Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
The Culprit (3)


__ADS_3

Hujan cairan aneh masih berlanjut. Namun korban semakin sedikit. Bukan karena efeknya semakin berkurang, namun semakin banyak penduduk yang menjadi korban. Perlu diketahui, jangkauan hujan ini sangat luas dan tidak terbatas hanya pada kota Krakov saja.


"Tujuannya sudah tercapai. Hujan ini tidak diperlukan lagi."


Jean menjentikkan jarinya. Hujan yang sejak tadi melanda kota Krakov dan beberapa wilayah lainnya secara tiba-tiba berhenti. Lingkaran sihir berwarna merah darah yang menutupi langit, sirna begitu saja.


"Berhenti? Apa yang kau lakukan?"


Pria berjubah itu bertanya pada Jean. Tetapi dia tidak mendapat jawaban yang ia harapkan. Jean hanya tersenyum kecil.


"Cih, dasar rendahan. Aku tidak tahu siapa dirimu. Tetapi yang jelas, kau tidak begitu kuat. Kau hanya sedang beruntung karena berhasil membunuh beberapa anak buahku."


Pria itu mengeluarkan pedangnya, diikuti dengan anak buahnya. Dengan frontal, ia menyerang Jean tanpa ragu, seolah pemuda yang ada di hadapannya tidak lebih kuat daripada wanita yang dia incar sebelumnya.


Dia sudah sangat yakin ayunan pedangnya telah mengenai Jean dengan presisi. Dengan tatapan puas, dia menarik pedangnya dan melihat bilahnya. Namun betapa terkejutnya ia ketika tidak melihat satu pun bercak darah di pedangnya.

__ADS_1


'Tidak kena!? Tapi kenapa?'


Belum selesai ia mencerna apa yang sebenarnya sedang terjadi, dia melihat semua kepala anak buahnya terjatuh ke tanah, terpisah dari leher mereka. Sedetik kemudian, darah menyembur deras dari leher mereka, menghujani pria tersebut.


"Aku tebak kau benar-benar tidak belajar ya. Aku pikir dengan melihat dua anak buah terbaikmu yang aku bunuh akan membuat dirimu sadar bahwa aku tidak selemah itu. Ternyata kau lebih idiot dari yang aku pikirkan."


Mendengar provokasi yang ditujukan padanya, pria itu nampak sangat marah. Aura kebencian dan kemarahan di sekelilingnya semakin kuat. Tekanan yang terasa di sekelilingnya juga membesar.


"Jangan meremehkanku bocah bajingan! Hanya karena berhasil menghindari satu seranganku bukan berarti kau kuat!"


Di balik tudung yang ia pakai, pria itu tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Bagaimana mungkin seorang yang lebih muda dan lebih lemah daripada dirinya bisa menghentikan tebasan yang penuh kekuatan dengan mudah!?


Tanpa menghabiskan banyak waktu, ia mengambil jarak dari Jean. Dia segera membuat sepuluh tombak api berwarna hitam dan menembakkannya ke arah Jean.


Dengan santai, Jean mengayunkan tangannya. Sepuluh tombak api hitam yang melesat ke arahnya, terpental ke berbagai arah sebelum sempat mengenainya. Beberapa menyentuh tanah, membuat ledakan dan lubang yang cukup besar. Ada juga yang menabrak gedung, membuatnya meledak, terbakar, lalu runtuh.

__ADS_1


Meskipun terkejut, pria itu tidak memiliki banyak waktu untuk tenggelam dalam kekagetannya. Dia segera menciptakan ratusan panah api hitam di atas kepala Jean. Tetapi tidak terlihat sedikitpun kepanikan di wajahnya.


Ratusan panah api hitam menyerang Jean dari segala arah, siap memusnahkan diri dan jiwanya tanpa sisa. Ledakan yang dahsyat terjadi ketika semua panah api hitam itu menyentuh Jean, menerbangkan seluruh bangunan yang berada dalam radius 100 meter.


"Hahahaha! Rasakan itu, pecundang! Itulah akibatnya jika kau bermain-main denganku!!"


Orang itu tertawa lepas melihat lawannya diledakkan dan terbakar oleh panah apinya. Dia harus menggunakan sebagian besar mana miliknya. Namun hasil yang ia dapat sesuai dengan apa yang ia keluarkan.


Namun lambat laun, tawanya mereda. Di ganti oleh tatapan terkejut, benci, lalu takut. Dari balik api dan asap yang berkepul, sesosok pemuda keluar dari sana, tanpa tergores sedikitpun. Bahkan tidak dengan bajunya.


"Usaha yang bagus. Tapi hanya seperti itu tidak akan cukup untuk membunuhku. Ngomong-ngomong, aku tidak punya banyak waktu. Jadi mari kita selesaikan pertarungan ini secepatnya."


Jean yang keluar dari balik kepulan asap dan api, tersenyum. Namun senyumnya kali ini berbeda. Senyum dingin nan keji.


***

__ADS_1


Chapter selanjutnya adalah final battle. Selamat menunggu 🥰


__ADS_2