
Sementara Jean sedang berada di Feldberg, Rose dan pasukannya telah menduduki Nebelhorn City di hari ketika mayat count Feldberg dikremasi dan abunya dijadikan makanan babi oleh Jean.
Meski Jean sudah memberantas sebagian besar unsur-unsur perlawanan, pasukan yang Rose komandoi masih mendapatkan sedikit resistensi dari pihak lawan. Jean sengaja melakukan itu. Prajuritnya kebanyakan adalah rekrutan baru dan mereka membutuhkan pengalaman di Medan perang.
Rose adalah gadis yang tegas tapi juga lembut. Dia menghancurkan siapapun yang melawannya tapi berbelas kasih kepada orang yang menyerah.
Jean tidak mempermasalahkan itu ketika sebuah berita datang padanya. Ia telah mengatakan kepada Rose kalau dia boleh melakukan apapun yang ia sukai. Toh, hal seperti itu sama sekali tidak mengganggu Jean.
Rose menempatkan 1000 pasukan di kota Feldberg. Termasuk 100 ksatria elit yang dilatih oleh Rose dan Jean secara langsung. Tugas mereka adalah menjaga keamanan di dalam kota. Mereka juga diperintahkan untuk mengawasi gerak-gerik penduduk. Dalam banyak hal, Rose adalah gadis yang sangat waspada.
"Tuan Jean, kami...."
Hari itu, salah seorang ksatria menghampiri Jean dan membisikan sesuatu. Mendengar itu, Jean segera bergegas mengikuti sang ksatria ke suatu tempat.
Ada sebuah bangunan kecil di sudut mansion count Feldberg. Begitu pintu dibuka, tidak ada apa-apa. Ini hanya ruang berdebu. Namun, ada sebuah benda besar yang terletak di pojok ruangan dan terselimuti oleh kain yang telah lusuh.
Jean maju dan menyibakan kain itu. Senyumnya mekar ketika melihat apa yang ada di baliknya. Sebuah tabung raksasa nan panjang dengan ruang kosong di bagian dalam hingga depan berwarna hitam terbentang di hadapannya.
Ksatrianya bingung kenapa Jean tersenyum lebar seperti itu. Namun bukan hak ia untuk mempertanyakannya. Dengan inisiatif, dia meminta izin untuk meninggalkan ruangan, yang dijawab dengan anggukan oleh Jean. Sekarang, hanya ia sendiri yang ada di sini.
__ADS_1
Melihat benda ini, ia jadi teringat dengan salah satu sesi ceramah ayahnya bertahun-tahun yang lalu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Jean, menurutmu, senjata macam apa yang paling berbahaya ketika digunakan saat perang?"
Malam itu, sesi ceramah telah selesai. Ini hanya sekedar diskusi saja.
Jean yang pada saat itu masih berusia delapan tahun memiringkan kepala. Apa yang terpikirkan olehnya adalah seorang penyihir dengan kekuatan yang sangat besar. Jean kecil pernah membaca di sebuah dongeng, kalau satu penyihir setara dengan ribuan pasukan.
Saat mendengar jawaban Jean, Nikolai tertawa. Itu memang jawaban yang kekanakan tapi juga brilian. Normalnya, Jean yang masih kecil seharusnya tidak bisa menjawab itu.
"Kau memang benar, Jean. Penyihir yang kuat bisa mengirimkan ribuan pasukan menuju kematian. Namun, jumlah mereka langka dan sangat sulit untuk ditemukan. Ketika mereka mati atau tidak bisa lagi ikut berperang, akan sangat susah untuk mencari penggantinya."
Mendengar pertanyaan anaknya, Nikolai mulai menggambar sesuatu di atas papan kayu. Benda berbentuk tabung besar dengan lubang di depannya. Ada tali sumbu yang berdiri di bagian belakang.
"Ini adalah teknologi baru dari kekaisaran Vancouver dan kerajaan Orleans, Jean. Benda ini disebut [Cannon] atau meriam. Alat ini mereka gunakan untuk membobol kastil musuh dan memberikan hentakan kepada lawan.
"Meskipun mahal dan tidak mudah diproduksi, ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membangun fasilitas untuk meningkatkan kualitas [Mage]. Menggantinya jauh lebih mudah jika hancur atau rusak.
__ADS_1
"Benda inilah yang akan mengubah jalannya pertempuran di masa depan, nak. Ingat itu."
Pada saat itu Jean hanya mengangguk. Dia kagum dengan teknologi bernama meriam itu. Meskipun...... gambar yang ayahnya buat sangat buruk.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Siapa yang menyangka kalau aku bisa melihat benda ini secara langsung. Aku tidak berpikir kalau count Feldberg bisa memproduksi benda ini. Sepertinya dia membeli secara diam-diam sejak lama dan menempatkannya di sini. Sayang sekali dia tidak sempat menggunakannya."
Count Feldberg setidaknya telah membeli barang ini sebelum Jean memegang kendali atas Dublin. Karena jika ia membelinya sekarang, Jean pasti akan melacak keberadaannya mengingat pelabuhan di Bucharest dan jalan raya di Dublin berada di bawah kendalinya.
Jean mengamankan meriam ini. Yah, tidak akan ada orang yang mengambilnya. Tapi untuk jaga-jaga, ia memerintahkan 20 Ksatria elitnya untuk mencegah siapapun yang mau ke tempat ini.
Jean memutuskan untuk kembali ke Nebelhorn semenjak urusannya di Feldberg telah selesai. Dia hanya butuh waktu hari untuk sampai ke sana mengingat dia tidak tidur sama sekali. Paling-paling berhenti hanya untuk mengistirahatkan kuda tunggangannya.
Sesampainya di sana, ia melihat hal yang menarik.
Rose sedang membariskan lebih dari 1000 orang. Mereka terlihat lesu dan lelah. Karena itu, ia mendatangi Rose dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Jawaban yang ia dapatkan membuatnya bersemangat.
"Mereka adalah orang-orang menyerang kami secara tiba-tiba, tuan Jean. 20 prajurit kita tewas bersama dengan 5 Ksatria lainnya. Awalnya orang-orang ini berjumlah 3000. Namun kami berhasil mereduksinya hingga tersisa 1000 orang."
__ADS_1
Jean mengangguk. Dari pandangan Rose, tuannya tidak terlihat marah setelah mendengar apa yang terjadi. Namun, perintah yang keluar dari mulutnya membuat Rose terkejut.
"Eksekusi semua orang ini dan seret seluruh keluarga mereka ke kamp kerja paksa."