
Huhhh...Jean menghela nafasnya berkali-kali. Pembicaraannya dengan paman Hull tiga hari yang lalu ternyata membebani pikirannya terus menerus.
Ternyata tidak seringan yang dia bayangkan. Membiarkan orang yang selama ini baik dan perhatian serta mengasuh dirinya sama sekali tidak mudah. Ada keinginan yang bergejolak dalam dirinya untuk membantu paman Hull tapi tekad orang itu sudah bulat.
"Tuan, anda sudah menghela nafas berkali-kali. Saya tidak begitu mengerti kenapa tapi anda terlihat bimbang. Ini tidak seperti anda yang biasanya. Ada sebenarnya dengan dirimu?"
Mar yang sedang duduk di depan Jean merasa terganggu dengan sikap tuannya yang aneh. Ada rasa sedih dalam dirinya tapi juga kecewa. Jean yang biasanya adalah orang yang periang dan kurang ajar.
Mereka berdua sedang berada di markas serigala putih sekarang. Jean membuat sebuah ruangan khusus sebagai tempat kerja Mar. Dia sudah memutuskan untuk mengangkat Mar sebagai ketua baru kelompok ini.
Tapi yah, Jean tetap memegang kendali penuh dalam organisasi. Mar memiliki wewenang untuk bergerak secara otonom, tentu dengan izin Jean pastinya.
"Katakan Mar, apa yang akan kau lakukan jika kau mengetahui diriku dalam bahaya, bahkan bisa menyebabkan kematianku, tetapi aku melarangmu untuk menghalangi kematianku?"
"Itu tidak mungkin terjadi! Bahkan jika tuan Jean melarangku untuk menolongmu, aku akan pergi ke tempatmu tidak peduli apapun resikonya! Aku akan...."
Mar menyadari kalau dia sudah tidak sopan dengan Jean. Dengan mimik yang sangat malu, Mar menghentikan dirinya dan kembali duduk.
Mar menjernihkan pikirannya. Yah, dia memang sedikit impulsif ketika berbicara masalah Jean, tetapi di luar itu, dia adalah orang yang cerdas.
"Jika itu benar-benar terjadi, apakah tuan Jean sudah membulatkan tekad untuk hal itu? Apakah anda sudah siap untuk mati tanpa satupun yang menolong anda?"
__ADS_1
Mar memandangi wajah Jean. Sama sekali tidak ada keraguan.
"Ya, tentu Saja. Aku tidak mengatakan itu pada kau atau yang lainnya jika aku tidak benar-benar siap."
Ekspresi Mar menjadi pahit. Tetapi dia tetap menjawab apa yang harus dia lakukan.
"Maka aku tidak akan membantu tuan Jean. Meskipun aku harus menangis, mengamuk, marah, aku harus tetap mematuhi perintah dan menghargai keputusan anda. Tidak peduli....tidak peduli betapapun sakitnya itu."
Jean tersenyum. Kata-kata dari Mar membuatnya tenang. Dia tahu paman Hull telah membulatkan dirinya untuk mati dan menyerahkan semuanya pada anak gadisnya dan istrinya. Paman Hull tidak ragu, maka tidak ada alasan bagi Jean untuk ragu. Akhirnya moodnya kembali seperti semula.
"Baiklah Mar, selesaikan pekerjaanmu secepat mungkin dan panggil yang lain."
Mar tersenyum ketika melihat kondisi Jean telah kembali seperti sedia kala. Dia dengan cepat menyelasaikan beberapa dokumen yang sedang dia tanda tangani dan memanggil orang-orang ke depan Jean.
Jean diam sejenak. Dia melihat reaksi puluhan anak buahnya. Ada yang sangat tertarik, tapi ada juga yang biasa saja. Bagusnya, Tidak ada penolakan dari mereka.
"Mereka telah mengambil apa yang seharusnya menjadi milik kita. Mereka membunuh rekan kita, menyiksa teman kita, dan memaksa wanita yang kalian miliki untuk tunduk di bawah kaki mereka.
"Well, itu adalah kebodohan pemimpin sebelumnya untuk membiarkan semua yang kalian miliki direbut tanpa melakukan perlawanan apapun. Karena itu, malam ini aku akan memberikan kalian kesempatan.
"Bunuh semua orang yang telah merebut sesuatu dari kalian. Biarkan bangkai-bangkai mereka terebar di jalanan, menjadi makanan bagi tikus dan para belatung. Jadikan darah mereka sebagai bukti bahwa siapapun yang berani mengambil sesuatu yang berharga untuk kalian, maka mereka semua akan bernasib sama dengan bangkai-bangkai itu."
__ADS_1
Pidato Jean tidak berapi-api. Namun semua yang dia ucapkan menusuk hati mereka semua. Keinginan untuk balas dendam, keinginan untuk mengambil apa yang menjadi milik mereka, bangkit dari dasar hati mereka.
Malam ini, salah satu malam paling berdarah dalam sejarah kerajaan Dublin telah dimulai.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kelompok kuda hitam memiliki sejarah permusuhan yang cukup panjang dengan kelompok serigala putih. Berkat kekuatan yang mereka miliki, kelompok ini seringkali menyerbu pos-pos milik Serigala Putih yang pada dasarnya lebih lemah daripada mereka.
Sebenarnya bisa saja kelompok Serigala Putih merebut kembali pos dan markas yang direbut dari mereka. Tetapi pemimpin sebelumnya yang bodoh melarang hal itu karena kepengecutan yang ia miliki. Alhasil, semakin banyak teritorial Serigala Putih yang jatuh ke tangan kelompok Kuda Hitam.
Salah satu pos yang mereka rebut adalah rumah bordil yang berjarak dua kilometer dari markas pusat Serigala Putih. Kelompok Kuda Hitam menempatkan 100 hingga 150 orang untuk menjaga rumah bordil ini.
Kelak, mereka akan menjadikan tempat ini sebagai pijakan untuk menyerang markas Serigala Putih ketika waktunya tiba.
Ada 50 orang yang berjaga di luar untuk malam ini. Ada yang berpatroli untuk memastikan keadaan di sekitarnya, Ada beberapa orang yang sedang mengobrol satu sama lain, ada juga yang sedang mabuk.
Tanpa sepengetahuan mereka, belasan anak panah berterbangan ke arah mereka. Mendadak, 15 orang terkena panah itu di bagian vital tubuh mereka dan tewas seketika.
Tentu saja kebingungan tiba-tiba muncul. Dari mana munculnya anak-anak panah ini. Tetapi sebelum kebingungan mereka hilang, lima belas anak panah mendatangi mereka lagi.
Kali ini mereka berhasil berlindung. Meskipun beberapa orang tewas, tetapi korbannya tidak sebanyak tadi. Tetapi yang tidak mereka duga adalah fakta bahwa mereka telah terkepung!
__ADS_1
Orang-orang dari kelompok Serigala Putih datang dari segala penjuru datang untuk menyerang mereka. Depan, belakang, kanan, dan kiri. Sebelum kehebohan yang besar terjadi, semua anggota Serigala Putih berhasil membunuh mereka semua.
Dan perang dengan kelompok Kuda Hitam telah dimulai.