Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Rencana Makar (2)


__ADS_3

"Tuan Jean, ada surat untuk anda."


Jean menerima sepucuk surat dari Priscillia. Begitu, dia membaca isinya, Jean tersenyum tipis. Seolah-olah, dia telah mengetahui isi dari surat yang ada di tangannya bahkan sebelum amplop yang menutupinya terbuka.


Meskipun tidak ada nama yang tercantum, Jean tahu kalau ini adalah surat dari Natasha.


Suratnya cukup panjang dan mengandung detail-detail penting, tetapi intinya sederhana. Tiga bangsawan penting, termasuk ayahnya, berniat untuk melengserkan sang raja.


Dalam surat ini, Natasha bahkan mencatat percakapan Duke Cassilas, Earl Baldric, dan Viscount Lostov secara menyeluruh. Dia juga menulis perkembangan dari rencana mereka dari waktu ke waktu.


Dalam hal ini, Natasha sangat bisa diandalkan. Dari luar, dia mungkin terlihat seperti gadis polos dan naif. Hanya Jean yang menyadari potensi luar biasa milik Natasha dan memanfaatkannya dengan baik.


'Natasha sangat luar biasa. Dia bahkan bisa menganalisis strategi yang akan mereka gunakan.'


Jean membaca ulang semua isinya dan mengangguk. Dia lalu menulis beberapa surat dan memberikannya pada Priscillia.


"Serahkan surat balasan ini pada kurir. Bilang padanya kalau surat ini harus sampai kepada penerima yang sama dalam waktu dua hari. Sebagai gantinya, biarkan dia mengisi kembali perbekalan sepuasnya."


Priscillia mengangguk dan pergi dari ruang belajar Jean.


"Mereka bergerak lebih cepat daripada yang aku perkirakan. Bukannya aku keberatan. Sebaliknya, ini semua makin mudah untukku."


Jean menggumamkan hal itu sembari menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi.


"Aku juga harus siap-siap, ya."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selama satu bulan penuh, Natasha telah melakukan koresponden dengan Jean. Natasha membiarkan dirinya berperan sebagai mata untuk Jean di Saint Georgia City.


Natasha terus memonitor aktivitas para bangsawan. Terutama segitiga yang mengelilingi ayahnya, Duke Cassilas, dan Earl Baldric. Sesekali, dia menyelipkan kabar pada Jean kalau dia baik-baik saja. Sangat menyenangkan ketika kabar itu dibalas dengan kasih sayang yang Jean tuangkan lewat surat balasannya.

__ADS_1


"Nona Natasha, tuan viscount memanggil anda untuk menghadap padanya sekarang."


Pagi itu, di dalam kamarnya, ketika Natasha sedang asyik membaca puisi yang Jean buat khusus untuknya, seorang pelayan dengan sopan memanggil dirinya dari luar kamar.


Dengan terampil, Natasha menyembunyikan semua surat dan dokumen yang bercecer di mejanya ke dalam kompartemen tersembunyi dan pergi keluar.


Berjalan Melawati koridor rumahnya yang besar, Natasha akhirnya sampai ke ruang belajar milik ayahnya. Dengan lembut, dia mengetuk pintu lalu masuk begitu ayahnya telah mengizinkan.


"Duduk di depanku, Natasha. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu."


Natasha denga patuh duduk. Tatapannya yang lembab diarahkan pada ayahnya sendiri. Melihat tatapan putrinya, Viscount Lostov menggeleng sambil menghela nafas. Natasha tahu, ayahnya mungkin akan menugaskan sesuatu yang beresiko untuknya.


"Natasha, ayah ingin kamu pergi ke wilayah De Ruhr dan mengawasi gerak-gerik Jean. Anak itu seringkali melakukan sesuatu yang tidak masuk akal.


"Kau tidak perlu mencegah semua tindakannya. Biarkan dia melakukan apapun yang dia mau tapi Pastikan kau melaporkan semuanya kepadaku. Mengerti?"


