
Di dalam kereta kuda yang bergejolak, Jean menyenderkan kepalanya ke senderan kursi kereta. Selena, Charlotte, dan Natasha sedang tertidur pulas. Kepala mereka saling bersender di bahu satu sama lain. Ya, Natasha ikut dengan Jean dan yang lainnya. sementara paman Hull, dia menginap di rumah keluarga Baldric.
Jean mengingat pertemuan pertamanya dengan Earl Baldric. Berbeda dari adiknya yang otak-otot dan berterus terang, Earl Baldric adalah bangsawan yang sangat waspada dan tajam. Dia tahu apa yang harus dia sembunyikan dan memahami apa yang harus dia ungkapkan.
Dia tersenyum ketika bertemu dengan Jean, bersalaman dengan dirinya, bahkan memberikan hadiah yang cukup besar, 50 koin emas Van.
Namun, Jean juga secara tidak langsung diintimidasi pada saat itu. Dia dibawa ke sebuah ruangann yang penuh dengan ksatria. Bahkan, ketika dia duduk dalam satu meja dengan Earl Baldric, para ksatria mengelilinginya. Mereka tidak mengancam sama sekali, namun kehadiran mereka membuat Jean terganggu.
Yah, demi cita-citanya, Jean harus terus mengawasi dan mewaspadai Earl Baldric. Dia berniat untuk mengacak-acak keluarga Baldric dengan mengadu domba antara dia dan adiknya. Tapi ternyata tidak semudah itu, ya?
Jean menghembuskan nafasnya dalam-dalam. Dia telah mengambil alih Serigala Putih. Langkah awal Jean untuk mengendalikan seluruh kota di bawah kewenangannya mulai tercapai.
Perlahan, dia akan menyingkirkan kuda hitam dan merebut semua kepemilikan mereka. Setelah itu, dia akan menghancurkan beruang merah. Setelah menyingkirkan dan menghancurkan keduanya, Jean akan mengacaukan tatanan para bangsawan dan setelah itu, dia akan membuat kerajaan Dublin berada di bawah kendalinya.
Demi memuluskan ambisinya dan demi melindungi apa yang berharga baginya, Jean akan melakukan apapun. Bahkan jika itu harus mengorbankan ribuan hingga ratusan ribu nyawa, atau bahkan ketika itu harus mengorbankan dirinya sendiri.
Setelah enam jam perjalanan, mereka semua akhirnya sampai di kediaman Paman Hull. Itu perjalanan yang melelahkan. Cahrlotte dan Selena bahkan sampai sempoyongan ketika mereka turun dan langsung berjalan menuju kamar mereka.
__ADS_1
Natasha menginap di rumah paman Hull. Setelah Jean membawanya ke kamar tamu, gadis itu langsung ambruk dan tertidur pulas tanpa mengganti pakaiannya.
Jean tersenyum lembut. Dia mencium kening Natasha dan menyelimutinya dengan baik. Jean lalu keluar dari kamar Natasha dan pergi ke kamarnya sendiri.
Seperti biasa, Jean mengenakan pakaian penyamarannya dan pergi menuju markas Serigala Putih. Untuk menghemat waktu, dia melompat dari satu atap ke atap yang lain.
Begitu dia telah sampai di teritorial miliknya, Jean bisa melihat beberapa perubahan. Mar dan Nina bergerak dengan cepat. Rumah bordil yang akan dia targetkan sebagai salah satu pusat sumber informasinya sedang direnovasi. Begitu juga dengan beberapa tempat bisnis lainnya seperti bar.
Jean turun dari atap sebuah bangunan dan berjalan menuju markasnya. Beberapa penjaga yang sedang berpatroli di depan langsung berlutut ketika melihat sosok berjubah hitam dan mengenakan topeng serigala berwarna putih.
Jean hanya mengangguk dan masuk ke dalam gedung. Semua orang yang sedang berlalu lalang juga ikut berlutut ketika Jean lewat.
Jean berjalan menuju lantai tiga. Begitu dia masuk ke ruang kerjanya, Mar dan Nina sudah ada di sana. Keduanya berdiri sembari menundukan kepala mereka untuk menyambut Jean. Jean hanya melambaikan tangannya.
"Tuan Jean, ada yang harus saya laporkan."
Nina melaporkan situasi terkini pada Jean. Nina melihat beberapa orang mencurigakan seringkali memasuki wilayah Serigala Putih. Waktu operasi mereka biasanya pagi hingga siang. Selama ini, Nina dan yang lainnya tidak menangkap orang-orang mencurigakan itu karena tidak ada perintah dari Jean.
__ADS_1
"Hahh..... seharusnya untuk yang seperti itu, kau tidak perlu menunggu perintahku. Kalau kau merasa bahwa keberadaan mereka mengancam organisasi, langsung singkirkan mereka. Semua orang yang kau lihat tadi adalah mata-mata yang dikirimkan oleh kelompok Kuda Hitam."
"Eh, apakah tuan yakin dengan hal itu?"
"Tentu saja. Memangnya kau pikir siapa lagi? Beruang merah? Mereka tidak memiliki kepentingan apapun dalam kelompok ini. Satu-satunya kelompok yang dengan jelas memusuhi kita adalah Kuda Hitam.
"Sayangnya, mereka sedang terlibat perang yang berdarah-darah dengan Beruang Merah. Mereka tidak punya banyak sumber daya untuk memerangi kedua kelompok sekaligus. Karena itu mereka hanya mengirimkan mata-mata ke sini.
"Berhati-hatilah dengan mereka. Sewaktu-waktu, mereka bisa mensabotase fasilitas penting yang kita miliki. Nina, aku mau kau menangkap mereka semua hidup-hidup ketika melihat mereka. Kalaupun kalian tidak bisa menangkap mereka hidup-hidup, jangan beri mereka ampun."
Jean ingin mengorek informasi dari para mata-mata itu. Tetapi ketika mereka melawan, maka pilihan terbaik adalah tidak membiarkan mereka hidup.
"Nina, aku memiliki tugas untukmu. Aku ingin membentuk satu unit yang bertugas untuk mengumpulkan segala jenis informasi dari berbagai sumber dengan berbagai cara.
"Tugasmu adalah mencari orang yang sesuai dengan kualifikasi yang aku buat. Aku akan memberikan daftar kualifikasinya nanti. Yang jelas, aku membutuhkan semuanya dalam waktu yang singkat. Jadi, selesaikan semuanya dalam tiga hari."
Nina kewalahan dengan instruksi yang diberikan Jean. Tapi dia tidak berniat untuk mengecewakan tuan barunya. Karena itu, Mar segera mengingat semua perintah yang diberikan oleh tuannya.
__ADS_1
Pada akhirnya, ketika para penguasa bawah tanah masih sibuk bertarung satu sama lain karena hal-hal remeh dan ketika para bangsawan serta saudagar kaya terlena dalam mimpi indah mereka, Jean, dengan cara yang berdarah-darah, akan menghancurkan mereka semua.