukan usaha sekeras mungkin untuk bertahan hidup dan bahu-membahu satu sama lain.


Tapi tanpa campur tangan Jean dan gadis-gadis disekitarnya, ini semua tidak akan terjadi. Saint Georgia City dan wilayah lainnya mungkin akan segera chaos mengingat mereka kekurangan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.


Jean menguras lumbung pangan milik bangsawan dan keluarga kerajaan yang telah dia singkirkan lalu menjualnya dengan harga yang sangat murah. Bahkan nyaris gratis.


Jean juga menggerakan para pekerja paksanya untuk memperbaiki rumah dan bangunan yang telah hancur karena pengepungan yang terjadi sebelumnya.

__ADS_1


Charlotte dan Selena juga bergerak dengan cara mereka masing-masing. Keduanya berusaha untuk memberikan membangun fasilitas umum seperti panti asuhan untuk menampung anak-anak yatim yang ditinggal mati oleh ayah dan ibunya.


Melihat semuanya sudah beres, Jean bergerak ke rencana selanjutnya. Menaklukan kerajaan Bucharest.


Priscillia dan Natasha yang selama ini masih berada di wilayah De Ruhr telah mengawasi pergerakan kerajaan Bucharest. Lebih dari itu, mereka juga mencari celah dan kelemahan mereka.


Ada banyak, tapi yang paling menonjol adalah fakta bahwa mereka gagal mengusir bakal laut yang telah menduduki pelabuhan dan tempat di sekitarnya. Kegiatan ekonomi menjadi sangat tersendat dan kerugian dalam jumlah besar menghampiri mereka.


Secara diam-diam, Jean telah memindahkan semua pasukan utamanya menuju De Ruhr. Dia memastikan agar mata-mata lawan tidak bisa mendeteksi pergerakannya. Karena itulah, Jean memerintahkan pasukannya dari untuk tidak mengambil jalur utama melainkan lewat dalam hutan yang lebat.


"Dalam tujuh hari ke depan, kita akan menaklukan kerajaan Bucharest yang rapuh. Charlotte, aku mau kau tetap di kota ini bersama dengan Selena. Rose, kau harus ikut bersamaku."

__ADS_1


Charlotte, Selena, dan Rose mengangguk. Ketiganya telah memahami tugas masing-masing. Meski sudah stabil, kondisi perekonomian di Saint Georgia City masih rapuh. Kebutuhan Charlotte akan sangat diperlukan di sini. Selena ada untuk meringankan pekerjaan Charlotte.


Kalau Rose, karena dia adalah ahli strategi Jean, kehadirannya di sisi Jean sangat dibutuhkan. Apalagi jika menyangkut Medan perang.


"Berhati-hatilah, Jean. Kembalilah dengan selamat, oke?"


Charlotte dan Selena memeluk Jean secara bersamaan. Sementara Jean, dia tersenyum kecut dan membalas pelukan keduanya. Kehangatan tertransmisikan ke hati Jean, membuat dia tidak pernah ingin berpisah dengan mereka.


Tapi Jean tidak punya banyak waktu. Hari ini dia harus segera pergi ke wilayahnya. Pengepungan Bucharest memakan biaya yang sangat besar. Semakin Jean menundanya, biayanya akan membengkak dan dia tidak mau itu terjadi.


Hari itu, bersama dengan Rose, Jean kembali ke wilayah De Ruhr.

__ADS_1


__ADS_2