Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
The War Will Come Soon


__ADS_3

Sebelum kita melanjutkan petualangan Jean, mari kembali ke kawasan barat benua Akkadia. Lebih tepatnya, tujuh hari setelah serangan di Krakov terjadi dan sedang memasuki masa pemulihan.


Malam itu, Di atas kudanya, Rose sedang mengawasi konvoi tentaranya. Hujan deras mengguyur beberapa kawasan di sekitar kerajaan Dublin. Membuat tanah-tanah menjadi becek dan genangan air timbul di mana-mana.


Di Saint Georgia City, Uttah, dan Nebelhorn (masing-masing adalah ibukota dari bekas kerajaan Dublin, kerajaan Bucharest, dan Principality of Eisen) memiliki kanal dan saluran pengelolaan air yang baik sehingga banjir dapat dicegah.


Namun itu tidak sama dengan wilayah lain. Beberapa yang beruntung sudah menerima hasil dari rekonstruksi besar-besaran yang dilakukan oleh penguasa baru seperti pembangunan jalan raya, tembok pertahanan, pembangunan jaringan kanal untuk irigasi dan perdagangan, dan lainnya.


Tetapi hal semacam itu hanya berlaku di teritorial yang ada di dekat pusat kerajaan ataupun wilayah yang berada langsung dibawah kendali kerajaan.


Teritorial yang berada jauh dari pusat pemerintahan atau pun wilayah yang diperintah oleh para count (Countdom) tidak mendapatkan perhatian yang sama. Meski mengalami kemajuan pesat di bidang keuangan, dana yang dikelola oleh kerajaan masih lah terbatas.


Alhasil, wilayah yang telah ditaklukan nan jauh dari pusat pemerintahan tidak mendapatkan perhatian yang sama. Priscillia yang bertindak sebagai menteri urusan dalam negeri dan Natasha tentu sudah mengetahui hal ini.


Keduanya juga sudah menginvestasikan ribuan koin emas Van (mata uang Dengan nilai tertinggi di benua Akkadia) untuk membangun infrastruktur yang dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah tersebut. Konstruksi juga sudah mulai dibangun. Tetap saja, pembangunan berjalan lambat.


Sementara untuk beberapa [Countdom].... Yah, Natasha telah memberikan mereka sejumlah uang untuk mengurus rakyat mereka. Well, kebanyakan dari mereka adalah Bangsawan yang hanya peduli dengan urusan perut mereka sendiri. Jadi Natasha dan yang lainnya tidak mengharap apapun dari mereka.


Perlu diketahui bahwa tidak semua wilayah yang berada di bawah kekuasaan New kingdom of Dublin terjadi karena penaklukan. Ada sekelompok bangsawan yang mengirimkan utusan ke ibukota dan bersumpah setia dihadapan yang mulia ratu Natasha.


Tentu saja, para bangsawan bergelar Count tersebut tidak memberikan 'kesetiaan' mereka dengan gratis. Para bangsawan tersebut meminta agar hak istimewa seperti otonomi penuh untuk memerintah wilayah mereka tanpa intervensi dari pusat dan hak untuk memiliki kekuatan militer tetap dipertahankan.

__ADS_1


Tidak usah ditanya, Rose sangat tidak setuju dengan hal tersebut. Begitu juga dengan Charlotte. Tidak, pada dasarnya semua gadis tidak menginginkan hal tersebut.


Mereka tidak begitu naif. Orang-orang seperti bangsawan tersebut hanyalah sekelompok orang pragmatis. Kalau kerajaan menang, mereka akan menikmati kejayaannya. Namun jika kerajaan kalah, mereka akan menusuk dari belakang.


Tapi Natasha dan Prisicllia tidak punya pilihan. Mendapat lebih banyak sekutu lebih baik daripada menambah musuh. Meski tidak begitu berguna, setidaknya mereka diwajibkan untuk mengirimkan pasukan dan bantuan logistik untuk Rose.


Dari sudut pandang Prisicllia, pekerjaannya untuk mengurus wilayah yang sudah ditaklukan menjadi tidak begitu berat. Toh, para bangsawan lah yang akan mengurus teritorial mereka masing-masing.


Sekarang, mari kembali ke masa sekarang.


Rose mendecakan lidahnya berkali-kali. Tanah yang berlumpur memperlambat gerak maju pasukannya. Belum lagi ia juga harus meminta izin kepada para count untuk melewati wilayah mereka.


Proses berbelit-belit seperti ini membuat ia ingin menebas kepala para bangsawan tersebut. Namun, Rose pintar menahan diri. Dia tidak ingin menyebabkan masalah untuk Natasha dan yang lainnya.


Salah seorang bawahan mendatanginya. Mendengar apa yang ia sampaikan, Rose mengangguk. Tentaranya sudah kelelahan dan kelaparan. Maju lebih jauh lagi, mereka akan ambruk bahkan sebelum pertempuran dimulai.


"Bagus, perintahkan para komandan untuk mengistirahatkan pasukan mereka dan mendirikan perkemahan di lokasi yang sudah ditentukan. Teruslah berpatroli untuk memastikan musuh tidak bergerak."


"Siap!"


Bawahannya menaiki kuda dan pergi kembali. Dialah yang memimpin pengintaian di wilayah musuh.

__ADS_1


Rose mengangkat tangan kanannya ke langit. Di jari manisnya, sebuah cincin yang sangat indah terpasang di sana. Itu adalah hadiah dari kekasih tercintanya, Jean. Dia sangat bahagia begitu tahu kalau Jean memberikan hadiah untuknya.


"Untuk bisa terus berdiri di sampingmu, akan terus maju, sayang. Meski itu berarti harus menghancurkan apapun yang menghalangi jalan kita untuk mencapai kebahagiaan."


Meski kata-kata tersebut mengerikan, Rose mengatakannya dengan nada yang sangat manis. Nada yang tak pernah ia keluarkan kecuali dihadapan Jean.


Besok, pertempuran akan segera dimulai.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Halo pembaca Budiman.


Saya harus mengatakan satu hal. Mulai dari chapter ini dan beberapa chapter ke depan, cerita akan berfokus kepada para kekasih Jean di kawasan barat benua Akkadia. Untuk sementara, sudut pandang Jean mungkin hanya akan menjadi sampingan terlebih dahulu.


Semoga kalian betah untuk terus mengikuti cerita ini. Feel free to discuss about this story with me.


You can talk with me in;


WA: 081310737701


Facebook: Muhammad Hanif Rahmawan

__ADS_1


See you in next chapter.


__ADS_2