Natasha dengan tenang mengangguk. Ekspresinya datar saja. Tidak tersenyum ataupun menampakan kesedihan.


Namun, jauh berbeda dengan apa yang dipikirkan ayahnya, Natasha sangat bahagia. Akhirnya dia bisa bertemu dengan Jean tersayangnya! Sudah lebih dari enam bulan dia tidak bertemu dengannya! Natasha sangat merindukan Jean!


Tapi dengan elegan, Natasha menyembunyikan rasa bahagianya. Selayaknya gadis bangsawan yang patuh, Natasha menaati keputusan ayahnya tanpa melayangkan protes apapun.


Begitu urusannya selesai, Natasha pergi dari ruang ayahnya. Malam ini, dia harus melakukan pertemuan rahasia dengan Charlotte.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara Natasha bergerak, Charlotte juga memainkan perannya sendiri.


Dia dan Selena mengawasi porter (pengangkut) yang sedang mengangkat tong-tong besar berisi wine yang diproduksi dari kilang anggur milik Jean untuk dijual ke kerajaan Bucharest.


Semua tong besar ini dimasukan ke dalam tiga gerobak besar yang ditarik oleh masing-masing tiga kuda. Wajar, permintaan untuk wine dari kerajaan Bucharest sangat besar mengingat kualitasnya yang sangat baik.

__ADS_1


Gerobak-gerobak ini akan transit terlebih dahulu di wilayah De Ruhr untuk perbaikan dan pengisian ulang perbekalan lalu melanjutkannya perjalanan menuju kerajaan Bucharest.


Atau, setidaknya seperti itulah yang terlihat.


Adalah fakta bahwa HuCas akan membawa pasokan unggur menuju kerajaan Bucharest, namun, dari banyak tong-tong besar itu, Charlotte menyelundupkan banyak material mentah untuk dikirim pada Jean.


Katakanlah jika dalam satu gerobak ada 20 tong, maka lima diantara mereka berisi material mentah yang akan diolah di wilayah De Ruhr. Ada empat gerobak yang akan menuju ke sana. Itu berarti Charlotte menyelundupkan setidaknya 20 tong besar.


Sebenarnya dia telah melakukan ini sejak enam bulan yang lalu, namun dalam satu bulan terakhir, kuantitas volumenya meningkat pesat. Jean berniat menggenjot produksi senjata dan perlengkapan perang lainnya.


Ini semua terjadi setelah Jean memberikan informasi pada Charlotte bahwa Duke Cassilas telah melakukan kontrak rahasia dengan Bryant dari perusahaan CAMILA untuk menstok material mentah seperti besi dan tembaga dalam jumlah besar.


Sejujurnya, Charlotte kagum dengan kekasihnya. Charlotte sendiri telah meletakan banyak mata-mata di berbagai lini, namun Jean mendapatkan informasi yang penting lebih dulu dibandingkan dengannya.


Entah kenapa Charlotte merinding dengan Jean.


"Nona, semua barang telah selesai diangkut. Mereka semua siap untuk diberangkatkan."


Selena yang berperan sebagai tangan kanan Charlotte mengabarkan kalau semuanya sudah siap. Charlotte mengangguk dan memerintahkan karavan untuk segera berangkat.


"Ah, benar juga nona, nona Natasha telah mengirimkan surat pada saya. Dia meminta untuk melakukan pertemuan dengan anda."


"Eh, pertemuan? Kapan?"


"Malam ini, nona."


"Baiklah, tolong persiapkan semua kebutuhannya, Selena. Terimakasih karena telah membantuk!"


Dengan riang, Charlotte memberikan pelukan pada Selena. Gadis itu memerah karena malu. Tapi dia senang!


Kedua gadis itu lalu mengikuti karavan dagang denga Pandangan mereka hingga rombongan tersebut hilang di telan jarak.

__ADS_1


__ADS_2