
Dalam tidurnya, Jean mengalami sebuah mimpi.
Ia melihat berbagai kilas balik hidupnya. Ya, hidupnya sendiri. Saat itu juga, dia merasakan sakit kepala yang amat sangat. Seolah-olah semua kilas balik tersebut dipaksakan untuk masuk ke dalam dirinya.
Kilas balik tersebut sangat aneh dan terasa sangat panjang. Dia melihat dirinya sendiri, meski dengan tampilan fisik dan ras yang berbeda, esensi dan jiwanya tetap sama. Yaitu dirinya sendiri.
Ia melihat semua yang dirinya lakukan. Ketika menjadi manusia, iblis, vampire, monster, malaikat agung, dewa, dan lain-lainnya. Bahkan Jean sendiri tak bisa menghitungnya.
Ia melihat ketika dirinya menjadi seorang pahlawan bermilenium-milenium lamanya. Mendapatkan berkah dari entitas yang disebut dewa dan menyelamatkan serta melahirkan banyak peradaban. Menjadi menteri, panglima, raja, kaisar, dan penguasa. Dia membuat berbagai teknik beladiri, sihir, teknologi, dan berbagai penemuan lain yang tidak terhitung jumlahnya. Pada masa itu, Jean hidup selama ratusan juta tahun.
Jean juga melihat kilas baliknya ketika ia menjadi raja iblis. Menghancurkan dan mengubur berbagai peradaban, melawan dunia dan entitas yang kelihatannya sepertinya dewa dan lainnya seorang diri, membantai jutaan bahkan milyaran jiwa tanpa pandang bulu hanya karena dia bosan. Pada saat itu, bahkan dewa bukan tandingannya sama sekali.
Dirinya menjadi raja iblis dan menjelajahi berbagai semesta, menentang segala hukum yang berlaku, merusak semua keseimbangan, dan menghancurkan apapun yang dia sukai.
__ADS_1
Tidak terhitung berapa universe yang telah dia jajah dan hancurkan. Tidak terhitung berapa dewa, malaikat, manusia, dan iblis yang telah ia musnahkan tanpa menyisakan apapun.
Sama seperti ketika dirinya menjadi pahlawan, sebagai seorang raja iblis, dia menciptakan berbagai teknik bertarung dan teknologi yang mendukung kemampuannya. Semua teknik dan teknologi itu memasuki otaknya, berasimilasi dengan jiwanya, dan bersatu dengan dirinya.
Lagi-lagi, sama seperti ketika Jean menjadi pahlawan, pada akhirnya dirinya sebagai raja iblis mati setelah ratusan juta tahun hidup. Bukan karena ia lemah, bukan karena dibunuh. Jean sebagai raja iblis mati dengan membunuh dirinya sendiri. Menyebabkan beberapa universe meledak beserta isinya.
Kilas balik tersebut terus berlalu lalang di kepala Jean. Setiap kali semua ingatan berasimilasi, seluruh tubuh Jean terasa sangat, sangat, sangat sakit. Ia bahkan tidak bisa menggambarkan sebesar apa rasa sakit itu. Satu juta kematian bahkan lebih baik daripada rasa sakit yang kini ia rasakan.
Tidak hanya kekuatan. Pengetahuan, kebijaksanaan, ilmu, dan semua informasi bahkan yang paling terkecil memasuki dirinya. Membutuhkan waktu yang banyak untuk bersatu namun Jean dengan mudah melalui itu semua.
Jean tidak tahu kapan ia akan terbangun dari mimpi ini atau kapan kilas balik ini akan selesai. Yang harus ia lakukan sekarang adalah menyerap dan mengasimilasikan seluruh informasi dan kekuatan yang ia dapatkan lewat kilas baliknya ke dalam jiwanya.
***
__ADS_1
Sementara Jean sedang berjuang, sesuatu yang besar sedang terjadi di luar sana, secara bersamaan. Tidak hanya di benua Akkadia, namun juga di benua lainnya. Tidak hanya di tempat para manusia dan demi-human tinggal, tetapi juga di tempat para demon dan malaikat serta dewa tinggal.
Semua kuil dan katedral yang dibangun untuk menyembah dewa dan dewi manapun, runtuh. Bumi berguncang dan bintang-bintang yang menerangi temaramnya langit berjatuhan.
Semua istana milik para raja dan kaisar rubuh. Tahta milik para dewa dan kaisar iblis berguncang. Dunia seolah menjerit karena merasakan kehadiran yang maha hebat. Tidak ada yang tahu mengapa ini semua terjadi!
Sementara itu di rumah nenek Alija dan kakek Henryk, Elyse dan Elsie yang awalnya tertidur, kini terbangun. Keringat mengucur deras di kulit mereka. Nenek Alija dan kakek Henryk yang merasakan sesuatu yang tidak biasa dengan cepat menghampiri keduanya yang sedang menangis.
"Cup, cup sayang. Tenanglah, nenek ada di sana. Tenanglah sayang..."
Nenek Alija menggendong keduanya sembari menenangkan. Kakek Hendryk memeriksa Jean dan keadaannya terlihat baik. Dia menjadi sedikit lega.
Tapi berbeda dari yang Kakek Hendryk pikirkan, kondisinya jauh lebih buruk dari yang ia bayangkan.
__ADS_1