Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Selubung Di Baliknya


__ADS_3

Kerusuhan dan pembunuhan massal di Saint Georgia City, jantung dari kerajaan Dublin, membawa pukulan berat bagi kerajaan. Tercatat, lebih dari 1500 korban jiwa berjatuhan dalam tragedi tersebut. Puluhan rumah dan bangunan lainnya terbakar, dan aktivitas ekonomi tersendat.


Raja dan para punggawanya tutup mata. Para bangsawan pura-pura tidak melihat. Meskipun mereka memiliki Ksatria, mereka tidak melakukan tindakan apapun untuk mengakhiri kerusuhan dengan cepat.


Toh, tempat tinggal mereka sama sekali tidak terdampak. Untuk apa juga peduli denga urusan rakyat jelata? Bagi para bangsawan itu, rakyat mereka tidak lebih dari sekedar sapi perah. Kalau mereka hidup, bagus. Kalau mereka mati, ya sudah.


Mereka tidak sadar bahwa ketidakpedulian yang para arsitokrat lakukan akan membawa kehancuran bagi diri mereka sendiri.


Tetapi di tengah derita dan nestapa penduduk kota, muncul satu cahaya. Dia adalah Charlotte. Gadis itu berhati lembut. Begitu dia memahami situasinya, Charlotte langsung turun tangan.


Dia menyewa tentara bayaran yang pernah disewa ayahnya untuk meredam kerusuhan dan membantu orang-orang untuk melarikan diri. Dia juga meminta kekasihnya, Jean, untuk turun tangan dalam menenangkan keadaan.


Tanpa Charlotte, kerusuhan jelas akan berjalan lebih lama dan korban jiwa yang jatuh semakin banyak.

__ADS_1


Tidak hanya itu, Charlotte juga mengeluarkan uangnya sendiri untuk membantu pemulihan. Dia membuat semacam tempat penampungan untuk menampung orang-orang yang kehilangan rumahnya dalam tragedi ini.


Dia juga membantu pengobatan bagi orang-orang yang terluka dan memberikan santunan kepada mereka yang kehilangan keluarganya. Berkat dirinya, cahaya kehidupan menyala di mata orang-orang dan keinginan untuk saling melindungi satu sama lain dan menghargai kehidupan tumbuh subur dalam hati mereka.


Bukan hanya Charlotte dan HuCas yang meraih kepercayaan dan reputasi baik dari warga kota. Kelompok terbesar yang mengatur wilayah selatan kota, Serigala Putih, juga mengalami hal yang sama.


Nina bergerak dengan cepat ketika mendengar kerusuhan terjadi di bagian barat dan timur. Dia memobilisasi 200 orang untuk menghancurkan para perusuh.


Begitu para perusuh memasuki teritorial mereka, para serigala langsung memburu mereka dengan ganas. Pertarungan sengit yang singkat pecah. Kemampuan para perusuh tidak bisa dianggap remeh, tetapi skill bertarung anggota Serigala Putih lebih superior daripada para perusuh.


Selain membantu untuk meredam kekacauan, Serigala Putih juga turun tangan untuk membantu korban-korban lainnya. Mulai dari membangun tempat penampungan, memberikan makan, dan lain-lain.


Reputasi Serigala Putih meningkat dengan signifikan. Keberadaan mereka dihormati dan disegani oleh para warga kota. Sedari awal, Mar dan Nina telah melarang para anak buah mereka untuk bersikap kasar dan semena-mena pada penduduk kota, terutama dalam teritorial mereka.

__ADS_1


Dan Mastermind di belakang semua ini tentu saja, Jean.


Begitu dia mengetahui kondisi yang telah terjadi, seringai puas terbit di bibirnya. Dua tujuan utamanya telah berhasil. Rencana ini tidak diketahui oleh Charlotte ataupun Mar dan Nina. Ketiganya bertindak atas panggilan hati mereka. Tidak masalah dengan itu.


Dia dengan sengaja membayar orang-orang yang berada di gang gelap itu untuk membuat kekacauan di kota. Setelah itu, mengingat betapa lembutnya Charlotte dan Mar serta Nina, mereka pasti akan segera mengambil tindakan untuk mereduksi jumlah korban jiwa dan membantu para penduduk.


Untuk para perusuh itu, Jean tidak peduli. Toh, mereka adalah orang-orang yang terpinggirkan karena hal-hal bodoh yang mereka perbuat. Kelompok seperti mereka memang paling cocok untuk digunakan sebagai pion sekali pakai.


Tapi....yah, Jean cukup tertekan dengan para korban yang berjatuhan. Terutama anak-anak dan orang tua yang tidak berdaya. Tapi pengorbanan mereka dibutuhkan. Karena itu, Jean tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan mereka dan terus maju.


'Maaf dan terimakasih, semuanya.'


Berkat mereka, Jean bisa merasakan energi positif dan optimis dari para penduduk. Dia bisa menyerap keinginan positif itu dan mengubahnya menjadi energi untuk kulitivasinya.

__ADS_1


Dan yang menjadi jackpot untuk Jean adalah kematian Samuel. Sepertinya orang bodoh itu benar-benar bingung ketika kerusuhan terjadi. Jean melihat dengan mata kelapanya sendiri mayat Samuel yang tercabik. Well, Charlotte tidak perlu lagi mengotori tangannya untuk menyingkirkan Jean.


Samuel sudah tersingkirkan dan dua tempatnya bernaung mulai mendapatkan pengaruh dan kepercayaan besar di ibukota. Hanya perlu selangkah lagi untuk memegang kendali atas kerajaan Dublin. Jean tidak sabar untuk menantikannya.


__ADS_2