
Korban yang berguguran di pihak Silesia semakin bertambah. Keputusan mereka untuk maju dan menyerang agresor berubah menjadi bencana. Genangan darah mulai membanjiri tanah yang sudah basah semalaman karena hujan nan deras.
Setelah masing-masing dari regu penembak melepaskan sepuluh kali tembakan, mereka mundur ke barisan belakang. Kali ini, infanteri dengan pikeman (tombak panjang) melakukan serangan balik.
Meski terlatih, ada gap yang jauh di antara kemampuan prajurit kerajaan Dublin yang baru dengan kerajaan Silesia. Prajurit kerajaan Dublin lebih superior dalam pertarungan pedang dan tombak jika dibandingkan dengan kerajaan Silesia.
Tidak butuh waktu lama bagi prajurit kerajaan Dublin untuk menghancurkan infanteri lawan. Tombak-tombak mereka menusuk dan mendorong balik musuh. Tidak punya pilihan lain, komandan dari pihak lawan memerintahkan para prajuritnya untuk mundur.
Tetapi tidak semudah itu. Begitu pasukan kerajaan Silesia mulai mundur, infanteri kerajaan Dublin langsung menyebar dan bergerak ke sayap kanan dan kiri mereka dan mengepungnya dari sana.
"Mundur! Mundur!!"
Komandan musuh terus meneriaki anak buahnya untuk mundur. Namun posisi mereka telah terjepit dari depan, kanan, dan kiri. Para prajurit yang moralnya telah runtuh lari tunggang-langgang dengan kacau.
Tentu saja Rose tidak membiarkannya. Setelah tentara kerajaan Silesia memasuki celah sempit di antara kedua hutan, unit kavaleri yang bersembunyi di hutan segera keluar dan menghancurkan barisan belakang musuh.
Tamat sudah riwayat pasukan utama kerajaan Silesia. Mereka dijepit dari empat arah dan tidak ada yang bisa mereka lakukan. Satu-satunya yang bisa mereka lakukan sekarang hanyalah menunggu untuk menjadi santapan tombak, pedang, dan panah.
__ADS_1
Pertempuran baru berhenti ketika Rose memberikan kode dengan letupan matchlock. Sampai saat itu tiba, pasukan kerajaan Dublin benar-benar menghancurkan pasukan utama kerajaan Silesia dan menyisakan 1000 orang saja di antara mereka.
Sementara itu, jumlah korban jiwa di pihak kerajaan Dublin adalah 1000 orang. Untuk meminimalisir wabah, Rose segera memerintahkan untuk melakukan pemakaman terhadap mereka dan musuhnya.
Dengan dihancurkannya pasukan utama kerajaan Silesia oleh Rose, tidak ada lagi yang bisa menghalau dirinya dan Natasha untuk menguasai kerajaan Silesia. Pada akhirnya, lima hari setelah pertempuran di batas terluar kerajaan Silesia berakhir, Rose dan pasukannya mulai memasuki teritorial kerajaan Silesia.
***
Jauh di Saint Georgia City, Natasha yang baru selesai mengadakan pertemuan dengan Prisicllia dan bawahannya yang lain menerima kabar dari perangkat komunikasi yang terpasang pada cincinnya bahwa pasukan utama Silesia berhasil dihancurkan dan Rose akan segera menuju pusat pemerintahan mereka.
Natasha sangat senang. Namun yang membuatnya lebih senang adalah kematian Count Lombard. Dengan begitu, satu bangsawan yang berpotensi besar untuk menusuknya dari belakang telah musnah.
"Priscillia, kabar telah sampai kepadaku bahwa Rose sudah mulai memasuki wilayah kerajaan Silesia. Kemungkinan ia akan menghadapi perlawanan dari beberapa bangsawan lokal, tetapi itu bukan masalah besar. Mungkin dalam waktu tujuh hari, Rose akan menginjak ibukota Silesia."
Prisicllia menampakan ekspresi gembiranya. Meski sering bertengkar, Rose dan Prisicllia adalah sahabat baik. Dan sebagai sahabat, mereka bahagia ketika masing-masing mencapai apa yang mereka impikan.
"Ah, tapi bukan itu yang sebenarnya ingin aku bicarakan. Kamu tahu, dalam pertempuran tersebut, Count Lombard dan semua pasukannya telah gugur. Dia tidak meninggalkan apa pun kecuali seorang anak laki-laki yang usianya baru tujuh tahun dan seorang janda. Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan, ya?"
__ADS_1
Tidak perlu waktu lama bagi Prisicllia untuk memahami niat Natasha. Dia ingin teritori count Lombard berada di bawah kendali kerajaan.
"Baiklah yang mulia. Saya akan menyiapkan semua yang anda butuhkan. Akan saya selesaikan dalam waktu tiga hari."
Natasha mengangguk. Prisicllia membungkukkan badannya untuk memberi hormat lalu pergi. Well, pada akhirnya Natasha dan Rose tidak perlu 'mengotori' tangan mereka sendiri.
Count Lombard mati dengan 'terhormat'. Jasadnya akan disimpan di peti yang telah dilapisi sihir waktu untuk kemudian dikembalikan ke kampung halamannya. Dia akan mendapatkan penghormatan dari Natasha.
Di saat yang sama, Natasha akan mewariskan gelar Count untuk anak laki-laki mendiang count Lombard. Tapi itu hanya di permukaan. Secara De Jure, anak laki-laki count Lombard akan menjadi penguasa di wilayah tersebut. Namun secara De facto, wilayah Lombard akan berada di bawah kendali kerajaan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Halo pembaca Budiman!
Yah, saya rasa masih ada dua hingga tiga chapter lagi sebelum kita beralih ke sudut pandang Jean lagi. Bagaimana cerita tentang para kekasih Jean? Apakah menarik untuk diikuti?
Whatever, saya berharap teman-teman dapat menikmati cerita ini. If you have critic's or advice, please don't hesitate to write in comments column.
__ADS_1
Have a nice day and see you in next chapter.
Best Regard, Mawangsyah.