Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Sebentar Lagi


__ADS_3

"apa kau bilang!? Pelabuhan terbakar!!"


Benar saja. Si jago merah telah melahap hampir setengah dari pelabuhan. Para penjaga yang dikabarkan hal itu langsung bergegas ke sana, berusaha memadamkan apinya.


Singkatnya, entah karena apa, satu-satunya pelabuhan yang ada di kerajaan Bucharest terbakar hebat. Api yang terlanjur menjalar kemana-mana menjadi sangat sulit untuk dipadamkan.


Mereka yang tewas karena terbakar juga tidak sedikit. Tidak mungkin untuk menghitungnya sekarang. Tapi berdasarkan perkiraan kasar, lebih dari 100 orang tewas.


Kerugian materi yang disebabkan oleh tragedi ini juga sangat besar. Satu-satunya galangan kapal yang ada di kerajaan Bucharest terbakar habis. Gudang-gudang yang menjadi tempat penyimpanan telah menjadi abu, bersama dengan isinya.


Raja Bucharest langsung mengumpulkan para bangsawan. Pelabuhan berada di bawah yurisdiksi mereka. Raja berniat untuk meminta pertanggungjawaban dari mereka.


"Jadi yang mulia menyalahkan Kami atas apa yang terjadi!?"


"Mustahil! Tidak ada untungnya bagi kami untuk membakar pelabuhan!"


"Yang mulia, tolong pertimbangkan kembali keputusan anda!"


Tapi raja Bucharest tidak bergeming. Dia menyalahkan dua baron dan satu viscount atas apa yang telah terjadi. Mereka dipaksa untuk mengganti rugi atas kehilangan materi yang terjadi.


Setelah masalah itu selesai, muncul masalah baru. Bagaimana dan dengan apa mereka harus membangun ulang pelabuhan?


Bahkan jika raja memerintahkan semua bangsawan dan orang-orang kaya untuk menguras harta mereka, bahkan jika raja memeras harta yang tersimpan di istana, semua itu tidak akan cukup!

__ADS_1


Namun, mereka akhirnya menemukan cahaya. Baron De Ruhr dan perusahaan dagang HuCas menawarkan diri mereka untuk membangun kembali pelabuhan yang telah rusak parah.


Dua kelompok itu akan memberikan pinjaman kepada kerajaan Bucharest sebesar 10.000 koin emas Van yang akan dikembalikan dalam jangka waktu 10 tahun dengan bunga lima persen.


Itu adalah tawaran yang sangat menjanjikan. Bahkan jika pelabuhan selesai dibangun dan lebih megah daripada yang sebelumnya, uang-uang itu masih akan tersisa.


Tetapi Jean memberikan syarat agar mereka bisa menerima pinjaman itu.


Pertama, Jean harus mendapatkan hak untuk mengelola pelabuhan ketika tempat itu selesai dibangun dan dioperasikan kembali. Setidaknya, 10 persen dari upeti yang diambil dari kapal-kapal yang transit di sana akan masuk ke kantungya.


Kedua, galangan kapal yang beroperasi di kerajaan Bucharest setidaknya harus membangun tiga kapal untuk dirinya. Kapal itu akan digunakan HuCas untuk ekspansi bisnisnya ke anak benua Akkadia. Selanjutnya, kapal itu tidak boleh dikenakan upeti oleh otoritas kerajaan Bucharest.


Yang terakhir, para pekerja yang membangun pelabuhan, setengah dari mereka haruslah orang-orang Jean.


Namun, apakah mereka punya pilihan? Tentu saja tidak. Alhasil, mau tidak mau mereka menerima persyaratan ini. Toh, baron De Ruhr masih muda. Dengan segala cara, mereka pasti bisa mengelabui anak ini.


Yang mereka tidak tahu, mereka telah jatuh dalam permainan yang Jean buat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Jadi, orang yang ada di belakang hancurnya pelabuhan adalah dirimu. Begitukah, sayang?"


Charlotte melayangkan nada protesnya ketika Jean menceritakan beberapa hal padanya. Pipinya menggembung hingga rasanya hampir meledak. Jean merasa gemas hingga dia ingin menyentuh pipi itu!

__ADS_1


Di sampingnya, Selena sedang bediri dengan ekspresi puas di wajahnya. Mungkin karena malam yang kemarin dia lewati bersama Jean.


Karena sudah lama tidak bertemu, Jean mengkhususkan waktu untuk 'bermain' dengan Selena. Dan yah, mereka bermain dari malam hingga pagi sampai kasurnya benar-benar basah dan Jean menyemprotkan bibit hangatnya ke dalam rahim Selena berkali-kali.


Mengesampingkan itu, Jean memahami ketidakpuasan Charlotte.


Dia adalah wanita yang sangat lembut dan penuh dengan kasih sayang. Gadis ini adalah wanita yang paling tidak bisa melihat orang-orang tidak berdosa menderita. Berkat dia, kualitas hidup masyarakat kerajaan Dublin meningkat.


Begitu mendengar jumlah korban yang berjatuhan, tentu saja Charlotte menjadi sedih.


"Tenang saja, aku sudah mengevakuasi orang-orang yang ada di sana. Adapun mereka yang menjadi korban.....yah, mereka adalah sekelompok orang yang aku nilai harus mati."


Jean tidak bohong. Mereka yang ikut terbakar bersama pelabuhan adalah kelompok kriminal yang menguasai tempat itu.


Dia telah memerintahkan Serigala Putih yang ada di sana untuk menyabotase pelabuhan. Berdasarkan informasi yang dia dapat, kerajaan Bucharest memiliki banyak bubuk yang bisa meledak jika terpercik api. Dan mayoritas bubuk itu ada di pelabuhan.


Jean segera membuat rencana berdasarkan informasi itu. Dia menyusun sebuah pesta di bangunan terbesar yang ada di pelabuhan. Di bawah lantai, dia telah meletakan tiga karung besar berisi bubuk itu dan memasang sumbu.


Di saat yang sama, Jean juga menginstruksikan orang-orang Serigala Putih untuk mengevakuasi warga dari sana. Yang tersisa adalah bandit-bandit dan benalu yang siap untuk disingkirkan. Sisanya, adalah sejarah.


Kehancuran orang-orang itu membuat pondasi Serigala Putih semakin kuat. Dengan begitu, Jean telah mencapai salah satu tujuannya.


Dia memandangi Charlotte da Selena. Sebentar lagi. Sebentar lagi impiannya untuk memegang kendali atas kerajaan Dublin dan kerajaan Bucharest akan terwujud.

__ADS_1


__ADS_2