
Dentuman yang di sebabkan oleh serangan Jean terdengar hingga radius 50 kilometer dari tempat pertarungan berlangsung. Jarak itu meliputi kota perbatasan di kerajaan Warsawa dan Principality of Danzig. Atau itulah yang seharusnya terjadi.
Jean sudah melakukan persiapan. Sejak awal, dia telah memasang barier untuk mencegah pertarungan ini terekspos ke dunia luar. Suara ledakan, teriakan, dan lain-lain akan diredam oleh barier. Selain itu, jika ada pihak lain yang berusaha mengintervensi atau mengintip semua yang terjadi dari luar, pandangan mereka akan otomatis terhalang.
Karena itu, dia membiarkan anak muda yang menjadi rekan pak tua yang barusan ia habisi tanpa sisa untuk kabur. Tidak peduli seberapa kencang ia berlari, dirinya tidak akan bisa lolos dari penghalang milik Jean.
Sama seperti ketika menghadapi para monster, Jean mengembalikan kondisi hutan seperti semula. Tanpa jejak-jejak pertarungan.
"Selanjutnya...."
Empat lingkaran sihir muncul di depan Jean. Dari dalam sana, keluar empat tubuh yang kaku layaknya boneka. Jean mengangguk puas.
__ADS_1
Jean memutuskan untuk menciptakan ulang tubuh dari empat orang yang ia bunuh. Semuanya sama persis. Mulai dari bentuk tubuh hingga detail terkecil yang ada di dalam diri mereka, Jean menciptakannya dengan sempurna.
Jean juga memberikan informasi mengenai kehidupan dari keempat orang malang tadi. Mulai dari mereka lahir, masa kecil, keluarga, orang-orang terdekat, perjalanan hidup mereka, dan semua informasi lain tentang kehidupan mereka.
Tidak ada yang bisa melakukan hal semacam ini tanpa mengungkap hukum takdir dan memanipulasinya sesuka keinginan hati. Setidaknya di dunia ini, Jean adalah satu-satunya yang bisa menggunakan teknik tersebut.
Setelahnya selesai, Jean akhirnya memberikan energi kehidupan pada mereka. Keempatnya membuka mata dan langsung berlutut di hadapan Jean.
Pada dasarnya, mereka tidaklah hidup. Itu karena mereka tidak memiliki jiwa. Yang Jean lakukan adalah membuat mereka seperti robot dan memberikan baterai agar dapat mematuhi tugas yang Jean berikan untuk mereka.
Dengan penuh ketundukkan, mereka berempat berlutut di hadapan Jean.
__ADS_1
""""Baik, tuan!!!""""
Jean mengetukan kakinya ke tanah dan sebuah portal muncul. Atas perintah Jean, mereka berempat segera memasukkan portal tersebut dan kembali ke 'tuan' mereka.
Begitu lingkaran portal menghilang, Jean beranjak pergi menyusuri hutan. Meski sempat bertemu monster dan hewan buas penghuni asli hutan ini, tidak ada apapun yang terjadi. Mereka tidak mempedulikan kehadiran Jean karena dianggap bukan ancaman.
Jean lalu menemukan tubuh seorang pria yang gosong sampai-sampai tidak bisa dikenali. Jean melakukan hal yang sama seperti tadi. Dia 'membangkitkan' tubuhnya kembali dan mengirimkannya untuk bekerjasama dengan 'bonekanya' yang lain.
Jean terus berjalan menyusuri hutan. Begitu sebentar lagi ia sampai ke batas terluar hutan, dia melihat seonggok tubuh terkapar di tanah. Jean mendekat ke sosok tubuh tersebut dan ia menggeleng.
Itu adalah tubuh Karina, kakak Kalina. Tangan dan kakinya telah terputus. Ada luka yang menganga di dadanya. Matanya terpejam dengan penuh rasa sakit.
__ADS_1
Jean memeriksa denyut nadinya dan menggeleng. Jean memasukan tubuh Karina ke [Spacial Storage] miliknya. Dia akan memberikan tubuh Karina pada keluarganya nanti.
Sekarang, saatnya bertemu dengan kakak dan ibunya.