Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Bahaya Nan Mengintai


__ADS_3

"Uwahhhh.... Kakak Jeanne, ibukota memang selalu ramai ya!"


"Mama, lihat! Di sana ada pertunjukan menyanyi!"


Jeanne dan Svetlana tersenyum lebar. Suasana hati mereka dalam kondisi yang sangat baik. Inilah pertama kalinya mereka pergi ke kota bersama Elyse dan Elsie. Jujur saja, sebenarnya masuk ke dalam kota bukan sesuatu yang istimewa bagi pasangan ibu dan anak tersebut.


Yang menjadikan momen ini istimewa adalah si kembar yang antusias bersama mereka. Svetlana sudah menganggap mereka sebagai anak sendiri sementara Jeanne menganggap keduanya sebagai adik perempuannya.


Mereka berempat saling bercanda satu sama lain. Semuanya benar-benar menikmati momen mereka sebagai keluarga.


'Syukurlah kalau mereka bahagia. Tapi sepertinya tidak peduli di era dan manapun aku hidup, tugas utama seorang laki-laki adalah membawa barang belanjaan para wanita ya'.


Dan ya, Jean berjalan di belakang mereka sambil membawa barang-barang yang dibeli oleh keluarganya.


"Kakak Jean, Kamu lambat sekali!"

__ADS_1


Bibir Jean bergetar mendengar ejekan Elyse. Dia akan memastikan memberi 'pelajaran' padanya nanti.


"Baiklah-baiklah. Aku akan segera ke sana."


Pada akhirnya, Jean memutuskan untuk memasukan semua barang bawaannya ke dalam [Spatial Inventory] miliknya.


Seperti biasanya, Krakov ramai. Menjadi salah satu kota terbesar di [Central Akkadia], Krakov menjadi salah satu pusat perdagangan. Berbagai pedagang, pendatang, dan petualang datang dan berinteraksi dengan penduduk lokal.


Jean sudah melakukan banyak hal. Bahkan sebelum kehilangan pekerjaannya sebagai mentor Kalina Lesko, Jean telah membangun jaringan bisnisnya di Krakov. Dia masih memiliki banyak barang yang sangat berharga setidaknya dalam pandangan umum. Dan ia tidak keberatan untuk menjualnya. Toh, dia bisa membuat barang-barang tersebut kapanpun ia mau.


Kliennya adalah para bangsawan dan saudagar terkenal di [Central Akkadia]. Tidak terbatas di kerajaan Warsawa saja. Bahkan negara besar seperti [Union of Riga-Dnipro] dan [kingdom of Rhone] yang menjadi dua kekuatan besar di bagian tengah benua Akkadia juga melakukan transaksi dengan Jean.


Barang yang ia jual bermacam-macam. Mulai dari senjata yang (dianggap) memiliki tingkat legendaris, aksesoris yang dapat memberikan penguatan pada kekuatan sihir dan fisik, dan herbal yang mempercepat proses kultivasi serta meningkatkan kapasitas penyerapan energi dan penyimpanan mana seseorang.


Saat Jean sedang berpikir aktivitas macam apa lagi yang harus ia lakukan, telinganya yang tajam menangkap suara perut yang keroncongan. Tidak hanya satu orang, tetapi empat!

__ADS_1


"Oya, sepertinya ada nona dan nyonya yang sedang kelaparan di sini."


Mendengar perkataan Jean yang bernada menggoda, Svetlana, Jeanne, Elyse, dan Elsie merasa malu. Wajah mereka berempat memerah. Karena keasyikan, mereka sampai lupa kalau jam makan siang sudah lewat.


Jean tertawa kecil melihat reaksi mereka yang menggemaskan. Terutama Svetlana. Dia tidak menyangka di usianya yang berada di pertengahan 30 tahun, dia bisa membuat reaksi semenggemaskan itu!


Ada banyak tempat makan yang lezat di Krakov. Namun Jean memutuskan untuk membawa keluarganya ke sebuah restoran yang cukup elit. Restoran yang seringkali menjadi tempat para bangsawan dan saudagar kaya mengisi perut mereka.


"Selamat datang. Apakah anda telah melakukan reservasi?"


Begitu kelimanya sampai ke tujuan, seorang pelayan muda menghampiri dan menanyai mereka. Jean mengangguk dan mengeluarkan bukti reservasi. Dia memang berencana untuk membawa ibu dan saudara-saudaranya ke sini.


"Baiklah, silakan masuk tuan. Saya akan menunjukan meja anda."


Mereka berlima memasuki restoran dan duduk di meja yang sudah disediakan untuk mereka. Jean dan keluarganya menikmatinya momen ini dengan gembira. namun, Entah sadar atau tidak sadar, ada bahaya yang sedang mengintai.

__ADS_1


__ADS_2