Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Prepare For War (1)


__ADS_3

Sementara itu, ketika Natasha, Rose, dan Selena sedang merasa jengkel tanpa alasan yang benar-benar jelas, Jean sedang menghadapi masalah yang cukup serius. Di hadapan Svetlana, dia dan kakaknya tertangkap basah sedang melakukan hubungan intim.


Svetlana memiliki perasaan campur aduk. Dia benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa. Perasaan sedih, marah, kesal, dan.... Cemburu bercampur aduk menjadi satu. Dia memandangi kedua anaknya dengan tatapan rumit.


"Kalian ingin mengatakan sesuatu, Jeanne, Jean?"


Keduanya menunduk sambil terdiam. Tidak ada yang ingin membela diri. Svetlana berpikir kalau kedua anaknya sangat malu karena tindakan imoral mereka benar-benar dilihat oleh Svetlana.


Svetlana sendiri bingung dengan apa yang harus dirinya lakukan. Pada dasarnya, Jeanne dan Jean bukan saudara kandung. Jadi jika Jeanne hamil sekalipun, keturunannya tidak akan mendapatkan masalah apapun. Tapi disisi lain, sebagai seorang ibu yang sudah merawat keduanya, Svetlana merasa.... Sangat aneh. Yah, perasaan itu sama sekali rumit baginya.


Karena Jean dan Jeanne tidak mengatakan apapun, Svetlana hanya menceramahi mereka berdua. Baru berhenti ketika Elyse dan Elsie terbangun. Svetlana sadar, pada akhirnya Jean dan Jeanne akan melanjutkan hubungan yang sekarang sudah mereka dalami tidak peduli sekeras apapun Svetlana melarang. Yang bisa ia lakukan hanyalah memberikan keduanya petuah.


"Baiklah. Kalian berdua pergilah mandi. Ingat, jangan mandi berdua atau Elyse dan Elsie akan melihat kalian berdua, paham!?"

__ADS_1


Jeanne mengangguk malu sementara Jean hanya tersenyum. Melihat senyuman Jean, wajah Svetlana memerah tanpa sadar. Hal tersebut tidak disadari oleh Jeanne. Svetlana cepat-cepat mengembalikan ketenangannya.


"Kakak, mandilah terlebih dahulu. Aku akan menemani Elyse dan Elsie sejenak."


Rose mengangguk kecil dan segera pergi ke kamar mandi. Sementara Svetlana, dia hanya menggeleng kecil lalu pergi menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Pagi tetap berjalan damai seperti biasanya, terlepas dari masalah yang telah terjadi.


***


"Berdasarkan laporan yang kami terima, situasi kerajaan Warsawa semakin mengkhawatirkan, setidaknya dalam pandangan mereka. Secara diam-diam, kekuatan dan pengaruh fraksi Duke Cetner semakin menguat. Sekarang, bisa dibilang pengaruh mereka setara atau bahkan lebih kuat dari kerajaan dan fraksi Duke Ankwicz.


"Hal itu diperparah dengan kematian beberapa bangsawan dan petinggi yang berada di pihak kerajaan. Secara resmi, kerajaan menyatakan bahwa kematian mereka disebabkan karena penyakit yang akut. Namun sumber kami yang dapat dipercaya mengatakan bahwa penyebab kematian tersebut adalah pembunuhan yang direncanakan oleh fraksi Duke Cetner.


"Setidaknya, seminggu dari sekarang, Duke Cetner dan fraksi yang mendukungnya akan melancarkan pemberontakan besar-besaran untuk menggulingkan dinasti Mietszko dan membentuk dinasti baru yang berada dibawah kendali keluarga Cetner."

__ADS_1


Setelah sang penutur selesai menyampaikan apa yang harus ia sampaikan, gemuruh suara terdengar dari berbagai penjuru ruang audiensi raja. Para bangsawan serta petinggi lainnya memiliki satu suara. Manfaatkan situasi ini untuk menyerang kerajaan Warsawa dan merebut wilayah-wilayah pentingnya.


Sang raja tetap diam. Di kepalanya, dia memperhitungkan banyak hal. Bukannya dia tidak ingin memanfaatkan hal ini. Tetapi entah mengapa, semua hal ini terasa janggal. Informasi yang dia dapatkan terlalu akurat. Kelewat akurat.


"Apa kau yakin kalau informasi ini benar-benar tepat?"


"Benar sekali, yang mulia. Saya dapat menjamin hal itu. Meskipun bayaran yang kita berikan sangat mahal, namun analisis serta informasi yang dia berikan tidak pernah meleset."


Sang raja mengangguk. Sejujurnya, dia masih merasa ada yang salah dengan hal ini. Instingnya sebagai seorang raja mengatakan hal tersebut. Namun melampaui instingnya, sang raja menganggap menyia-nyiakan kesempatan ini bukan hal yang bagus. Dia bisa membereskan sisanya setelah tujuannya terpenuhi.


"Persiapkan diri kalian. Kita akan menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin!"


Titah dari raja telah turun. Para bangsawan dan punggawa raja lainnya telah bersiap.

__ADS_1


__ADS_2