
Pekik kuda, jeritan kesakitan, denting pedang, serta dentuman sihir yang saling beradu menghiasi ibukota kerajaan Warsawa. Mayat-mayat bergeletakan di atas tanah dan darah membanjiri permukaan. 100.000 pasukan kerajaan berhadapan dengan 300.000 pasukan duke Cetner. Kalah jumlah membuat pasukan kerajaan terdesak sedemikian rupa.
Tugas mereka hanya satu. Pertahankan ibukota sampai titik darah penghabisan. Duke Ankwicz sadar bahwa dia telah terlambat dan mustahil baginya untuk mengkonsolidasikan tentara sebanyak milik duke Cetner. Jatuhnya Krakov city ke tangan musuh-musuhnya tidak terhindarkan.
Sebagai gantinya, dia menyiapkan hal lain. Dia akan membuat kemenangan duke Cetner menjadi sangat berdarah-darah. Setiap jengkal tanah ibukota yang dia ambil akan menjadi seribu kuburan bagi para prajurit terbaik duke Cetner. Dia akan mengulur waktu sampai keluarga kerajaan berhasil melarikan diri dengan selamat. Istana boleh saja jatuh ke tangan duke Cetner. Namun garis darah keluarga Mietzsko tidak boleh terhapus.
Tentu duke Cetner memahami hal tersebut. Karenanya ia memerintahkan tiga regu kavaleri elit miliknya untuk bersiaga. Dua regu ditugaskan untuk merangsek ke dalam istana secepat mungkin dan menangkap raja. Sementara satu regu lainnya bertugas untuk menutup rute pelarian.
Bagi duke Cetner, keluarga Mietzsko adalah noda bagi kerajaan Warsawa. Leluhur mereka memang membawa kejayaan untuk negeri ini. Hal itulah yang membuat kakek moyang duke Cetner mengikuti mereka. Namun keluarga Mietzsko hari ini tidak lebih dari orang sakit. Mereka pasif dan cenderung mengisolasi diri. Alhasil, mereka jauh tertinggal dengan kekuatan dominan lainnya di Akkadia tengah.
Dia tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi. Jika kerajaan Warsawa terlalu nyaman dengan status quo, cepat atau lambat kerajaan ini akan digilas oleh kekuatan besar lainnya. Karena itu kerajaan Warsawa membutuhkan era Baru kejayaannya. Dan dialah yang akan memimpin era Baru tersebut.
Pertempuran terus berkecamuk. Setapak demi setapak wilayah ibukota telah direbut oleh para pemberontak, Meski dengan korban yang sangat besar di pihak mereka. Taktik duke Ankwicz cukup berhasil dalam menahan gerak laju tentara pemberontak.
__ADS_1
"Semoga anda dapat mencapai tempat yang direncanakan dengan selamat yang, mulia."
Duke Ankwicz mengatakan hal tersebut sembari menatap langit. Kalimat itu ditujukan kepada siapapun. Lebih seperti doa yang didengar oleh angin lalu tersapu begitu saja.
...****...
Sebuah kereta kuda melesat dengan cepat menuju wilayah selatan kerajaan Warsawa. Kereta kuda tersebut dikawal oleh 20 pasukan berkuda terbaik milik keluarga kerajaan. Kusir kereta kuda tersebut sangat mahir. Dengan mudahnya ia melewati area terjal, akar menyembul, dan bebatuan di depannya.
"Saya harap anda menepati janji anda, count Jean De Ruhr."
Pria yang menjadi suami sekaligus seorang ayah itu mulai membuka mulutnya. Benar, orang yang menjadi lawan bicaranya adalah Count Jean De Ruhr, seorang bangsawan dari kekaisaran yang baru saja bangkit di wilayah barat benua Akkadia.
Jean tersenyum tipis. Perlahan dia menatap sang pria, istri, anak perempuan, lalu kembali lagi ke sang suami.
__ADS_1
"Jangan khawatir, yang mulia raja. Saya adalah orang yang menepati janji. Namun mengenai keberhasilan rencana ini, semua ada di tangan anda."
Dan tentu saja, yang menjadi lawan bicara Jean adalah raja Andrèj III Mietzsko. Raja kerajaan Warsawa yang kekuasaannya baru saja dilengeserkan. Wajahnya nampak masam dan khawatir. Siapa tahu kalau mereka sedang dikejar oleh pasukan pemberontak.
Duke Ankwicz telah memberikan waktunya untuk keselamatan keluarga inti Mietzsko. Pelariannya dibantu oleh Jean. Ya, Jean pada dasarnya telah membuat kesepakatan dengan keluarga Mietzsko dan Ankwicz.
Ada alasan kenapa Jean memberi opsi wilayah selatan kerajaan sebagai tempat pelarian. Yang pertama karena wilayah selatan adalah teritori yang sulit dijangkau. Kondisi geografis yang berhutan lebat dan berbukit membuat banyak pihak merasa enggan untuk mengeksplor wilayah ini lebih jauh.
Yang kedua karena wilayah ini sangat berbahaya. Paling berbahaya di seluruh kerajaan. Hutan lebat mereka dihuni oleh monster sihir yang berbahaya. Selain itu, wilayah selatan juga berbatasan langsung dengan wilayah yang dihuni oleh suku bar-bar yang seringkali menyerang desa-desa dan beberapa kota di sekitar perbatasan.
Itulah kenapa, wilayah selatan dapat memberikan waktu dan kesempatan bagi raja untuk menyusun dan melakukan perlawanan balik pada pemberontak. Jean telah memberikan jaminan bahwa duke Cetner tidak akan memiliki waktu untuk memburu mereka.
Sementara Jean memejamkan matanya, mungkin tertidur, Raja mengadahkan wajahnya ke atas. Entah takdir apa yang sedang menunggu kerajaan ini. Jawaban yang akan segera ia dapatkan.
__ADS_1