Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Pemberontakan Di Eisen


__ADS_3

"Terimakasih! Terimakasih tuan Goln! Berkat nasihat anda, saya bisa menemukan banyak informasi berguna! Apakah ada sesuatu yang anda inginkan? Saya akan berusaha mengabulkan sekuat tenaga saya!"


Duke Brandon Eisen sangat girang. Dari hasil penggeledahan di sebuah rumah semalam, berbagai informasi penting mengalir padanya.


Dalam lembaran surat tersebut, tertulis daftar orang-orang yang menjadi agen Dublin. Bahkan, komunikasi melalui surat menyurat antar sesama agen, diketahui kalau mereka menyimpan sejumlah besar harta berharga yang digunakan untuk mendanai pemberontak.


Tentu saja, dalam dokumen tersebut, disebutkan juga dengan siapa mereka bekerjasama dan kapan mereka akan melakukan aksinya.


"Saya tidak pantas mendapatkan ucapan terimakasih itu dari anda, yang mulia. Saya hanya melakukan apa yang telah menjadi tugas saya."


Goln dengan rendah hati menolak apa yang Duke Eisen tawarkan padanya. Sementara itu, sang Duke hanya mengangguk.


"Baiklah. Aku akan pergi ke ruang studiku terlebih dahulu. Jika kau menginginkan sesuatu, temuilah aku di sana."

__ADS_1


Duke Eisen memasuki ruang studinya dengan mood yang bagus. Kastilnya masih dalam proses pembangunan. Karena krisis yang telah melanda, rekonstruksi kastilnya terhambat.


Goln memutuskan untuk berjalan-jalan di kastil. Dia diberi keluesan oleh Duke Eisen untuk memasuki kastil sesuka hatinya, kapanpun ia mau.


Dia pernah memasuki kastil Saint Georgia City dan sejujurnya, kastil milik Duke Eisen berukuran lebih kecil dan minimalis. Mungkin memang menggambarkan sifat naturalnya. Hanya semenjak era Duke Brandon Eisen lah, kastil ini berusaha diisi oleh berbagai perhiasan yang sejujurnya, malah membuat keindahannya tercemar.


Goln tidak menemukan apapun yang menarik minatnya. Paling-paling hanyalah orang-orang yang dipaksa Duke Brandon Eisen untuk merenovasi kastilnya. Perut mereka kurus dan wajah mereka pucat. Jelas disebabkan oleh tekanan kerja yang berat dan kurang makan.


Goln berjalan menuju kamar tempat dia menginap. Lebih baik tidur meskipun hari masih pagi. Lagipula, dia banyak melakukan kegiatan semalaman tadi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Untuk yang kesekian kalinya, Nebelhorn City ditempa bencana yang mengerikan. Atas perintah Duke Eisen, 100 Ksatria dikirim untuk menangkap dan membunuh seluruh orang yang terindikasi menjadi agen Dublin di tempat.

__ADS_1


Para lelaki dan wanita ditarik dari rumah mereka. Tidak peduli meski mereka menjerit, menangis, memohon ampun, bahkan ketika mengatakan kalau mereka sama sekali tidak mengetahui apapun, kepala mereka tetap dipenggal di depan umum.


Para ksatria juga mengambil semua harta orang-orang malang itu. Bahkan juga keluarganya. Mereka akan dijual sebagai budak dan keuntungannya akan dibagi-bagi.


Para ksatria tidak mendapatkan perlawanan sedikitpun. Atau begitulah yang mereka pikirkan. Ketika mereka berhasil menghabisi lebih dari 200 orang, secara tiba-tiba, sekelompok penduduk melesat ke arah mereka dan menancapkan tombak ke jantung mereka.


Lima belas Ksatria tewas seketika dengan jantung yang sobek. Lima lainnya menyusul.


Serangan ini benar-benar mendadak. Entah siapa mereka, yang jelas, mereka adalah musuh. Mereka keluar dari rumah, gang, dan tempat lainnya, mengincar para Ksatria.


Namun, seolah-olah sudah mengetahui hal ini akan terjadi, bala bantuan dari pihak Ksatria telah datang. Pertempuran skala besar pecah di dalam kota. Suara dentingan pedang, tombak, dan anak panah berterbangan menjadi sesuatu yang biasa. Para penduduk sipil tidak sempat dievakuasi. Mereka terjebak dalam pertempuran ini.


Pemberontakan di Principality of Eisen telah dimulai.

__ADS_1


__ADS_2