
Jean merasa tubuhnya agak berat. Dia membuka matanya dan melihat Natasha yang sedang asyik tidur di atas tubuhnya. Selena dan Charlotte memeluk tangan kanan dan kirinya. Nafas mereka bertiga sangat lembut.
Jean dengan hati-hati memindahkan Natasha dan bangun. Dia menyelimuti ketiganya setelah mencium kening mereka satu persatu.
Setelah Jean memakai pakaiannya kembali, dia bersiul dan sebuah anak panah melesat ke arahnya dari luar. Jean dengan santai menangkap anak panah itu. Di ujungnya, ada sebuah kertas yang dilipat.
"Para 'tikus' yang ada di dalam rumah dan sekitarnya telah dibersihkan."
Kurang lebih seperti itulah isi dari kertas tersebut. Jean tersenyum tipis. Yah, mau bagaimana pun, 'tikus' tetap ada di mana-mana. Jean telah memerintahkan Serigala Putih yang bertugas mengintai dan menjaga kediamannya untuk menghabisi semua 'tikus' yang berkeliaran.
'Mereka adalah pengintai yang dikirim oleh Lostov dan Baldric secara bersamaan untuk mengawasi gerak-gerik Charlotte dan HuCas. Menarik. Mari kita lihat sehebat apa permainan mereka.'
Membunuh para pengintai itu akan menimbulkan kecurigaan dari dua keluarga itu. Jean memang mengatakan kalau dia membersihkan mereka tapi bukan berarti dia membunuhnya. Sebaliknya, dia akan menggunakan para 'tikus' itu untuk keuntungannya sendiri.
Kesampingkan itu dulu, Jean duduk di kursinya. Dia menyalakan lilin untuk menerangi kamarnya yang gelap. Api kecil yang berasal dari enam lilin menyinari kamar Jean.
__ADS_1
Fase pertama dari operasinya telah sukses. Dia berhasil membuat kerusuhan di Saint Georgia City dan membuka kesempatan pada Charlotte dengan HuCas dan Nina serta Mar dengan Serigala Putih untuk bersinar dan mendapat kepercayaan dari akar rumput.
Sekarang, Jean akan bergerak ke fase selanjutnya.
Dia memutuskan untuk pergi ke markas Serigala Putih. Sudah cukup lama dia tidak ke sana. Mungkin sekitar satu minggu lebih. Memakai pakaian samarannya, Jean pergi menembus kegelapan malam.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Jadi Natasha bermalam di sana? Terus awasi dirinya dan Charlotte. Laporkan semua aktivitas mereka padaku. Kau boleh pergi."
Viscount Lostov terduduk di ruangannya. Dia baru saja menerima laporan dari anak buahnya yang dia tugaskan untuk mengawasi pergerakan Charlotte dan perusahaan HuCas.
Viscount Lostov ingin memanfaatkan itu untuk menikahkan anak perempuannya, Natasha, pada putra Hull, Samuel. Dia juga berniat untuk menikahkan Charlotte dengan Joan.
Dengan status yang dia miliki dan harta yang dia dapatkan, Viscount Lostov berpikir kalau dia akan menjadi Earl yang memiliki kekuasaan sendiri atas wilayah yang akan diberikan padanya.
__ADS_1
Tapi momentum itu terbunuh ketika Hull mewariskan seluruh usahanya pada Charlotte dan mengangkat pelayan Charlotte sekaligus tangan kanan Hull, Jean, untuk menjadi suaminya.
Dia sangat murka begitu rencananya yang telah dia susun sedemikian rupa tiba-tiba hancur karena wasiat yang Hull tinggalkan. Kalau Hull muncul tepat di depan wajahnya, Viscount Lostov ingin sekali meludahi wajahnya.
Tapi Hull telah mati. Meratapi hal itu tidak lagi berguna. Viscount Lostov segera menyiapkan plan lainnya. Dia memutuskan untuk menikahi putrinya dengan putra semata wayang Earl Baldric, Hansen Baldric yang akan menjadi kepala keluarga selanjutnya. Dengan begitu, statusnya di mata bangsawan lain dan keluarga kerajaan akan meningkat.
Di saat yang sama, dia juga mencari kesempatan untuk mengambil alih aset milik HuCas ketika saatnya tiba. Viscount Lostov menganggap kalau Charlotte tidak secakap ayahnya. Sementara Jean, dia bukan siapa-siapa dan tidak memiliki kekuatan apapun. Dalam waktu dekat, Viscount Lostov bisa mengambil kue yang terbentang di hadapannya.
Tapi lagi-lagi, harapannya hancur. Dia terlalu meremehkan Charlotte. Gadis itu tidak bodoh seperti yang selama ini dia pikirkan. Sebaliknya, gadis itu cerdas dan gigih.
Dia bisa membaca peluang yang tidak bisa dibaca oleh orang lain dan mengambilnya. Di tangan Charlotte, perusahaan dagang HuCas menguasai setengah dari keseluruhan aktivitas ekonomi di Saint Georgia City. Gadis itu bahkan berniat untuk melebarkan sayapnya.
Pamornya makin naik ketika dia dengan dermawan menggelontorkan uangnya sendiri untuk membantu para korban. Hal yang bahkan tidak bisa dilakukan oleh para bangsawan dan saudagar lain.
Pada akhirnya, mengawasi mereka adalah satu-satunya hal yang bisa dia lakukan. Dia masih berharap untuk menggenggam HuCas di bawah kendalinya.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus bersikap lebih keras pada mereka."
Viscount Lostov menggumam. Dia tidak memahami bahwa ambisi yang bercokol dalam dirinya adalah pengantar baginya menuju jurang kehancuran.