Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Peran Goln


__ADS_3

Situasinya lebih buruk daripada yang Duke Brandon Eisen duga. Pemberontakan tidak hanya terjadi di Nebelhorn City saja. Lawannya sudah menduduki kota lain dan beberapa pertambangan penting yang menjadi sumber penghidupannya.


Dia tidak bisa mengirimkan ksatrianya ke sana mengingat Brandon Eisen tidak memiliki banyak kekuatan. Kalaupun ada, ia lebih memilih untuk memfokuskan sumber dayanya di Nebelhorn City.


Berbagai kabar terus berdatangan padanya. Tiga hari setelah pemberontakan meletus, para rebel yang telah menguasai kota kecil telah bergerak menuju Nebelhorn City sebagai bala bantuan untuk mendukung pemberontak yang berjuang di dalam kota.


Sebagai respon atas pergerakan tersebut, Duke Eisen mengerahkan kelompok tentara bayaran yang telah dia sewa dengan harga mahal.


Pemberontak yang mengarah ke Nebelhorn berjumlah 2000 sementara para tentara bayaran berjumlah 600. Meskipun kalah jumlah, para tentara bayaran memiliki keunggulan berupa kualitas jika dibandingkan dengan pemberontak yang tidak terlatih dan tidak memiliki pengalaman.


Sebenarnya, tidak ada jaminan kalau tentara bayaran akan menang. Bisa jadi, mereka justru akan menjadi lawannya jika Duke Eisen tidak berhati-hati. Tapi ini tidak seperti dia memiliki pilihan lain. Lagipula, Goln telah memberikan nasihat untuknya.


"Kita boleh saja bertaruh tetapi kita tidak memiliki keluangan untuk melakukannya. Lebih baik kirimkan sekelompok tentara bayaran itu dan menempatkan Ksatria terbaik anda untuk mengamankan kota daripada melakukan hal sebaliknya."

__ADS_1


Duke Eisen menjadikan nasihat Goln sebagai kompas. Dia menerima semua saran, bahkan melakukannya. Dan memang terdengar masuk akal. Hasilnya, perlawanan di Nebelhorn City berhasil diredam dan semua pemberontak yang tersisa di eksekusi. Ini adalah kabar gembira baginya. Dia hanya berharap kalau tentara bayaran yang ia kirim tidak mengacaukan segalanya.


"Tuan Goln, apa yang harus saya lakukan agar api pemberontakan benar-benar padam?"


Goln yang sedang duduk di hadapan Duke Eisen meminum teh hangatnya. Dia memandangi wajah Duke Eisen yang penuh harap, lalu mengatakan sesuatu dengan serius.


"Kendalikan mereka dengan rasa takut. Berikan semua penduduk anda teror yang bertubi-tubi. Dengan begitu, tidak ada satupun yang akan berani melawan anda."


Duke Eisen pada dasarnya memahami hal ini. Mau bagaimana pun, hal itulah yang selama ini ia lakukan. Tetapi, bagaimana cara yang benar-benar pasti? Itulah yang saat ini menjadi pernyataannya.


"Awasi semuanya. Kirim Ksatria anda ke berbagai tempat. Pastikan tidak ada yang membicarakan hal buruk tentang anda. Kalaupun ada, jangan pernah ragu untuk menghukum mereka dengan seberat-beratnya hukuman."


Goln terdengar sangat tajam saat mengatakan itu. Mau bagaimana pun, dia merasa harus mendapatkan hati Duke Eisen untuk menuntaskan misinya. Duke Eisen juga dengan senang hati menerima saran darinya.

__ADS_1


Keduanya melanjutkan obrolan. Sampai beberapa saat kemudian, seorang anak buah Duke Eisen berlari ke arah mereka sambil berteriak. Ini jelas tidak sopan. Duke Brandon Eisen yang memiliki temperamen pendek hampir saja menyerang orang ini. Namun, hal darurat telah terjadi.


"Maaf atas ketidak sopanan saya, yang mulia! Kabar telah sampai dari seorang tentara bayaran kalau mereka berhasil dikalahkan oleh para pemberontak! Sekarang mereka sedang berjalan ke sini dan akan sampai di Nebelhorn esok hari!"


Duke Brandon Eisen langsung murka begitu mendengar kabar tersebut.


"Tenang yang mulia. Pertama, anda harus membunuh tentara bayaran tersebut agar ia tidak berkeliaran dan menyebarkan berita ini. Ah, anda tidak perlu membungkam anak buah anda. Itu tidak ada gunanya. Kedua, seberapa banyak pasukan anda yang tersisa di kota?"


Duke Eisen menjabarkan kekuatan yang ia miliki. Goln mengangguk dan memberikan sarannya.


"Kalau begitu, kirim 100 ksatria terbaik anda untuk menahan gerak laju para pemberontak. Sementara mereka sedang menahan, segera mobilisasi penduduk untuk berperang dengan para pemberontak."


Goln memberikan saran agar Ksatria Duke Eisen menggunakan taktik hit and run. Setelah melawan kelompok mercenary, jumlah pemberontak pasti sudah direduksi. Tidak mungkin mereka berada dalam keadaan terbaiknya sekarang.

__ADS_1


Dengan ekspresi sumringah, Duke Eisen menelan arahan Goln. Dia segera memerintahkan 100 Ksatria terbaiknya untuk menyergap pasukan lawan. Setelah ini, dia akan memobilisasi penduduk untuk menghalau pemberontak.


Peran Goln sangat vital di momen seperti ini.


__ADS_2