
Tidak ada yang bisa memperkirakan kalau [Cult Of Savior] akan membuat kekacauan di Krakov. Tidak dengan keluarga kerajaan, tidak dengan Duke Cetner, juga tidak dengan gereja. Mereka semua tidak menduga kalau kultus gila ini akan melakukan teror besar-besaran.
Masing-masing dari ketiga fraksi melakukan inspeksi untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi dan sebanyak apa korban yang tewas. Catatan mereka berbeda-beda. Tetapi ada satu kesamaan. Jumlah orang yang tewas di atas angka 1000!
Duke Ankwicz dan Duke Cetner telah mengerahkan kekuatan mereka untuk mencegah agar berita ini tidak keluar dari ibukota. Tetapi, tidak ada yang berpikir kalau berita ini telah mencapai dua kekuatan besar yang berbatasan langsung dengan kerajaan Warsawa. [Empire of Riga] dan [Kingdom Of Wallachia]. Kabar ini juga telah sampai ke telinga otoritas Principality of Danzig.
Kekaisaran Riga dan kerajaan Wallachia cukup pintar untuk menahan diri. Paling-paling yang mereka lakukan hanya menempatkan lebih banyak kekuatan militer mereka di perbatasan masing-masing.
Namun Principality of Danzig tidak melihat adanya alasan untuk tidak memanfaatkan kesempatan ini. Tujuh hari setelah kekacauan di Krakov, 5000 pasukan Duke Danzig melintasi perbatasan Utara dan segera mengambil alih wilayah viscount Konarski.
Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menaklukan wilayah itu dan membuat viscount Konarski kabur ke Krakov. Tentu dia meminta bantuan kepada Duke Cetner untuk mengambil kembali wilayahnya. Namun Duke Cetner menolak.
Meski begitu, Duke Ankwicz mengirimkan bala tentaranya untuk merebut kembali wilayah Konarski. Membawa 15.000 tentara, dia berhasil membebaskan wilayah Konarski dan mengusir Principality of Danzig kembali ke negeri mereka.
"Tindakan Duke Ankwicz membuat pandangan viscount Konarski terhadap Duke Cetner menjadi goyah. Sekutunya enggan membantu tetapi musuhnya dengan senang hati memberikan bantuan untuk membebaskan wilayahnya. Keseimbangan kekuatan akan berubah lagi."
__ADS_1
Jean menatap bidak-bidak di atas papan catur dan memindahkannya dari satu kolom ke kolom yang lain. Dia tidak bermain catur dengan siapapun. Setidaknya secara fisik.
"Penilaian kekaisaran Riga dan kerajaan Wallachia sudah berubah. Kejatuhan wilayah Konarski ke tangan negeri kecil semacam Danzig membuat nilai yang dimiliki oleh kerajaan Warsawa jatuh. Benar kan, nona pelayan?"
Di belakang Jean, wanita pelayan berdiri sambil membawa nampan. Dia berjalan ke samping Jean dan meletakan secangkir minuman hangat. Malam ini dingin.
Jean menikmati segelas anggur hangat yang dicampur madu itu dengan khidmat. Rasanya lezat. Seperti yang diharapkan dari pelayan, mereka dituntut untuk serba bisa. Namun, Jean tertawa kecil. Tentu saja, ia menertawai pelayannya.
"Hei, racun semacam ini tidak cukup untuk membunuhku. Kau harus mencari cara lain untuk terbebas dariku."
"Nah, nona pelayan. Kau tahu kenapa selama kurang lebih 100 tahun, kawasan tengah Akkadia relatif damai tanpa adanya peperangan berskala besar?
"Sederhananya, karena [Balance of power] terjaga dengan baik. Masing-masing kerajaan dan bangsawan saling memperkuat kekuatan militer dan ekonomi mereka untuk saling mendominasi satu sama lain.
"Tetapi apa yang terjadi ketika keseimbangan itu mulai runtuh? Apa yang terjadi ketika salah satu dari kekuatan besar yang mendominasi kehilangan taringnya?"
__ADS_1
Nampaknya sang pelayan memiliki pemahaman politik internasional yang baik. Hanya ada satu kesimpulan. Kekacauan besar akan datang. Peperangan yang membunuh banyak nyawa akan terjadi. Dan itu tidak terhindarkan.
Kekaisaran Riga dan kerajaan Wallachia akan berusaha menjadi kekuatan dominan yang tunggal di kawasan tengah. Dan agar tujuan itu tercapai, tidak ada cara lain kecuali perang. Menghancurkan dan memusnahkan satu sama lain untuk mencapai puncak.
Serangan di Krakov dan invasi Principality of Danzig ke kerajaan Warsawa serta ketidakmampuan mereka untuk menangkal semua serangan itu adalah sinyal yang sangat jelas bagi kekaisaran Riga dan kerajaan Wallachia. Pengaruh kerajaan Warsawa sudah melemah dan perpecahan internal di tubuh mereka semakin tidak terhindarkan.
Hawa dingin menjalar ke punggung sang pelayan. Hanya karena.... Hanya karena ulah satu orang ini saja, semuanya akan berubah! Perlahan tapi pasti, kestabilan dan kedamaian yang telah terbentuk selama ratusan tahun lamanya akan ambruk dan era pergolakan di kawasan tengah Akkadia akan segera tiba.
***
Sementara perlahan keseimbangan politik semakin berubah, Krakov city bisa dibilang kedatangan pahlawan baru. Yah, yang dimaksud pahlawan baru itu adalah Jeanne dan Svetlana. Berkat mereka, korban yang berjatuhan bisa direduksi.
Bukan berarti Jeanne dan Svetlana mendapatkan penghargaan atau apapun. Tapi yang jelas, keberadaan mereka sangat dihormati oleh penduduk kota.
Mereka mulai melihat keduanya seperti Dewi penyelamat dari kehancuran. Itu tidak sampai kepada pengkultusan. Namun penghormatan semacam itu adalah sesuatu yang layak untuk diterima oleh ibu dan anak itu.
__ADS_1
Jeanne dan Svetlana belum mengetahui hal ini. Namun, roda gigi mulai bergerak. Mereka telah ditunjuk sebagai aktris oleh sang sutradara dalam drama yang berdarah-darah ini.