Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Kematian Karina


__ADS_3

Di saat yang sama ketika Jeanne dan Jean bersenang-senang.....


Di kota perbatasan, Szymon Krzys tidak kuasa untuk menahan amarahnya. Dia tidak ragu untuk menendangi anak buah viscount Konarski, sang penguasa perbatasan, yang baginya tidak becus.


Itu karena mereka tidak bisa menemukan Jeanne dan mayat Karina yang telah terbunuh! Oke, dia tidak terlalu peduli dengan mayat Karina. Tetapi bagaimana dengan Jeanne!? Seharusnya ia tidak berada jauh dari lokasi kematian Karina!


"Tuan muda Krzys, tolong berhentilah menendangi anak buah saya. Bahkan jika anda menghajar mereka hingga seribu kali lagi, tidak akan ada yang berubah."


Viscount Konarski merasa terganggu ketika anak buahnya dihajar oleh Szymon. Sementara itu, Szymon akhirnya berhenti dan mengarahkan tatapan tajamnya pada viscount Konarski.


"Heh? Apa kau mau menggantikan mereka, bajingan!? Baiklah kalau itu yang kau inginkan!"


Szymon membocorkan aura membunuhnya ke viscount Konarski. Itu aura membunuh yang kuat. Bahkan kaki viscount Konarski bergetar karenanya. Namun ini bukan pertama kalinya viscount Konarski berhadapan dengan aura membunuh.


Dengan tatapan tajam dan dingin, dia menekan Szymon dengan kata-katanya.


"Saya adalah seorang bangsawan, tuan Krzys. Bahkan status saya lebih tinggi daripada anda yang belum menjadi seorang Count. Anda tidak akan lolos dengan selamat jika sesuatu terjadi kepada saya akibat ulah anda. Ingat itu."


Szymon berpikir sejenak lalu mendecakan lidahnya. Dia mengangkat kakinya dari anak buah viscount Konarski yang ia injak-injak dan pergi keluar.

__ADS_1


"Bawa dia dan sembuhkan. Bersihkan darah-darah yang berceceran. Aku sendiri yang akan mencari orang yang Szymon inginkan."


Viscount Konarski tidak punya pilihan selain turun tangan. Kalau dibiarkan terus seperti ini, Szymon akan semakin liar dan ia tidak mau itu terjadi.


Saat itu juga, seorang gadis berpakaian layaknya seorang ksatria membuka pintu ruangan viscount Konarski dengan keras. Dia memilih rambutnya blonde yang indah dipotong sampai bahu. Tinggi tubuhnya kurang dari 165 cm. Namun begitu, dia kuat.


"Biarkan aku ikut dengan kalian! Karina dan Jeanne menghilang! Mereka berdua adalah temanku dan aku bersumpah akan menemukan mereka!"


Viscount Konarski menghela nafas dan memijat keningnya. Kalau tahu begini, sejak awal dia tidak akan berkolusi dengan Szymon untuk memfasilitasi rencana ini.


Sederhananya, viscount Konarski berada di pihak Duke Cetner karena alasan pertalian darah. Nenek dari pihak ibunya adalah anak dari keluarga Cetner beberapa generasi sebelumnya.


Mengetahui apa yang akan dia dapatkan ketika bekerja untuk Duke Cetner, viscount Konarski dengan senang hati melaksanakan tugasnya. Namun ia tidak menyangka kalau semuanya akan kacau balau.


Hanna menyanggupinya. Dan sudah ditentukan bahwa esok hari, viscount Konarski, Hanna, dan anak buahnya akan melakukannya pencarian ke dalam hutan perbatasan.


Keesokan harinya, pencarian benar-benar dilakukan. Viscount Konarski mengerahkan 100 ksatria terbaiknya dan mulai masuk ke dalam hutan. Hanna berjalan di depan sebagai navigator bersama dengan Bene Ksatria milik viscount Konarski lainnya.


"Aneh... Hutan ini seharusnya rusak. Tetapi, kenapa tidak ada jejak dan bekas pertarungan sama sekali?"

__ADS_1


Viscount Konarski mendengar Hanna bergumam. Jantungnya berdetak sedikit lebih kencang. Dia juga bingung. Lima orang misterius mengatakan padanya kalau akan ada pertarungan di hutan. Tetapi kenapa semuanya terlihat baik-baik saja?


Ada yang tidak beres. Itulah kesimpulan yang diambil oleh viscount Konarski. Dia memerintahkan anak buahnya untuk mundur. Namun Hanna dengan tegas menolak.


"Aku berpisah dengan Karina tidak jauh dari sini! Aku yakin lokasi ia berada pasti sudah dekat!"


Viscount Konarski mendecakan lidahnya. Pada akhirnya ia mundur. Tetapi ia meninggalkan 50 orang Ksatria miliknya bersama Hanna dan membiarkannya untuk melanjutkan pencarian.


Hanna terus masuk ke dalam hutan. Meski hanya baru satu kali, ia sudah lumayan terbiasa. Kecuali para ksatria yang mengikutinya. Kelihatannya mereka belum pernah masuk ke hutan ini sama sekali.


Tidak butuh waktu lama bagi Hanna untuk menemukan petunjuk. Bercak darah yang ada di tanah dan mengular dengan panjang memberikan Hanna sedikit harapan. Semoga sahabatnya baik-baik saja.


Para ksatria yang menemani Hanna mau tidur mau merasa hormat kepadanya. Mereka sudah tahu kalau kebanyakannya ksatria ibukota adalah sekelompok orang egois. Jangankan rekan, bahkan mereka tidak ragu untuk menjatuhkan keluarga mereka sendiri hanya untuk keselamatan mereka.


Namun Hanna berbeda. Dia bahkan rela masuk ke hutan berbahaya demi mencari sahabatnya. Diam-diam, para ksatria sangat menghormati loyalitas Hanna.


Namun Hanna tidak memedulikan mereka. Dia tetap menyusuri petunjuk yang ada di bawahnya. Terus-menerus hingga ia sampai ke sebuah semak-semak lebat.


Hanna mengeluarkan pedangnya dan menebas semak-semak tersebut. Setelahnya, Ia jatuh berlutut dengan wajah yang shock dan hati yang sakit.

__ADS_1


Karina, sahabat baiknya, tewas dengan sangat mengenaskan. Tubuhnya dicabik-cabik dan semua anggota tubuhnya seperti tangan dan kaki terpisah-pisah. Hanya kepalanya yang masih menyatu dengan lehernya. Dan yang lebih penting lagi, sebuah luka sayatan mengangkat di perutnya.


Hari itu juga, hati Hanna hancur berkeping-keping.


__ADS_2