Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Cult Of Savior (2)


__ADS_3

[Cult Of Savior] atau kultus keselamatan adalah salah satu kelompok yang di cap berbahaya oleh gereja Arian dan penganut agama lainnya. Keberadaan mereka sangat dilarang. Bahkan jika ada orang yang ketahuan memiliki ikatan dengan kelompok tersebut, kematiannya sudah bisa dijamin.


Bisa dibilang, mereka adalah kelompok atheis radikal. Mereka tidak bertuhan bukan karena tidak mempercayai keberadaannya. Sebaliknya, mereka sangat meyakini keberadaan tuhan dan entitas supranatural lainnya.


Tetapi, mereka meyakini bahwa entitas dewa dan dewi adalah dalang dibalik kehancuran peradaban manusia. Mereka menganggap bahwa tuhan adalah sebab dari segala penderitaan umat manusia karena menjadikan manusia sebagai bidak mereka untuk merebut supremasi atas dunia.


Karena itulah mereka mengincar dan membunuh banyak tokoh-tokoh agama dan intelektual yang mereka anggap sebagai kaki dan tangan dewa-dewi.


Mereka juga sama sekali tidak ragu untuk menyasar rakyat jelata. Terutama orang-orang yang dianggap 'saleh' atau melakukan 'pengabdian pada tuhan'.


Bishop Tolek Of Krakov telah mendeklarasikan perang terhadap kelompok radikal ini. Lima tahun yang lalu, para ordo Ksatria katedral bersama dengan ordo Ksatria kerajaan melakukan penangkapan dan eksekusi massal orang-orang yang dianggap sebagai anggota dari kelompok tersebut.


Tercatat, lebih dari 2000 orang tewas di tangan otoritas gereja. Mereka bahkan melakukan penjagaan yang sangat ketat dan meluaskan jaringan informasi mereka untuk menangkal pengaruh kelompok ini.


Namun entah bagaimana, kelompok bidat itu tidak hancur. Mereka tetap bertahan. Jumlah mereka semakin meningkat setiap saat. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh mata-mata gereja.

__ADS_1


Tidak peduli sebanyak apapun usaha mereka untuk memberantas kultus keselamatan, kelompok yang mereka cap sebagai musuh Dewi itu tidak hancur.


"Akhir-akhir ini, mereka semakin agresif. Jumlah orang yang mereka culik, atau bahkan mereka bunuh semakin banyak. Dan mereka juga tidak pandang bulu sama sekali."


Jean bisa memahami kekhawatiran Ibunya, Tetapi itu sesuatu yang tidak diperlukan. [Cult Of Savior] sama sekali bukan ancamannya. Bahkan, bisa dikatakan bahwa kelompok itu hanyalah bidak.


"Jangan khawatir. Bunda tahu sendiri kalau aku kuat kan? Tidak peduli seberapa ekstrem kelompok itu, mereka tidak akan bisa menyentuh seseorang yang seharusnya tidak mereka sentuh."


Svetlana tidak begitu mengerti apa yang Jean katakan. Tetapi rasa khawatirnya hilang. Dia sempat lupa kalau Jean bisa jadi lebih kuat dari dirinya. Sebagai seorang ibu, Svetlana merasa bangga dan di saat yang sama memiliki perasaan yang rumit.


Jean tersenyum dan mengangguk. Dengan inisiatif, Jean pindah ke sebelah ibunya dan berbaring menggunakan paha Svetlana untuk ia jadikan bantal.


Svetlana sama sekali tidak menduga kalau Jean akan melakukan hal ini. Tidak biasanya Jean akan bertindak seperti ini. Tapi melihat Jean yang manja benar-benar pandangan yang menyegarkan untuk Svetlana.


"Fufufu.... Dasar anak bunda yang manja. Hei Jean, sudah lama sejak kamu tidak menempel lagi pada bunda. Aku ingat sekali ketika kamu berusia tiga tahun, Jean kecil selalu memeluk ibunya ketika dia ketakutan.

__ADS_1


"Jujur saja, melihat kamu yang sudah besar, bunda sangat bangga dan bahagia. Tapi di saat yang sama, aku merasa kesepian."


Mungkin terbawa oleh nada melow, Svetlana merasakan dadanya seperti ditimpa oleh sesuatu. Jean tidak ragu untuk menenggelamkan wajahnya di dada Svetlana.


Insting keibuannya bergerak. Svetlana dengan erat juga memeluk Jean. Dia merasa geli ketika Jean menggoyangkan kepalanya dan menggesek dada Svetlana.


"Hahaha! Hei Jean, itu geli! Fufufu...."


Mungkin Svetlana tidak mengetahuinya, tetapi di telinga Jean, suara Svetlana benar-benar menggoda. Itu membuatnya sulit untuk menahan diri. Bahkan 'pedang suci' miliknya sudah mengeras sekarang.


Jean dan Svetlana tertawa sampai mereka (lebih tepatnya Svetlana) kelelahan. Pandangan mereka saling bertemu saat keduanya menatap satu sama lain.


Svetlana menatap Jean lamat-lamat. Begitu juga dengan putranya. Dia tidak menyangka kalau Jean setampan ini. Dia gagah, bisa diandalkan, dan cerdas.


Svetlana menjadi impulsif. Dia mencontohkan tubuhnya ke wajah Jean. Menyadarkan buah dadanya yang besar ke dada Jean.

__ADS_1


Di saat itulah, bibir Svetlana bertemu dengan bibir Jean. Mereka berdua berciuman.


__ADS_2