
Sementara Count Lesko dan Haroon sedang membicarakan sesuatu di ruang kerjanya, Ulrich dan Kalina sedang duduk berhadapan. Atau begitulah awalnya. Ketika Ulrich mengatakan bahwa dirinya tidak lagi menjadi mentor Kalina, gadis itu menjadi begitu sedih, bahkan sampai menangis.
Untuk menenangkan gadis tersebut, Ulrich meletakan Kalina di pangkuannya. Dia berkali-kali berbisik bahwa ini bukanlah akhir dari pertemuan mereka.
"Benarkah? Ulrich.... Kamu tidak berbohong padaku kan?"
Ulrich tersenyum tipis dan menggeleng. Atas nama count Lesko, Haroon hanya memberikan waktu dua jam pada Ulrich untuk bertemu Kalina. Sebelum Ulrich pergi, dia mencuri ciuman pertama Kalina, menyentuh bibirnya ke bibir kecil Kalina. Gadis itu seketika merona wajahnya dan tidak mengatakan apapun.
"Mari kita bertemu di kesempatan lain, Kalinaku."
Itulah yang Ulrich katakan sebelum dirinya pergi dari kediaman count Lesko. Pada akhirnya, ia berhasrat menenangkan gadis kecilnya yang manis.
"Haruskah aku membelikan sesuatu untuk Elyse dan Elsie?"
Menggumamkan hal itu, Jean yang masih menyamar sebagai Ulrich memutuskan untuk mampir ke toko mainan dan membelikan kedua adiknya mainan. Elyse dan Elsie baik-baik saja. Jiwa mereka berdua telah terhubung dengan Jean. Jadi Jean bisa dengan mudah memeriksa keadaan dan kondisi jiwa mereka.
Tidak ada sesuatu yang istimewa. Sore itu, setelah Jean membelikan mainan untuk adik kembarnya, ia memutuskan untuk kembali ke rumah nenek Alija.
"Selamat datang kembali, Kakak!"
__ADS_1
"Ah, terimakasih Elsie. Ini ada hadiah untukmu. Panggil Elyse ke sini juga. Aku punya hadiah untuknya."
"Baiklah!"
Elsie mengambil hadiahnya dan membawa hadiah lain untuk kakaknya. Begitu gadis itu pergi, dua orang tamu menghampiri tempat tinggalnya.
"Halo Jean! Apakah kami mengganggumu? Maaf karena tidak bilang kalau kita ingin mampir."
Mereka adalah Svetlana dan Jeanne. Dengan senyuman, Jean menyambut keduanya dengan tangan terbuka. Mengajak ibu dan kakaknya masuk, dia memanggil Elyse dan Elsie. Si kembar senang dengan kedatangan mereka. Alhasil, Jean dan yang lainnya menghabiskan waktu mereka bersama di sore itu.
***
Malam di hari yang sama, Kharkiv menjadi sangat sepi. Biasanya, aktivitas penduduk masih agak ramai, setidaknya sampai tengah malam datang. Namun karena teror yang dilakukan oleh anggota [Cults of Savior], tidak ada satupun dari penduduk yang berani keluar rumah.
Di saat yang bersamaan, 15 orang merayap di tengah kegelapan malam. Mereka menggunakan pakaian serba hitam. Tidak jelas siapa mereka karena wajahnya yang tertutup. Mereka benar-benar menyatu dalam kegelapan.
Perlahan, mereka berjalan menuju ke luar tembok kota. Tidak ada satupun penjaga yang menyadari kehadiran mereka. Para penjaga itu bahkan masih asyik minum-minum ketika kelompok misterius tersebut melewati pos mereka.
"Gerombolan tidak kompeten..."
__ADS_1
Salah satu dari mereka menggerutu namun tidak ada yang menyentuh para penjaga. Mereka ingin bergerak secepat dan sesenyap mungkin. Tanpa menimbulkan kecurigaan, tanpa meninggalkan jejak. Para penjaga bukanlah target mereka.
Mereka menuju ke sebuah rumah yang agak besar berbahan kayu. Situasi di sana terlihat sangat sepi. Mereka tidak merasakan ancaman atau apapun. Namun untuk jaga-jaga, lima orang dikerahkan untuk mengintai area sekitarnya sementara 10 orang lainnya mulai mengepung rumah tersebut.
Kelompok misterius ini adalah sekelompok pasukan rahasia milik count Lesko. Tingkat kultivasi mereka berada di ranah [Earth Realm] tingkat lima sampai 8. Mereka adalah petarung terlatih dan telah banyak mengerjakan misi rahasia maupun tugas kotor lainnya. Pemimpin dari kelompok ini adalah Haroon. Ya, butler milik count Lesko.
"Untuk membunuh seorang pemuda ternyata harus mengeluarkan setengah dari kekuatan kami. Merepotkan....."
Yang menjadi masalah bukan target mereka yaitu Ulrich. Henryk dan Alija yang benar-benar merepotkan. Sebagai orang yang satu generasi dengan mereka dan telah berperang di medan yang sama, Haroon memiliki pemahaman akurat mengenai seberapa kuat Henryk dan Alija.
Henryk dijuluki sebagai [one man army]. Kekuatan individunya bisa disetarakan dengan 1000 pasukan elit. Haroon melihat sendiri bagaimana Hendryk maju ke medan perang sendirian dan membantai ribuan musuh.
Untuk Alija, dia adalah Mage yang mahir menggunakan seluruh elemen. Elemen favoritnya adalah angin, api, dan tanah yang memiliki jangkauan luas dan daya bunuh yang tinggi. Haroon menyaksikan bagaimana Alija seorang diri mengubur lebih dari 10.000 pasukan musuh ke dalam tanah dalam sekali serang.
Karena itu, Haroon tidak berniat untuk menyerang keduanya dengan frontal. Yang ia butuhkan hanyalah waktu. Selagi anak buahnya mengulur waktu dengan melawan Henryk dan Alija, Haroon akan menyelesaikan misinya dengan cepat lalu mundur ke hutan, membuat seolah serangan tersebut dilancarkan oleh pihak yang tidak dikenal.
Saat Haroon melihat ingin memberikan perintahnya, sebuah suara muncul dari belakang mereka, membuat semua yang ada di sana merinding?
"Oya? Siapa gerangan yang menyusup ke rumah kakek Henryk dan nenek Alija seenaknya?"
__ADS_1
Saat mereka menoleh ke sumber suara tersebut, seorang pemuda berdiri di sana. Sambil tersenyum. Haroon merasakan sesuatu yang tidak enak tapi ia mengabaikannya.
Dia tidak tahu siapa anak ini. Yang jelas, Haroon akan menyingkirkan dia terlebih dahulu.