
Jean membuka matanya. Awalnya semua terlihat sayup-sayup. Tapi semuanya menjadi jelas beberapa detik kemudian. Dia sedang berada di atas ranjangnya. Dia menoleh ke arah kanan dan kirinya. Selena sedang tertidur, tentu saja sambil duduk. Ada juga Charlotte.
Jean melihat ke arah luar. Langit masih gelap tetapi semburat keemasan telah terlihat di langit. Pagi hampir tiba.
Dia tidak bisa mengingat kenapa dia pingsan. Namun Jean mencoba mereka ulang secara perlahan. Di tengah usahanya, rasa sakit mendera kepalanya. Dia mulai mengingat semuanya. Bagaimana dia terlempar ke alam yang entah berantah, melawan berbagai makhluk yang mengerikan dan kuat, meningkatkan kekuatannya dengan kultivasi melalui 'keinginan', dan hingga akhirnya melawan seekor Naga raksasa lalu kembali ke dunianya.
Karena kejadian itu, Jean merasakan kekuatan yang besar mengalir di tubuhnya. Bahkan saking besarnya, dia merasa bahwa rumah ini bergetar. Pada akhirnya, Jean menekan kembali kekuatannnya.
Dia masih kelelahan. Apakah rencana yang dia susun menjadi kacau? Jean tidak tahu perbedaan pasti antara alam lain yang dia masuki dengan yang sekarang dia tempati. Karena itu dia harus memastikan sudah berapa lama waktu berlalu di dunia ini.
"Mnghh...Jean...Je-jean! Ka-kamu sudah bangun! Syukurlah kamu baik-baik saja! A-aku sangat khawatir...hiks...hiks."
Cahrlotte terbangun dan langsung memeluk Jean dengan erat. Ah, hangatnya. Jean bisa Melihat aura yang melambangkan 'keinginan'di tubuh Charlotte.
Tapi yang ini berbeda. Keinginan untuk dicintai dan mencintai. Keinginan untuk melindungi dan dilindungi. Keinginan untuk memberikan semua yang dia miliki pada orang yang ia cintai.
Aura itu berwarna keemasan. Jean memanfaatkan momen ini untuk menyerap aura itu dan mengubahnya menjadi energi murni. Sangat hangat dan menyenangkan. Jean sangat menyukai hal ini. Jean sangat menyukai Cahrlotte.
Karena itu, dia juga memeluk Charlotte dengan sangat erat. Mulutnya masih agak sulit untuk terbuka, tetapi dengan lembut, Jean bisa membisikan sesuatu di telinga Charlotte.
"Terimakasih banyak, Charl. Aku mencintaimu."
__ADS_1
Dan bibir Jean mendarat di bibir Charlotte. Ah, 'Adiknya' memberontak. Dia ingin sekali menindih Charlotte hari ini. Wajah Cahrlotte juga memerah. Nafasnya menjadi berat. Dia melihat wajah Jean dengan mata-mata berkaca-kaca. Penuh nafsu.
Sial! Jean memaki dirinya sendiri dalam hati. Kenapa tenaganya belum kembali pulih sepenuhnya di saat seperti ini!?
"Charl, tenagaku masih belum pulih sepenuhnya. Ngomong-ngomong, sudah berapa lama aku pingsan?"
Charlotte mengelap air matanya. Gadis itu menyenderkan kepalnya ke dada Jean sebelum menjawab pertanyaannya.
"Kamu sudah pingsan selama tiga hari. Aku, Selena, dan Natasha sangat mengkhawatirkan dirimu. Kami berjaga setiap malam. Untungnya hari ini kamu sudah bangun."
Charlotte memeluk Jean lagi. Kali ini lebih erat. Jean memutuskan untuk mengelus rambut Charlotte yang sangat lembut. Itu membuat dirinya menjadi tenang.
[World Wide]
Ini adalah kemampuan baru Jean. Mirip seperti penglihatan jarak jauh tapi dalam versi yang lebih maju. Dia bisa menggunakan teknik ini selama yang dia inginkan dengan jarak pandang yang lebih jauh dan lebih detail.
Dia bahkan bisa melihat kondisi kerajaan Dublin dan kerajaan lain yang ada di sekitarnya. Jean tidak menyesal ketika dia meluangkan waktunya di alam lain untuk mengembangkan kemampuannya yang ini.
Tapi, walaupun Jean bisa melihat semuanya, dia tetap tidak bisa menggunakan kemampuan ini terus menerus atau otaknya akan terbebani. Tapi sejauh ini, dia bisa menggunakannya selama tiga hari berturut-turut jadi itu baik-baik saja.
Jean melihat kondisi di markas utama serigala putih. Syukurlah tidak terjadi hal buruk. Dia melihat Mar dan beberapa anak lainnya sedang melatih orang-orang dewasa bertarung. Pemandangannya agak aneh dan terbalik tapi tidak ada masalah dengan itu.
__ADS_1
Jean menonaktifkan kemampuannya dan menoleh ke arah Charlotte. Heh, dia tertidur lagi. Pasti sejak kemarin tidurnya tidak nyenyak karena memikirkan dirinya ya? Tenang saja Charlotte, Selena. Mulai hari ini, kalian tidak perlu lagi tidur dalam keresahan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mar sangat khawatir karena tidak mendapatkan kabar dan arahan apapun dari Jean selama empat hari. Dia telah mengirimkan seseorang untuk mencari tahu keberadaan Jean. Namun berita yang dia dapatkan benar-benar membuat dirinya terpukul.
Orang yang menjadi tuannya, penyelamat hidupnya, dan harapannya, ternyata berada dalam kondisi yang buruk. Dia hilang lalu ditemukan dalam keadaan terluka parah hingga tidak sadarkan diri selama tiga hari.
Mar merasakan sakit yang belum pernah dia rasakan. Dia ingin menangis. Tetapi sesuai dengan perintah dari tuannya, dia adalah pemimpin baru Serigala Putih. Sudah menjadi tugas seorang pemimpin untuk terlihat kuat dihadapan para bawahannya.
Dan malam ini, dia masih melakukan hal yang sama. Dia menahan keinginannya untuk menangis dan tetap bersikap biasa saja.
Namun usahanya gagal. Secara tiba-tiba, dia merasakan kehadiran seseorang di jendela ruangannya. Kehadiran yang terasa sangat akrab, sangat bersahabat. Dan itu adalah tuannya, Jean.
Mar tidak bisa lagi menahan keinginannya. Dia berlari ke arah Jean dan langsung memeluknya. Dia menangis sekeras-kerasnya. Dan tuannya juga tidak mengatakan apapun. Dia hanya tersenyum sembari mengelus rambut Mar.
"Selamat datang kembali, tuan Jean. Saya senang melihat anda sudah kembali pulih."
"Yah, terimakasih Mar. Maaf membuatmu khawatir. Baiklah, aku akan menjelaskan kondisiku kepadamu nanti. Sekarang, ayo kita kembali ke pekerjaan kita yang sesungguhnya!"
Jean tersenyum. Ah, inilah senyum yang ingin Mar lihat dari tuannya. Senyum tanpa rasa takut, senyum tanpa belas kasih, dan senyum tanpa penyesalan.
__ADS_1