Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Dua Wanita Satu Malam


__ADS_3

Jalanan di bagian timur Saint Georgia City cukup ramai. Tidak jarang Jean dan ketiga gadis lainnya tersenggol atau menyenggol orang lain. Ah, banyak juga orang-orang modus yang berusaha mencuri barang berharga milik ketiga gadisnya. Tentu saja Jean tidak ragu-ragu. Dia langsung mematahkan tangan mereka saat itu juga.


"Charl! Lihat tempat itu! Ada gedung yang cukup besar di sana! Bagaimana kalau kita ke tempat itu dahulu? Sepertinya tempat itu kosong."


Ada satu bangunan yang cukup besar di tempat yang Natasha tunjuk. Sepertinya memang jadi pilihan yang bagus. Bangunan tiga lantai yang letaknya cukup strategis. Charlotte dan yang lainnya memutuskan untuk pergi ke sana.


Tidak seperti dugaan mereka, ternyata gedung ini terlihat kosong. Jean memakai [World Wide] untuk memeriksa seluruh bagian di gedung ini. Tapi memang tidak ada orang sama sekali.


Isinya tidak terlalu berantakan. Meja dan furnitur lainnya masih tertata rapih. Namun, semua furnitur telah ditutupi oleh debu. Seolah-olah penghuni bangunan ini pergi dari tempat ini dengan terburu-buru.


"Entah kenapa aku merasa kalau tempat ini sangat angker. Nee~~Jean, ayo kita kembali. Aku takut."


Jean menoleh ke arah Natasha sambil tertawa kecil. Gadis ini....dia manja sekali. Tapi tidak masalah karena Natasha sangat imut. Ah, ngomong-ngomong soal itu, Jean merasakan api kecemburuan membakar punggungnya.


Dia melihat ke belakang. Charlotte dan Selena sedang menatapnya dengan kecemburuan yang tidak bisa mereka sembunyikan. Jean tertawa kecil lagi. Baiklah, malam ini dia akan mengurus mereka berdua!


"Anoo...mohon maaf, apakah anda semua punya urusan di sini?"


Seorang wanita paruh baya berdiri di depan rumah. Mungkin usianya sekitar 40 tahun dengan beberapa kerutan di wajahnya. Jean berinisiatif menghampirinya dan menanyakan soal kepemilikan rumah ini.

__ADS_1


Berdasarkan cerita wanita itu, ternyata rumah ini awalnya adalah milik seorang kriminal. Dia ditangkap oleh pihak Ksatria beberapa bulan yang lalu. Sekarang bangunan ini masuk ke dalam hak milik ksatria dan kebetulan mereka ingin menjual gedung ini.


Pas sekali! Charlotte merasa kalau tempat ini cocok untuk dia jadikan tokonya. Jean berinisiatif untuk mengurus masalah negosiasi dengan ordo Ksatria sementara Charlotte serta Selena dan Natasha bisa menyiapkan hal lainnya.


Siang itu, mereka berempat memutuskan untuk melanjutkan jalan-jalan. Dengan lengan Jean sebagai tempat rebutan bagi ketiga gadis cantik itu.


Malamnya, Jean langsung melemparkan dirinya ke kasur. Dia sangat lelah hari ini. Menjadi rebutan tiga gadis ternyata membuat mentalnya menjadi lelah. Dia ingin tidur sejenak. Tapi masih ada satu hal yang harus dia lakukan malam ini.


Jean bangkit lagi dan mengganti bajunya. Dia lalu keluar kamar dan menuju kamar lain yang terletak di gedung yang berbeda. Jean benar-benar menyembunyikan keberadaannya sampai-sampai tidak ada satupun orang yang menyadari kehadirannya.


Hingga dia tiba di depan sebuah kamar. Kamar Charlotte. Perlahan, Jean membuka pintunya dan melihat Charlotte sedang bercanda dengan Selena. Keduanya mengenakan gaun malam yang sangat menggoda. Tongkat daging milik Jean langsung berdenyut ketika melihat mereka.


"Kyahhhhh!!"


"Ahhhnnn!!!"


Jean mencengkeram dada mereka dengan kedua tangannya, yang menyebabkan Charlotte dan Selena menjerit dengan suara yang erotis. Tidak hanya mencengkeram, Jean juga memainkan dada mereka hingga persik mereka menjadi keras.


"J-jean....apakah itu kamu? Tu-tubuhku menjadi sangat panas."

__ADS_1


Entah bagaimana caranya, Charlotte menyadari kalau yang membuat dirinya terangsang adalah Jean. Sementara Selena, dia asyik mengerang dengan penuh kenikmatan.


"Ya, ini aku, Charl."


Bisikan tepat di telinga membuat Cahrlotte semakin terangsang. Tidak hanya itu, Jean juga mengigit daun telinga Charlotte, membuat tubuh gadis itu bergetar dalam kesenangan.


Jean memutuskan untuk memberikan kesenangan pada Charlotte. Jean mengalihkan fokusnya pada Charlotte. Selena mengerti hal itu. Sebagai gantinya, Selena melepas pakaian maidnya dan memeluk Jean dari belakang. Dadanya yang besar menyentuh punggung Jean, membuat dirinya semakin terangsang.


Tapi Jean terus menggoda Charlotte. Dia memainkan dadanya, menciumi leher belakang dan titik lemah lain seperti ketiak, lipatan tubuh, dan bagian selangka. Tangannya juga menggosok pintu masuk 'gua rahasia' milik Charlotte.


Alhasil, gadis itu mengerang dan menggelinjang, hingga akhirnya punggungnya terangkat dan cairan hangat berwarna putih keluar dari gua rahasia Charlotte. Gadis itu telah *******!


"Ahhh....Ahhhnnn....Jean! Ce-cepat lakukan yang bisa kamu kerjakan dengan Selena! Aku tidak tahan lagi!"


Jean menyeringai. Dia meminta Selena untuk membantunya. Tentu saja Selena mau. Dia belum pernah melakukan hal semacam ini. Tapi dia juga tertarik! Karena itu, dia membantu Jean.


Jean mencium Charlotte. Setelah itu, Jean menyuruh Selena untuk mencium Charlotte. Awalnya ragu, tetapi Selena mencium Charlotte. Awalnya dia melawan, tapi lama kelamaan Charlotte menikmatinya.


Melihat dua gadis yang tidak memakai sehelai pakaian pun sambil saling menindih membuat Jean menjadi sangat terangsang.

__ADS_1


Malam itu, Jean menikmati dua wanita sekaligus. Erangan memenuhi kamar namun ketiganya tidak peduli. Mereka tenggelam dalam kenikmatan yang sangat dalam.


__ADS_2