
Api unggun menyala di tengah gelap dan dinginnya malam. Lidahnya menari-nari, seolah-olah berusaha untuk menggapai langit. Di sebuah area perkemahan, sebuah tenda besar berdiri di tengah beberapa tenda kecil.
Dalam tenda itu ada beberapa prajurit yang tertidur. Di luarnya ada yang berjaga. Mereka berkeliling untuk memastikan agar tidak ada satupun bahaya yang menyerang mereka.
Di dalam tenda besar tersebut, seorang pemuda sedang duduk sembari membaca sebuah buku. Matanya asyik menjelajah huruf demi huruf, halaman demi halaman, dan lembar demi lembar.
Sinar yang ada di matanya menggambarkan antuasiasme. Tangannya dengan hati-hati memindahkan lembaran kertasnya agar tidak sobek.
Tetapi, sejenak Kemudian, dia menutup bukunya setelah memberikan tanda pada halaman buku yang dia baca. Dirinya bangkit dan beranjak keluar dari tendanya.
'Sudah tiga hari kita berada di perjalanan dan belum mencapai lokasi tujuan sama sekali.'
Pemuda itu, Jean, memandangi langit malam. Bulan bersinar terang, bersama dengan hamparan bintang yang tidak terhitung jumlahnya tersebar di langit. Terkadang redup, terkadang juga bersinar terang.
Jean menghela nafas. Perjalanan telah tertunda. musuh tidak bodoh. Kerajaan Bucharest dan kerajaan Vilnius pasti telah mendengar pergerakan kerajaan Dublin yang berniat menyerang tanah mereka. Tentu saja, mereka pasti telah memobilisasi pasukan mereka untuk mencegat kerajaan Dublin.
__ADS_1
Keterlambatan ini memberikan kerajaan Bucharest dan kerajaan Vilnius waktu untuk mematangkan rencana mereka sendiri.
Penyebab ini semua adalah karena ketidakmampuan pangeran Hans dan punggawanya untuk mengatur pasukannya. Dia membiarkan para bangsawan dan pedagang melakukan sesuka hati mereka.
Pangeran Hans sendiri tampaknya juga tidak peduli. Yang dia inginkan hanyalah mengamankan prestasi yang dia dapatkan untuk dirinya sendiri.
'Yah, aku tidak peduli bahkan jika kerajaan Dublin kalah. Tapi aku tidak mau kalah dalam pertaruhan ini.'
Jean membawa 800 orang sekarang. Mustahil untuk menaklukan dua kerajaan dengan pasukan sekecil ini. Tapi dia punya tujuan lain. Apa itu? Biar waktu yang menjawabnya.
Dengan menggunakan [World Wide] yang dia padukan dengan tajamnya persepsi yang Jean miliki, dia bisa mendeteksi keberadaan musuh dengan mudah. Jean bisa mengetahui keberadaan para penyergap di balik semak, bersembunyi di barisan pohon atau berada di atasnya.
Tidak berapa lama kemudian, Serangan datang dari arah atas Jean. Dia dengan santai menggeser langkahnya untuk menghindari serangan mendadak itu dan menebas leher penyerangnya yang mendarat di depan Jean.
Musuhnya mati seketika, tanpa sempat berteriak dan memberi isyarat pada teman-temannya yang lain. Jean langsung mencari mereka dan memburu semuanya satu persatu.
__ADS_1
Jean memerintahkan anak buahnya yang berjaga untuk tetap di tempat mereka masing-masing. Jangan panik ketika serangan datang tetapi juga tidak gegabah untuk menyerang balik. Gerakan musuh tidak terlalu cepat dan dengan pelatihan yang dia berikan, Jean yakin orang-orangnya bisa mengalahkan para penyergap.
Jean membawa 100 orang bersamanya untuk menyisir area hutan. Dengan skill deteksinya Jean mengarahkan anak buahnya untuk membunuh setiap penyergap yang mereka temui dan menyisakan satu di antara mereka.
Malam itu, Jean berhasil menghabisi 99 penyergap dan menyisakan satu dari mereka untuk diinterogasi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hal yang berbeda terjadi di kamp pasukan lain. Tidak seberuntung pasukan Jean yang dipimpin oleh orang yang kompeten, mereka dipimpin oleh orang-orang yang tidak mengerti tentang apapun.
Respon mereka terlalu lambat. Tidak ada patroli yang berjaga dan semua orang tertidur. Karena itu, ketika penyergap datang dan menyerang area perkemahan mereka, kepanikan terjadi di mana-mana.
Serangan dari para penyergap memang berlangsung sebentar, tetapi korban jiwa yang jatuh di pihak kerajaan Dublin cukup banyak. Jika di total, ada 200 orang yang tewas ketika serangan mendadak itu terjadi. Sementara itu, tidak ada satupun penyergap yang berhasil ditangkap atau dibunuh.
Seperti yang Jean katakan, keterlambatan ini membuat dua kerajaan itu memiliki persiapan yang lebih matang. Dengan lolosnya para penyergap, musuh akan mengetahui dimana posisi kerajaan Dublin dan akan mengambil tindakan selanjutnya.
__ADS_1
Penyergapan ini akan menjadi sesuatu yang sangat merugikan kerajaan Dublin dalam pertempuran yang akan datang.