
The Oldest and strongest emotion of humankind Is fear, And the Oldest and strongest kind of fear is fear of the unknown.
(H.P. Lovecraft)
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terlepas dari apa yang terjadi semalam, pangeran Hans memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka. Para milisi yang terdiri dari rakyat jelata yang direkrut terpaksa berjalan sambil menahan shock atas apa yang terjadi semalam.
Bagi mereka, apa yang terjadi malam tadi adalah pukulan yang berat. Mereka melihat rekan mereka mati begitu saja tanpa sempat melakukan perlawanan apapun. Mental mereka tertekan dan ketakutan selalu menghantui mereka.
Tidak hanya takut, mereka juga kelaparan. Penyergapan yang terjadi tidak hanya menewaskan rekan mereka tetapi juga membuat suplai makanan mereka berkurang drastis karena dirampas.
Mereka hanya mendapatkan jatah setengah potong roti yang kasar. Itupun hanya untuk sekali makan. Mereka tidak akan lagi diberikan makan hingga keesokan hari.
Hal yang kontras terjadi pada rombongan Jean. Dia memang membawa 800 orang, tetapi ransum yang dia bawa untuk para prajuritnya bisa untuk makan 1000 orang selama dua Minggu. Karena itulah pasukan yang berada dibawah kepemimpinannya berada dalam kondisi terbaik.
Seperti yang kemarin-kemarin, Jean ditugaskan oleh pangeran untuk berjalan di barisan belakang. Sekaligus menyisir dan memastikan agar konvoi mereka tidak diserang dari belakang.
Jean mengirim tiga unit pengintai dimana satu unitnya berjumlah sepuluh orang. Tugas mereka adalah menyisir wilayah-wilayah yang akan dilalui oleh pasukan kerajaan dan melaporkan jika ada musuh yang bersembunyi.
__ADS_1
Sejauh ini, tidak ada musuh yang tim pengintai temui. Tapi itulah masalahnya. Musuh pasti sedang bersembunyi di suatu tempat dan bersiap menyerang iring-iringan kerajaan ketika saatnya tiba.
Jean sudah melaporkan hal ini pada pangeran Hans tetapi kelihatannya laporan yang dia sampaikan tidak diindahkan. Kalau sudah begitu, mau bagaimana lagi kan?
Jean menggunakan [World Wide] miliknya untuk melihat semua yang ada di sekitarnya. Tiga kilometer di depan rombongan kerajaan Dublin, musuh sedang bersembunyi dan siap menyerang mereka.
Jean mengutus seseorang untuk pergi ke barisan depan dan menyampaikan hal ini pada pangeran Hans. Namun laporannya di tolak mentah-mentah ketika utusan yang ia kirim kembali.
"Mereka....ah sudahlah. Kalau memang harus terjadi maka biarkan saja terjadi."
Jean tidak marah. Dia tidak merasa bahwa harga dirinya direndahkan. Butuh usaha lebih untuk meruntuhkan harga diri Jean. Anggap saja dia melaporkan itu untuk kebaikan pangeran. Kalau dia tidak memedulikan laporannya, well, itu bukan urusannya.
Selagi memimpin pasukan yang terus bergerak, Jean merasakan energi aneh dari langit. Ini adalah....mana. aneh, di atas hanya ada burung-burung yang berterbangan. Tapi darimana asal mana ini?
Jean mengarahkan panahnya ke langit dan membidiknya ke arah burung-burung yang berterbangan di atasnya. Dengan presisi, dia menembak jatuh semua burung yang terbang hingga tidak bersisa.
Prajurit Jean bawa berpikir kalau tuannya sedang bosan sehingga dia bermain-main dengan menembakan anak panah itu. Tetapi yang mereka tidak ketahui adalah bahwa tindakan tuan mereka telah menyelamatkan hidup mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
BRUK! BRUK!
Suara orang berjatuhan terdengar. Ini adalah titik penyergapan yang direncanakan oleh para tentara bayaran yang dibayar oleh kerajaan Bucharest dan kerajaan Vilnius untuk menghalau serangan dan menahan gerak laju pasukan kerajaan Dublin.
Misi mereka kali ini adalah mengawasi pergerakan kerajaan Dublin. Pemimpin dari tentara bayaran ini, Vichy, telah menugaskan prajuritnya yang memiliki kemampuan sihir untuk terus mengawasi kerajaan Dublin.
Dia jugalah yang mengatur penyergapan tadi malam. Secara umum, misinya sukses. Tetapi dia tidak menyangka kalau 50 orang yang dia kirim tidak pernah kembali.
"Ada apa!? Laporkan situasinya!"
Vichy duduk di sebuah rumah gubuk yang menjadi markasnya juga. Dari sinilah dia mendapatkan berbagai laporan aktual tentang aktivitas dan gerak-gerik kerajaan Dublin.
"Apa katamu!? Para pengawas telah tewas!? Tapi bagaimana bisa!? Apakah ada tanda-tanda kalau mereka diserang!?"
"Ti-tidak ada pak! Kami tidak menemukan bekas luka apapun. Kami tidak tahu apa yang terjadi pada mereka!"
Vichy menggigit kuku jarinya. Dia tidak bisa menerima keterangan dari anak buahnya. Itu sangat aneh dan janggal. Dia memutuskan untuk melihat sendiri kondisi mayat mereka. Tetapi apa yang anak buahnya katakan memang benar. Tidak tanda-tanda serangan pada diri mereka.
Apakah musuh sudah mengetahui kalau mereka diawasi? Mungkin sudah, tapi kemungkinan itu kecil. Seandainya musuh menyadari kalau mereka sedang diawasi, lalu apa? Toh, musuh-musuhnya tidak akan bisa melakukan apapun.
__ADS_1
Seketika itu juga hawa dingin menjalar ke punggung Vichy. Rasa taku tiba-tiba menyelimuti dirinya. Dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Tapi dia tidak tahu apa itu.
Tanpa Vichy sadari, dia akan berhadapan dengan lawan yang tidak pernah terpikirkan oleh dirinya.