
"Selamat datang, tuan Jean. Silahkan duduk. Kami sudah menunggu kedatangan anda sedari tadi."
Viscount Lostov menyambut Jean secara langsung di ruang tamu. Dengan senyum ramah, Jean menerima tawaran Viscount dan duduk.
Di atas meja, makanan ringan serta teh hangat sudah terhidang. Para pelayan keluar setelah Viscount Lostov memberikan isyarat untuk meninggalkan dia dan Jean berdua.
"Terimakasih atas undangan yang anda berikan, Viscount. Sebuah kehormatan bagi saya untuk berhenti dengan anda."
Ini bukan pertama kalinya Jean berhadapan dengan orang yang secara status lebih tinggi daripadanya. Bahkan, dia sudah pernah bertemu langsung dengan raja. Jadi dia tidak merasa gugup ketika berada di depan Viscount Lostov.
"Tidak perlu sungkan, tuan Jean. Anda adalah pemuda yang luar biasa. Meskipun secara status anda berada di bawah saya, tetapi kemampuan serta kecerdasan anda berada ditingkat yang sama dengan saya. Ah, bagaimana kalau kita saling melepas formalitas?"
Jean tersenyum seolah berterimakasih atas keramahan yang dihadirkan oleh Viscount Lostov. Namun dalam hatinya, dia tersenyum kecut. Apa iya anda memang cerdas, Viscount Lostov?
"Baiklah, aku akan langsung masuk ke poinnya, tuan Jean. Seperti yang kita pahami bersama, rekan-rekan bisnis anda telah melakukan kesalahan yang fatal dengan melepas budak-budak mereka ke jalanan.
"Akibatnya, seperti yang anda tahu sendiri, tempat ini dijarah oleh babi-babi seperti mereka. Rumah-rumah kami terbakar dan harta kami diambil. Kerugian yang kami derita cukup besar sampai-sampai butuh waktu yang lama untuk memulihkan kondisi kami seperti sedia kala.
__ADS_1
"Karena itulah, saya meminta anda untuk membujuk mereka agar membayar biaya ganti rugi kepada kami. Ingat, kami adalah Bangsawan. Kami memiliki otoritas yang jauh lebih tinggi daripada anda ataupun mereka. Jika kami tidak mengizinkan, maka tidak ada satupun dari kalian yang dapat beroperasi di kerajaan Dublin."
Jean tersenyum kecut. Dia tidak lagi menyembunyikannya. Dia sudah tahu kalau pembicaraannya dengan viscount Lostov akan mengarah ke hal ini.
Itu sama sekali bukan permintaan. Itu jelas ancaman. 'Kalau kau tidak menuruti kemauanku, maka bersiaplah untuk menghadapi konsekuensinya'. Kurang lebih itulah yang viscount Lostov katakan.
Jean menghela nafasnya dan berbicara pada viscount Lostov dengan tenang.
"Viscount Lostov, tugas saya sebagai penengah yang ditunjuk langsung oleh raja bukanlah menekan salah satu pihak untuk menuruti kemauan pihak lain.
"Tugas saya adalah mencari jalan tengah untuk anda, tuan bangsawan lain, dan kelompok pedagang. Dengan alasan itulah saya mengadakan forum mediasi untuk kedua pihak yang bertikai.
Jean berhenti sejenak. Dia membasahi kerongkongannya yang kering dengan teh hangat yang tersaji di depannya. Viscount Lostov terlihat ingin membuka mulutnya, tetapi Jean memotongnya.
"Dan tolong jangan ancam saya dengan sesuatu yang kekanakan seperti itu. Ingatlah bahwa pundi emas dan perak yang anda dapatkan adalah berkat pajak dan upeti lain yang kami bayarkan pada para bangsawan.
"Tanpa kami, anda dan kelompok anda tidak akan bisa membeli barang-barang mewah, mendapatkan bahan-bahan makanan dengan kualitas tinggi, dan perhiasan yang menempel di tubuh anda.
__ADS_1
"Ingatlah, pakaian yang sekarang anda pakai, terompah yang anda kenakan, sofa yang anda duduki dan kasur yang anda tiduri serta teh dan kue yang anda konsumsi, semuanya diproduksi dan di jual oleh kami.
"Bahkan jika anda mengambilnya alih semua aset produksi saya dan HuCas secara paksa, saya yakin anda tidak bisa menjaga dan mengelolanya dengan baik."
Viscount Lostov bungkam. Dia memasang ekspresi tenang di wajahnya. Tetapi di dalam hatinya, dia sangat marah dengan apa yang Jean katakan.
Bahkan jika viscount Lostov tidak mengakuinya, semua yang Jean katakan memang benar. Di bawah kendalinya, HuCas menjelma perusahaan dagang yang sangat besar dimana produknya telah menguasai pasar.
30 persen dari produk sehari-hari yang digunakannya oleh masyarakat kalangan atas maupun bawah, semuanya diproduksi oleh HuCas. Pakaian, perabotan, perhiasan, bahkan senjata dan alat pertanian. Itu adalah kue yang sangat besar!
Bahkan jika dihitung-hitung, harta yang Jean miliki jauh lebih besar daripada Viscount Lostov. Tidak, lebih besar daripada keluarga Earl Baldric dan hampir menyamai harta keluarga Cassilas.
Viscount Lostov telah kehilangan kartunya di sini. Dia sudah kalah. Kemarahannya semakin menjadi ketika melihat Jean tersenyum dengan santai.
"Baiklah, saya rasa tidak ada lagi yang harus kita bicarakan mengenai hal ini. Haruskah kita lanjut ke diskusi selanjutnya?"
Viscount Lostov merasakan hawa intimidasi yang menekan dirinya. Dia dengan berat menelan ludahnya. Alih-alih memegang kendali atas situasi yang telah dia skenario kan dalam kepalanya, justru dirinyalah yang dikendalikannya oleh seorang bocah berusia 14 tahun!
__ADS_1
Jean telah memenangi babak pertama dalam arena pertarungan antara dirinya dan Viscount Lostov.