
Berita kematian Karina membuat hati Jeanne remuk. Kalau bukan karena reuni ia dengan adiknya, mungkin Jeanne akan dilanda depresi berat. Hanna mengajaknya untuk melihat tubuh Karina. Berkat usaha Hanna, setidaknya tubuh Karina yang termutilasi dapat disatukan kembali.
Sama seperti Hanna sebelumnya, Jeanne bersimpuh di atas jenazah Karina yang terbujur kaku. Namun berbeda dengan Hanna, Jeanne mengutuk kelemahannya sendiri karena tidak mampu melindungi sahabatnya.
Ada beberapa ksatria yang hadir di sana. Mereka juga menaruh rasa hormat yang dalam pada Jeanne. Kesetiaannya membuat para ksatria pribadi viscount Konarski terkesan.
"Jeanne, kita akan kembali ke Krakov city besok. Aku akan memperbarui laporan dan memberitakan bahwa kamu selamat. Dan juga.... Aku membutuhkan kesaksian darimu mengenai monster yang kamu lawan. Kita harus memberikan informasi tersebut pada markas Ksatria."
Jeanne sudah berhenti menangis. Pikirannya sudah jernih. Tentu ia masih sedih, namun meratapi Karina tidak akan membuatnya kembali. Setidaknya, dia harus menyampaikan kabar ini secara langsung pada Count Lesko dan keluarganya.
__ADS_1
Begitu mereka ingin pergi, seorang pria secara tiba-tiba masuk ke tempat jenazah Karina di simpan. Pria yang Jeanne paling benci, Szymon Krzys.
"K-kau selamat, huh!? Aku tidak menyangka kau bisa keluar hidup-hidup dari sana, Jeanne. Aku senang melihatmu kembali!"
Szymon jelas tidak pintar menyembuhkan amarahnya. Jeanne tidak tahu apa yang ia pikirkan tapi dia tidak bodoh untuk berpikir bahwa Szymon mungkin saja terlibat di balik semua tragedi ini.
Tapi marah di sini tidak ada gunanya. Jeanne juga tidak punya bukti untuk membuktikan klaimnya. Bahkan jika ia memilikinya, itu tidak akan membawa hasil apapun mengingat siapa yang berada di belakang Szymon.
"AAAAAaaaaRRRrrrggghhhHH!!!! Tu-tubuhku! Ke-kenapa dengan tubuhku!? AAAARRRGGGHHH!!!!!!"
__ADS_1
Pemandangan yang mereka lihat benar-benar mengerikan. Jari-jari Szymon terpelintir dengan sendirinya. Ya, tanpa ada seorang pun yang membuat seperti itu. Setelah sepuluh jarinya, kini pergelangan tangannya.
Suara derak tulangnya terdengar. Jeritannya tak berhenti. Air mata, ingus, dan air liur bertumpahan ke tubuhnya. Tak lama kemudian, bagian tulang lainnya patah atau bengkok. Bahkan Jeanne bergidik ngeri dengan apa yang lihat.
Seluruh tulang di tubuh Szymon berada di tempat yang tidak semestinya. Satu-satunya yang bertahan adalah lehernya. Memastikan agar ia tidak hidup. Tapi bagi mereka yang melihat, kematian adalah jalan terbaik untuk keluar dari penderitaan semacam itu.
Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Jeanne sangat bahagia ketika melihat Szymon berada dalam kondisi seperti itu. Entah kenapa tidak ada rasa simpati untuk Szymon. Sementara Hanna, ia berpikir bahwa sesuatu seperti itu terlalu kejam untuk dilihat.
Setelah tragedi tersebut benar-benar berhenti, tidak ada yang berani memungut tubuh Szymon. Jika penangan yang mereka berikan salah, kepala mereka lah yang akan hilang. Bahkan setelah viscount Konarski sendiri datang untuk melihat kondisi Szymon, dia muntah dan segera pergi dari ruangan tempat jenazah Karina di simpan.
__ADS_1
Keesokan harinya, perjalanan pulang akhirnya dimulai. Kondisi Szymon sedikit membaik meskipun jauh dari kata normal. Jenazah Karina harus diberikan kepada keluarga Lesko secepatnya agar tidak keburu rusak.
Kepulangan mereka akan menjadi awal mula badai yang akan menerpa kerajaan Warsawa dan pada gilirannya, akan menjadi badai yang akan membawa kawasan tengah Akkadia ke era ketidakstabilan.