
Jean dan Charlotte tidak lagi mengulur waktu. Mereka langsung melakukan persiapan yang dibutuhkan. Di bawah kepemimpinan Charlotte, HuCas memiliki tiga tempat penempaan besi. Dan dengan kekuatan finansial serta cadangan baja yang mereka miliki, Charles bisa memproduksi 100 baju zirah dengan kualitas bagus dan 200 zirah dengan kualitas menengah.
Kebetulan, sekarang adalah musim panen. Charlotte membeli produk panen milik para petani seperti gandum, jelai, kentang, dan produk lainnya dengan jumlah besar. Namun, kali ini dia membeli dengan harga yang lebih rendah daripada biasanya.
Well, tidak ada petani yang mengeluh. Jumlah uang yang mereka terima masih sangat layak jika dibandingkan dengan pedagang lain yang membeli hasil panen mereka dengan harga kelewat murah.
Sementara Charlotte sedang sibuk dengan hal-hal semacam itu, Jean mulai bergerak untuk mencari tenaga manusia. Dengan iming-iming gaji sebesar 50 tembaga per minggu dan makan tiga kali sehari, Jean bisa mendapat 500 orang.
Jean sendiri yang membuat formulasi pelatihan untuk mereka. Ini adalah pelatihan standar yang Svetlana, ibunya, berikan padanya. Entah untung atau apes, yang jelas 500 orang itu akan menemui neraka mereka.
Tapi di balik itu semua, sebelum Jean turut pergi ke Medan perang, ada satu hal yang ingin dia selesaikan.
Karena itu, kesibukan yang sama juga terjadi di markas Serigala Putih siang itu. Nina mengumpulkan anggota kelompok yang terdiri para Kombatan. Wajah gadis itu terlihat sangat serius ketika berhadapan dengan anak buahnya.
__ADS_1
"Bos telah memberi perintah kepada kita untuk berkumpul malam ini. Jangan ada yang berani meninggalkan pos kalian atau aku yang akan langsung menghukum kalian."
Semua anak buahnya meneguk ludah mereka. Nina selalu serius tapi untuk pertama kalinya dia terlihat cukup tegang. Malam ini, mungkin sesuatu yang besar akan terjadi.
Dan benar saja. Malam itu juga, Jean mengumumkan sesuatu yang begitu mencengangkan.
"Malam ini, kita akan menghancurkan beruang merah hingga ke akar-akarnya. Bunuh semua anggotanya dan ambil semua harta mereka. Jangan sisakan satupun bahkan jika itu hanya setetes darah ataupun sekoin tembaga."
Beruang Merah tidak pernah lagi semenjak mereka berperang habis-habisan melawan kuda hitam. Banyak aset berharga mereka yang jatuh ke tangan Serigala Putih.
Karena itulah, meskipun tidak melakukan perlawanan ataupun menunjukan permusuhan secara terang-terangan, mereka seringkali mengganggu Serigala Putih dengan berbagai aksi yang menyebalkan.
Jean ingin memastikan kalau tidak ada yang bisa menusuknya dari belakang ketika dia pergi dari kota. Karena itu, Jean dengan tegas memerintahkan anak buahnya untuk menghilangkan segala unsur-unsur Beruang Merah.
__ADS_1
Malam itu juga, 300 orang bergerak menuju markas Beruang Merah dan menyerang pos-pos milik mereka. Seperti yang Jean perintahkan, tidak ada satupun yang tersisa.
Alhasil, semua anggota Beruang Merah, entah yang melakukan perlawanan ataupun menyerah, akan langsung dihabisi pada saat itu juga. Serigala Putih dengan ganas mencabik-cabik harkat dan martabat Beruang Merah. Semua barang berharga mereka diambil dan tiada satupun yang tersisa. Markas mereka dibakar hingga hangus, bersama dengan ratusan anggota mereka.
Anehnya, kejadian ini juga bersamaan dengan meninggalnya dua saudagar besar yang tergabung dalam persekutuan lima saudagar yang baru saja dibentuk. Tidak ada waktu untuk menyelidiki kematian mereka namun diduga keduanya meninggal karena alasan kesehatan.
Tidak masuk akal. Keduanya tidak punya riwayat penyakit apapun. Mereka juga masih berusia 40-an. Banyak asumsi yang mengatakan kalau keduanya dibunuh. Namun tidak akan ada yang bisa membuktikan hal itu.
Pada kenyataan, Jean lah yang menghabisi dua saudagar itu. Mereka mirip dengan Beruang Merah. Tidak menunjukan permisi secara langsung dengan HuCas namun berusaha menjatuhkan dia dari belakang. Berkat jaringan mata-mata milik Jean, dia tahu aktivitas yang mereka lakukan. Mulai dari menyebarkan rumor buruk, menjebak dan memaksa pegawai HuCas untuk membeberkan rahasia perusahaan, dan lainnya.
Kematian mereka akan meninggalkan kekacauan. Keduanya tidak meninggalkan surat wasiat apapun dan perusahaannya akan diwariskan pada anak-anaknya yang tidak kompeten. Sisanya, biarlah Charlotte yang memanfaatkan momentum itu untuk mengambil kesempatan.
Dengan begitu, Jean telah menyelasaikan urusannya dan membiarkan api sedikit demi sedikit mulai berkobar.
__ADS_1