Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Pirates Slaughter


__ADS_3

"Maaf, yang kemarin-kemarin itu hanya bercanda. Bagaimana kalau kita mulai serius sekarang, Christov?"


Jean mengangkat kerah Christov dan membantingnya dengan sangat mudah. Jean tersenyum ketika mendengar suara derak dari tulang-tulang Christov yang patah.


Christov hanya bisa mengerang kesakitan ketika tulang-tulangnya patah. Dia tidak lagi memiliki tenaga untuk berteriak. Jean tersenyum. Dia dengan tangan mengangkat tubuh Christov lagi. Kali ini ia membantingnya ke arah bebatuan.


Jean terus melakukan hal itu sampai ia melihat ke dalam tubuh Christov kalau semua tulangnya telah patah. Jujur, ia merasa senang dan menikmati suara permohonan ampun dari Christov.


"Aku pikir kau akan lebih kuat. Tapi ternyata tidak. Sejujurnya, ini membuatku kecewa."


Yang sebenarnya Jean tidak tahu, Christov adalah seorang [Knight Mage]. Ia memiliki salah satu kemampuan yang cukup kuat, [Enchanment Body]. Kemampuan tersebut membuat Christov mampu mengeraskan tubuhnya layaknya baja dan mempercepat gerakannya.


Namun, Jean memiliki sebuah kemampuan khusus yang disebut [Absolute Null]. Sebuah teknik yang memungkinkan Jean untuk mereduksi semua serangan sihir dan melakukan de-buff otomatis kepada lawan-lawannya. Berkat kekuatan ini, ia bisa mengalahkan Christov dengan sangat mudah.


"To...long.... Ampu....ni..... Aku."


Jean bisa mendengar upaya lemah Christov meminta ampun. Dia hanya tertawa kecil dan menyeret Christov. Ada sesuatu yang ingin ia coba.


"Aku penasaran apakah bola sekecil ini bisa membuat otak manusia berceceran. Mari kita uji."

__ADS_1


Jean merebut senapan milik Christov. Dia melakukan hal yang sama seperti yang Christov lakukan. Membersihkan bagian dalam senapan lalu memasukan bola timah dan bubuk aneh berwarna hitam. Setelahnya, Jean menyalakan sumbu yang terletak di bagian belakang senapan.


Jean tidak ragu meletakan moncong senapannya di mulut Christov. Layaknya anak kecil yang tidak sabar melihat kembang api, Jean mengeluarkan senyum lebar layaknya anak-anak.


"To...lo....ng....A...k...u..."


DORRRRR!!!


Jean menekan pelatuknya. Seketika itu juga isi kepala Christov bertebaran di pasir pantai. Bersamaan dengan darahnya. Kepalanya pecah otaknya berceceran. Melihat apa yang terjadi, Jean menghela nafas kecewa.


'Aku berpikir kalau kepalanya akan hancur semuanya. Tapi ternyata hanya begini saja. Daya hancurnya tidak sekuat yang aku kira.'


Mau bagaimana lagi. Jean mengangkat bahunya. Senapan ini menarik tapi tidak efesien. Mungkin akan berguna jika dipakai oleh banyak orang dalam sekali tembak tapi tidak berguna untuk digunakan secara individual. Setidaknya belum.


"Saatnya mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku."


Jean memanggul senapan tersebut dan pergi menembus dinginnya malam. Ditemani oleh cahaya rembulan.


***

__ADS_1


"Bos menghilang!! Dia belum kembali sejak tadi!! Cari dia sekarang!!"


Sementara itu, para bajak laut dilanda kepanikan ketika menyadari bahwa pemimpin mereka telah menghilang. Mereka berkumpul dan berupaya mencarinya. Namun nihil. Tidak ada yang mereka dapatkan.


"Cari sampai ketemu! Tidak peduli bahkan jika kalian harus masuk ke lubang kepiting untuk menemukan dirinya! Sial! Apa yang ia lakukan di tengah malam seperti ini!"


Yang mengeluh adalah salah satu tangan kanan Christov. Pria yang juga menjadi rekan serangan Jean pada saat perjalanan dari barat Akkadia. Tanpa bantuannya, operasi pembajakan yang dilakukan oleh Christov mungkin akan mengalami kesulitan.


Harapan tiba ketika dia melihat seseorang berlari ke arahnya. Tidak salah lagi. Ia adalah rekan bajak lautnya. Dengan terengah-engah, ia memberi tahu di mana Christov sebenarnya.


"Saya sudah menemukan bos pak!!"


"Katakan di mana dia sekarang! Atau aku akan memenggal kepalamu!"


Tangan kanan Christov berteriak pada bajak laut malang itu. Dia berusaha untuk menenangkan nafasnya terlebih dahulu. Barulah ketika nafasnya sudah stabil, ia mengungkapkan posisi Christov.


"B-bos.... B-bos berada di.... Dia sudah berada di alam baka."


Orang itu mengubah nada bicaranya. Dengan cepat, dia menusukan tangannya ke jantung orang terpercaya Christov. Seketika juga, dia tewas.

__ADS_1


Tentu saja ia adalah Jean yang sedang menyamar. Ternyata cukup menyenangkan. Tapi ia memutuskan untuk menyudahi permainannya.


Jean menjadikan malam ini sebagai malam berdarah bagi para bajak laut. Dia baru selesai 'membersihkan'semuanya ketika matahari menjelang terbit.


__ADS_2