Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Keputusan Bodoh


__ADS_3

Perintah yang Szymon keluarkan membuat suasana yang tadinya tenang, kembali kacau. Anak buahnya segera mengelilingi Jean sambil mengacungkan pedang mereka ke arah Jean. Bahkan, sudah ada yang bersiap untuk menembakan mantra sihirnya kapan pun perintah datang.


"Krzyis bajingan!! Apa yang kau lakukan pada adikku!?"


Jeanne tidak repot-repot untuk tidak menunjukan permusuhan dan kebencian yang ia miliki pada Szymon. Orang itu sendiri tahu, tapi dia tidak peduli. Baginya, ini adalah kesempatan untuk menambah catatan prestasinya.


"Adikmu? Heh, aku tidak menyangka kalau kau memiliki hubungan keluarga dengan anggota kultus! Tunggu apa lagi! Tangkap dia sekarang!"


Szymon sangat percaya diri. Penyakit aneh yang ia derita selama ini membuat dirinya dibebas tugaskan. Reputasinya memburuk dan penilaian dirinya di mata orang lain sangat rendah. Bagi Szymon, apakah orang ini anggota kultus atau bukan, itu tidak penting. Selama ia bisa digunakan untuk memperbaiki reputasinya, itu tidak masalah.


Dia mencengkeram tangan orang itu. Orang yang diaku sebagai adiknya oleh Jeanne. Sekalian, ini adalah kesempatan baginya untuk mendapatkan tubuh Jeanne. Obsesinya pada gadis itu sama sekali belum terhapus.


Namun, begitu matanya bertemu dengan tatapan Jean, Syzmon bergidik ngeri. Di kepalanya, bayangan akan siksaan dan kematian yang menimpa dirinya datang silih berganti. Bayangan itu menekan dirinya hingga melampaui batas, membuat ia menjadi gila seketika.


"TI-TIDAK! JA-JA-JANGAN SENTUH AKU!! PERGI!! PERGI DARI SINI!!!"


Huh? Kenapa tiba-tiba seperti ini? Hanna dan Jeanne kebingungan. Begitu juga dengan ksatria lainnya. Ini persis dengan apa yang terjadi pada saat di perbatasan. Syzmon menjadi seperti orang yang terkena penyakit ayan.

__ADS_1


Anak buah Szymon tidak punya pilihan selain mengamankannya. Mereka membawa Szymon ke rumahnya setelah meminta izin kepada Jeanne dan Hanna.


"Jean, maukah kamu ikut kami ke markas? Maaf harus merepotkanmu, tetapi kami membutuhkan informasi mengenai kekacauan ini darimu. Apakah kamu tidak keberatan?"


Jean tersenyum. Dia berdiri dan menepuk debu yang hinggap di pakaiannya. Setelah itu, ia merapal mantra. Seluruh darah dan kotoran lain yang menempel di pakaiannya hilang tidak tersisa.


"Baiklah, aku akan ikut dengan ordo ksatria untuk pemeriksaan."


"Syukurlah. Terimakasih Jean. Hei kalian, tolong bawa adikku terlebih dahulu. Maaf Jean, aku tidak bisa ikut denganmu. Aku harus menjalani penyelidikan di sini terlebih dahulu."


Lima anak buah Jeanne mengangguk dan membawa Jean ke markas ordo ksatria. Setelah Jean hilang dari pandangan, Hanna dengan kebingungan bertanya pada Jeanne.


"Hmmmm... Tidak juga. Kamu tidak pernah bertanya padaku."


"Hehh.... Hei Jeanne, adikmu adalah orang paling tampan dan gagah yang pernah aku temui. Bagaimana kalau kamu memperkenalkannya padaku?"


Kuh! Jeanne merasa kesal. Hanna memang cantik. Tapi gadis ini berbahaya. Meski bukan wanita yang genit. Juga bukan orang yang suka menebar pesonanya. Tetapi diam-diam, Hanna adalah rubah wanita!

__ADS_1


"Tidak boleh! Dia milikku!"


Hanna tidak bisa menahan tawanya! Dia menertawai Jeanne yang kebingungan.


"Hahaha! Dasar Brocon!"


"Aku bukan Brocon!"


Yah, entah bagaimana suasan di antara mereka kembali ringan. Setelah bercanda beberapa saat, mereka semua fokus menjalankan penyelidikan dan menemukan bukti bahwa orang-orang yang tewas di sini adalah jemaat Kultus keselamatan.


***


Selagi menuju markas ksatria bersama dengan beberapa Ksatria lain, Jean menghubungi kelima anak buahnya (orang yang telah ia bunuh di hutan perbatasan dan ia bangkit kan kembali menjadi bonekanya) lewat telepati.


[Katakan kepada Duke Cetner kalau Duke Ankwicz dan fraksinya adalah dalang di balik serangan ini. Dan juga, sebarkan rumor di dalam istana bahwa Duke Cetner telah bekerjasama dengan Kultus keselamatan]


Sesaat kemudian, balasan datang.

__ADS_1


[Laksanakan!]


__ADS_2