Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Terjebak Di Alam Lain (2)


__ADS_3

Jean sangat kelelahan. Mulutnya memuntahkan darah yang sangat banyak. Perut, dada, dan anggota tubuhnya yang lain terluka dengan cukup parah.


Tapi dia senang. Jean tidak mengeluh sama sekali ataupun menyalahkan keadaan. Dia malah sangat bersyukur. Berkat terlempar ke alam ini dan bertemu monster yang sangat mengerikan, Jean semakin bertambah kuat.


Dia tidak tahu sudah berapa lama dia di tempat ini. Satu tahun? Dua tahun? Atau mungkin sepuluh tahun?


Yang jelas, sejak dia berhasil mengalahkan 50 monster bermata tiga dengan sangat susah payah, Jean selalu berusaha mencari jalan keluar dari tempat terkutuk ini. Dia berkeliling ke seluruh area ini. Sialnya, dia pasti selalu bertemu dengan monster yang sangat kuat.


Misalnya, monster humanoid dengan tinggi lima hingga tujuh meter dengan kulit serta bulu berwarna hitam legam yang menutupi seluruh tubuhnya. Mata monster itu berwarna merah dengan taring yang memanjang ke atas serta ke bawah. Kukunya sangat panjang sampai-sampai menyentuh tanah.


Akan lebih baik jika dia hanya bertemu satu atau dua, tapi keberuntungan memang tidak berpihak padanya. Jean langsung bertemu dengan seratus monster semacam mereka! Dan semuanya jauh lebih kuat daripada monster bermata tiga!


Butuh waktu lebih dari tujuh hari untuk menghabisi mereka semua. Harganya sendiri tidak main-main. Perut Jean terluka sangat parah hingga isinya terlihat. Untunglah, Jean bisa menyembuhkan lukanya dengan baik.


Berkat monster-monster ini, Jean menyadari satu hal. Dia menyadari jalan untuk mengkultivasi kekuatannya.

__ADS_1


Ibunya pernah mengatakan bahwa ada banyak jalan untuk meningkatkan kekuatan seseorang dengan kultivasi. Tapi meskipun banyak jalan, hanya sedikit orang yang bisa menemukan jalannya sendiri.


Dan di tempat ini, Jean menemukan jalannya. Dia sendiri tidak sadar, tetapi sudah lima tahun sejak dia terlempar ke alam ini. Di tahun ketiganya, Jean dapat melihat aura 'Keinginan'.


Aura ini terkadang berwarna ungu, hitam pekat, putih, atau emas. Bergantung pada keinginan apa yang ada pada setiap makhluk.


Dan Jean bisa menyerap aura itu dan mengonversikannya sebagai energi murni. Semakin kuat keinginan seseorang, maka aura yang Jean serap akan semakin besar dan kuat. Inilah jalan kultivasi yang membuat dirinya semakin berkembang.


Dan sekarang, Jean sedang berhadapan dengan seekor naga besar berwarna hitam yang sedang sekarat. Hewan yang hanya dia lihat di buku-buku cerita kini terpapar langsung di hadapannya. Butuh waktu satu bulan untuk membuatnya seperti ini.


Jean harus mengakui bahwa naga adalah makhluk yang sangat kuat. Satu hembusan nafasnya dapat membakar seluruh hutan dan melepar sebuah gunung. Sisiknya jauh lebih keras dari baja.


Jean menghirup nafas dalam-dalam. Di alam ini dia telah melihat, bertemu, dan melawan makhluk hidup yang tidak masuk akal. Dia juga telah bertambah kuat. Meskipun hanya memakai tangan kosong ataupun dahan pohon sebagai pedang, Jean mengalami kemajuan yang sangat pesat.


Dia bersyukur kepada siapapun itu yang telah melemparkan dirinya ke alam ini. Jean lalu berusaha menyerap aura keinginan yang sangat kuat dari naga ini. Dia bisa merasakan ada keinginan dari naga ini untuk membunuh dirinya, keinginan untuk melindungi teritorialnya, dan berbagai keinginan yang lain.

__ADS_1


Seketika, Jean merasakan energi yang sangat besar mengalir dalam tubuhnya. Dia harus mengendalikan energi ini atau raga fisiknya akan rusak. Setelah mati-matian untuk mengendalikannya, akhirnya energi yang masih mentah itu mulai tenang dan mulai menyatu dalam tubuh Jean.


Tiba-tiba Jean merasa kepalanya mulai berat. Tubuhnya juga terasa sama beratnya. Perlahan, pandangan di sekelilingnya mulai gelap dan akhirnya, kesadarannya benar-benar hilang sepenuhnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hutan di dekat Saint Georgia City yang biasanya sepi kini menjadi cukup ramai. Orang-orang yang tinggal di kediaman Paman Hull sedang mencari salah satu orangnya yang hilang, Jean.


Sudah seharian penuh dia tidak kembali. Mulai dari pagi hingga malam. Bahkan Charlotte dan Selena sampai menangis saking khawatirnya. Karena itulah paman Hull memerintahkan anak buahnya untuk mencari Jean.


"JEANNN!!! DIMANA KAUUU!!"


"OIII!!! JEAN, KEMBALILAH! NONA DAN SELENA SEDANG MENANGISIMU!!"


Hutan menjadi sangat berisik dengan suara anak buah paman Hull. Karena hari sudah mulai gelap, mereka hampir saja menyerah. Tetapi mereka melihat secercah harapan ketika melihat seorang bocah dengan pakaian yang sangat kotor dan sobek dimana-mana menghampiri mereka dari balik pepohonan.

__ADS_1


"Aku.....di sini."


Dan bocah itu, Jean, rubuh ke tanah begitu saja.


__ADS_2