Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Krakov Under Attack (3)


__ADS_3

Ini adalah serangan terbesar yang pernah dilancarkan oleh [Cult Of Savior]. Faktanya, dalam sejarah, mereka tidak pernah melakukan serangan skala besar. Paling-paling yang mereka lakukan hanyalah pembunuhan kecil-kecilan yang menargetkan orang tertentu saja.


Tapi kali ini berbeda. Tindakan mereka benar-benar di luar batas. Lebih dari 100 anggota kultus dengan berani membawa ibukota ke dalam kekacauan. Serangan mereka dimulai dari katedral lalu melebar ke mana-mana.


Tentu saja ordo Ksatria kerajaan dan ordo ksatria gereja dikirim untuk melawan mereka. Namun itu cukup terlambat. Dan orang-orang kultus itu lebih siap dari yang siapapun kira.


Mereka menghancurkan fasilitas vital di Krakov city dan membakar mereka hingga menjadi abu. Termasuk katedral, markas ksatria, pasar, alun-alun, dan tempat lainnya.


Para ksatria yang dikirim juga dengan mudah di sergap oleh mereka dari gang-gang kecil dan reruntuhan bangunan yang ada di ibukota, menyebabkan jumlah korban yang berjatuhan semakin banyak.


Jeanne dan Svetlana sudah bergabung dengan para ksatria. Korbannya lebih banyak dari yang mereka bayangkan. Ibu dan anak itu sama sekali tidak menyangka kalau anggota kultus memiliki kekuatan yang cukup untuk menghancurkan barisan ksatria elit nan terlatih.


Sementara ordo ksatria gereja merasa sedikit terganggu, kehadiran Jeanne dan Svetlana disambut oleh ordo ksatria kerajaan. Terutama Jeanne. Tanpa banyak sambutan dan ucapan terimakasih, mereka bahu-membahu menghabisi anggota kultus keselamatan yang lain.


"Mama, jumlah mereka sama sekali tidak ada habisnya. Setelah kita membunuh satu, muncul lima lainnya. Kalau begini terus, kehancuran yang mereka buat akan semakin meluas!"


Svetlana mengangguk. Ia setuju. Entah bagaimana mereka terlalu bebal. Ada sesuatu yang ang tidak beres. Kalau mereka terus bermunculan, kedua kubu Ksatria pasti akan roboh.


Masalahnya, ordo ksatria tidak dilatih untuk situasi [Urban Warfare]. Apa lagi dalam skala yang cukup besar seperti ini.

__ADS_1


Yang harus mereka lakukan ketika skenario ini terjadi adalah menyelamatkan keluarga kerajaan dan para bangsawan ke tempat yang aman sembari menjadi tameng daging untuk melindungi mereka. Kurang lebih seperti itu kasarnya.


Tetapi karena keluarga kerajaan dan bangsawan tidak berada di bawah ancaman siapapun, kepala ksatria kerajaan berinisiatif untuk menurunkan anak buahnya demi membasmi kultus. Secara teknis, dia sudah melanggar peraturan.


Kembali ke pertarungan.


Sejauh ini, Jeanne dan Svetlana sudah tidak lagi menghitung berapa yang mereka bunuh. Yang harus mereka lakukan sekarang adalah memberikan pukulan telak pada anggota kultus dan membuat mereka mundur ke sarang mereka masing-masing.


Jeanne terus membakar dan Svetlana menghancurkan mereka dengan cahayanya. Meski mereka lemah, mereka semua terus bermunculan layaknya kecoak.


Salah seorang anggota kultus berhasil mencapai Jeanne setelah membunuh beberapa ksatria yang menghalanginya. Tentu saja Jeanne sudah menyadari hal itu. Ia dengan mudah menghindari tebasan belati yang diarahkan padanya dan membalas dengan pedang apinya.


Pertarungan keduanya hampir saja berlanjut ketika sebuah lengkingan aneh terdengar. Saat itu juga, satu per satu anggota kultus mulai mundur dari kota ke sarang mereka masing-masing. Beberapa ordo ksatria dari gereja maupun kerajaan berusaha mengejar mereka namun gagal.


Serangan berskala besar di Krakov akan mengubah keseimbangan kekuatan antara fraksi keluarga kerajaan dan Duke Ankwicz dengan fraksi Duke Cetner dan pendukungnya. Perlahan-lahan, keunggulan mulai berpihak pada Duke Cetner.


***


Siang itu, ketika pertempuran dalam kota telah selesai, Jean berdiri di atas sebuah gedung yang masih kokoh. Tatapan dinginnya menyapu seluruh ibukota yang kebanyakan telah menjadi puing-puing.

__ADS_1


Banyak bangunan terbakar yang belum dipadamkan. Rakyat jelata yang kehilangan harta, tempat tinggal, dan orang yang mereka cintai, sedang meratapi nasib mereka tanpa bisa melakukan apapun.


Sebaliknya, wilayah bangsawan sama sekali tidak terganggu. Ksatria dari masing-masing ordo menjaga wilayah tersebut dengan sangat ketat, menyulitkan penyerbu untuk memporak-porandakan tempat itu.


Jean tersenyum dingin. Dia menikmati aura putus asa dari mereka yang kehilangan. Dia juga menikmati aura angkuh para bangsawan yang menjadikan hal ini sebagai tontonan. Dia enjoy dengan aura kesedihan para ksatria yang kehilangan rekan mereka.


"Anda kelihatan menikmati semua ini tuan. Sepertinya anda adalah orang yang menggerakkan [Cult Of Savior]. Apakah saya benar?"


Mendengar wanita pelayan bertopeng di belakangnya, Jean menggeleng. Tatapan dan senyumnya masih sama. Dingin.


"Nah, tidak seperti itu kok. Aku sama sekali tidak menggerakan mereka. Yah, walaupun aku tahu sih kalau mereka akan menyerang kota hari ini."


"Dan anda tidak berusaha mencegah hal itu terjadi?"


Jean menoleh ke belakang. Meski tertutup oleh topeng, Jean dengan mudah mengetahui ekspresi pelayan ini sekarang.


"Tolong jangan memasang wajah seperti itu, nona pelayan. Kau perlu mengingat bahwa aku tidak memiliki ikatan dengan negeri ini. Jadi yah.... Entah negeri ini hancur atau tidak itu bukan urusanku sama sekali.


"Ah, tapi tenang saja. Aku akan menjamin keselamatan 'permata' mu. Mau bagaimana pun, aku ada hubungan dengannya."

__ADS_1


Sang pelayan tidak mengerti dengan apa yang Jean katakan. Namun Jean tidak begitu peduli. Misinya kali ini sudah tercapai. Tidak lama lagi, pahlawan akan muncul dari Krakov.


__ADS_2