Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Reuni


__ADS_3

Jean tidak akan menyisakan satupun orang yang dia anggap akan mengganggu langkahnya. Dia telah membuat daftar orang-orang yang harus diberantas.


Satu hari setelah ketiga bangsawan berpengaruh tewas di tangan penduduk kota, Jean memulai perburuannya.


Pasukannya yang berasal dari wilayah De Ruhr, dibantu oleh anggota Serigala Putih, mendatangi satu persatu orang yang berada dalam daftar. Nama-nama itu termasuk bangsawan, saudagar, bahkan keluarga kerajaan yang masih tersisa.


Mereka semua adalah kelompok yang pada dasarnya mendukung Duke Cassilas meskipun tidak menampakannya di depan umum. Jean tidak akan membiarkan tikus seperti mereka menggerogoti pondasi masa depan yang akan dia bangun.


Anggota Serigala Putih dan ksatria milik Jean menyeret paksa para kepala keluarga bangsawan dan pemilik perusahaan dagang lalu membunuh mereka. Kepala mereka dipenggal dan tubuhnya dibuang begitu saja di pinggir jalan. Suasana Saint Georgia City menjadi sangat mencekam.


Sementara untuk keluarga kerajaan, Jean menghabisi mereka dengan tangannya sendiri. Dia mengumpulkan semua anggota keluarga kerajaan yang tersisa, muda dan tua, laki-laki dan wanita, lalu memaksa mereka untuk menenggak racun.


Well, tidak ada satupun keluarga kerajaan yang tersisa. Kecuali pangeran Hans yang kabur, semua anggota keluarga kerajaan telah tewas.


Jean juga merampas banyak aset dan harta milik para bangsawan dan saudagar yang telah dia singkirkan. Dia mendapatkan lebih dari 100.000 koin emas Van, beserta dengan ratusan kuda, barang-barang mewah, dan properti mereka. Jean juga menemukan banyak zirah perang dan banyak senjata di gudang harta kerajaan Dublin.


Adapun, nasib dari keluarga para bangsawan dan saudagar, beserta pelayan dan pegawai mereka adalah kurungan dan kerja paksa.


"Tuan Jean, apakah tidak apa-apa membiarkan ketiga anak mereka kabur? Itu sama saja dengan memberi kesempatan untuk mengumpulkan kembali kekuatan dan melakukan perlawanan kan?"


Di tenda besar yang berada dalam area perkemahan pasukan Jean, Rose melayangkan protesnya pada Jean. Adalah hal yang konyol ketika Jean memutuskan untuk menghabisi semua keluarga kerajaan tetapi malah menyisakan orang yang paling penting, yaitu pangeran Hans.

__ADS_1


Alih-alih menjawab protes dari Rose, Jean hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum tipis. Rose jelas memahami kalau Jean punya niat tersembunyi. Tapi dia memutuskan untuk tidak mengungkit lagi hal itu.


"Maafkan saya karena telah bernada tinggi, tuan."


Jean jelas tidak akan marah. Tetapi Rose tidak mau mengembangkan kebiasaan untuk protes pada Jean. Tuannya memang selalu melakukan hal yang aneh, tapi terlepas dari itu, Jean selalu memiliki alasan yang masuk akal atas semua tindakannya.


Lagipula, Rose bisa hidup sampai sekarang adalah karena belas kasih dari Jean. Dia memang tegas pada Rose namun tidak pernah memperlakukannya dengan kasar. Kalau pada saat itu Jean memutuskan untuk mengeksekusinya, maka riwayat Rose akan tamat pada saat itu juga.


"Santai saja. Ah, ngomong-ngomong, kita belum selesai. Ada satu pekerjaan rumah lagi yang harus kita lakukan."


"Eh, apa itu, tuan Jean?"


"Apalagi kalau bukan membuat kerajaan Bucharest menjadi bagian integral dari kita? Tapi sebelum itu....."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Jean! Aku merindukanmu!!"


Beberapa jam kemudian, seorang gadis dengan rambut berwarna pink nan cantik dan menggemaskan berlari masuk ke tenda milik Jean dan melompat padanya. Dia memeluk Jean dengan erat seolah tidak pernah ingin melepaskannya.


"Aku juga merindukanmu, Charl."

__ADS_1


Jean tidak ragu untuk membalas pelukan Charlotte. Dia memeluknya dengan lebih erat sambil mendaratkan ciuman di bibir Cahrlotte, yang membuat gadis itu menjadi sangat malu.


Setelah beberapa saat mereka berpelukan, Jean memutuskan untuk melepas Charlotte. Meski enggan, Charlotte juga melepas pelukan Jean yang memberikannya rasa aman dan hangat. Tepat pada saat itu, seorang gadis dengan pakaian maid memasuki tendanya.


"Selamat datang kembali, tuan Jean. Saya sangat bahagia mengetahui anda baik-baik saja."


Selena dengan elegan menghampiri Jean lalu menundukan tubuhnya. Jean memperlakukan gadis ini sama seperti Cahrlotte. Dia memeluk Selena, menciumnya, dan mengelus rambutnya. Selena merasa kalau dia sedang berada di surga.


Jean melepas pelukannya. Begitu juga Selena. Setelah itu, Jean memperkenalkan Rose pada kedua wanitanya, dan Rose disambut dengan hangat oleh mereka.


Jean senang karena Rose disambut dengan baik oleh mereka. Dia ingin menikmati momen hangat ini lebih lama lagi. Namun dia tidak punya banyak waktu. Jean harus memulihkan stabilitas kerajaan dan melangkah ke rencana selanjutnya secepat mungkin.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Catatan Author;


Saya sudah menerima beberapa saran mengenai apa yang harus Jean lakukan setelah ini. Mungkin saya akan membawanya untuk bertualang, namun itu masih di chapter-chapter selanjutnya.


Terimakasih telah mendukung author sampai sejauh ini. Jangan lupa berikan komentar dan like agar saya bisa terus termotivasi untuk memberikan serta memperbaiki kualitas novel yang saya buat.


Best regard

__ADS_1


Mawangsyah


__ADS_2