
Kembali ke waktu semula.....
"Jean, aku pikir kita makan di restoran yang cukup mahal. Apa kamu... Punya uang untuk membayarnya?"
Di tengah menikmati hidangan, Jeanne berbisik pada adik laki-lakinya. Dilihat dari peralatan makan dan kualitas dari bahan baku makanan ini, bisa dipastikan bahwa ini semua memiliki kualitas yang sangat bagus. Bahkan, ada beberapa sayuran yang dapat mempercepat proses kultivasi.
"Jangan khawatir. Semua makanan ini sudah dibayarkan saat aku membuat reservasi. Tentu saja, kalau kakak Jeanne mau, aku bisa membawa kalian ke sini setiap hari."
Mendengar penjelasan yang Jean sampaikan dengan santai, Jeanne tertawa kecil. Kekhawatirannya sudah menguap. Kini ia bisa menikmati hidangannya dengan tenang.
Jeanne khawatir karena adiknya tidak cukup terbuka mengenai pekerjaannya. Dia hanya mengatakan kalau dirinya adalah pedagang. Namun mengingat Jean pernah membawa dirinya dan Svetlana ke sebuah bangunan yang sangat mewah dan aneh, Jeanne tidak kaget.
"Elyse, ada sisa kue anggur di mulutmu. Jangan berbicara sambil mengunyah oke."
__ADS_1
Jeanne mengambil kain bersih dan mengusap sekitar mulut Elyse. Gadis tersebut tersenyum manis dan menggemaskan sementara Jeanne tertawa kecil.
Pada saat itulah, Jeanne dan Svetlana merasakan sensasi yang aneh. Keduanya saling bertatapan dan mengerutkan alis. Ada sesuatu yang akan datang. Perasaan aneh ini membuat mereka merasa tidak enak.
"Jean dan yang lainnya, bagaimana kalau kita pergi dari sini sekarang?"
Jean dan si kembar mengangguk. Makanan mereka sudah habis, tidak ada alasan untuk berlama-lama di sini. Setelah mereka menghabiskan sisa-sisa terakhir, keempatnya beranjak keluar restoran.
Di luar, langit sangat mendung. Angin dingin menusuk kulit penduduk kota. Padahal belum masuk musim dingin, tetapi udara terasa sangat dingin.
Svetlana bergumam dalam hati. Dia sudah mempersiapkan dirinya untuk kemungkinan terburuk. Begitu juga dengan Jeanne. Sementara untuk Jean, dia tetap memastikan bahwa Elyse dan Elsie tetap berada di dekatnya. Sama seperti keduanya, Jean tampak menyadari keanehan ini.
Jeanne mengadahkan wajahnya ke langit dan ekspresi mukanya berubah menjadi campuran antara takut dan terkejut. Sebuah lingkaran sihir berwarna merah darah mengambang di atas langit. Memenuhi seluruh ibukota. Tidak, lebih dari itu.
__ADS_1
Penduduk kota yang menyadari hal ini menjadi sangat panik. Para bangsawan, saudagar, [powerhouse], keluarga kerajaan, dan seluruh entitas kuat yang ada di Krakov juga panik. Mereka bertanya-tanya siapa yang bisa membuat lingkaran sihir sebesar dan seluas ini.
Beberapa saat kemudian, rintik deras keluar dari lingkaran tersebut. Layaknya hujan, mereka turun dengan amat deras. Tidak terhitung jumlahnya. Masalah dimulai dari sini.
Siapapun yang terkena cairan tersebut, mereka akan mati. Kecuali jika seseorang memiliki tingkat kultivasi di atas tahap 8 [Earth Realm]. Sayangnya, kemewahan seperti itu tidak dimiliki oleh mayoritas penduduk kota. Bahkan, jika seorang kultivator tingkat atas terkena cairan ini, dampak buruk yang akan diterima diri mereka juga sangat besar.
Hujan cairan aneh tidak pandang bulu. Sialnya, mereka yang berusaha berteduh di bawah atap tetap terkena cairan ini, seolah mengejar orang-orang.
Svetlana sudah mempersiapkan barrier untuk melindungi Jeanne dan yang lainnya. Dia juga menyebarkan mananya ke seluruh kota untuk mencari sosok di balik pembuat lingkaran sihir ini.
Mana yang dihasilkan dari [Sky energy] memiliki tingkatan yang lebih tinggi daripada mana yang dihasilkan dari [Earth energy]. Ditambah dengan kemampuan manipulasi mana milik Svetlana juga berada di atas rata-rata, hal ini mengizinkannya untuk mengendalikan mana yang dia sebar dalam area yang luas.
"Jean, aku menemukan orang yang berada di balik ini semua. Tetaplah diam di sini dan jaga keduanya. Jeanne, kamu juga. Mama akan segera kembali."
__ADS_1
Barrier yang telah disiapkan Svetlana bisa tetap aktif meski dia tidak ada di dalamnya. Karena itu, keempatnya akan tetap aman jika mereka berada di dalam barrier tersebut.
Svetlana segera melesat. Bahkan ketika Jean dan Jeanne belum sempat memberikan tanggapan mereka.