Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Berpindah Kubu


__ADS_3

Count Lesko terdiam di dalam kereta kudanya. Orang yang tadi datang secara tiba-tiba sudah pergi. Tubuhnya juga sudah bisa digerakan seperti biasa.


Ada rasa takut ketika ia berbicara dengan orang yang dipanggil 'Tetua' tersebut. Namun bukan itu yang membuatnya terdiam, melainkan tawaran untuk berkerjasama dengan Duke Cetner.


Seperti yang dikatakan sebelumnya, posisinya di pihak Duke Ankwicz tidak akan sama sebelumnya. Setelah semua, dia kehilangan putrinya yang menjadi chip untuk menaikan posisinya di mata Duke Ankwicz.


Namun begitu, Duke Cetner menawarkan hadiah yang lebih menggiurkan kalau dirinya mau bekerja di bawah Duke Cetner. Kali ini pun, ia bisa menggunakan putrinya, Kalina, untuk menjadi chip dan memberikannya pada penerus keluarga Cetner, Benjamin Cetner.


Sejujurnya, itu adalah hal yang menggiurkan. Namun begitu, count Lesko perlu waktu untuk mempertimbangkan tawaran tersebut. Faktanya, tidak mudah baginya untuk berbalik pihak begitu saja.


Terutama untuk putranya yang akan menjadi penerus dirinya di masa depan. Franzsk Lesko. Bahkan sedari kecil, dia telah mendeklarasikannya dirinya sebagai Vassal Duke Ankwicz.


Itu menjadikanmu salah satu sebagai Vassal paling setia dan dapat diandalkan oleh keluarga Ankwicz. Berbalik arah berarti harus berhadapan dengan pedang putranya. Dan itu adalah sesuatu yang ia hindari sekeras mungkin.


"Pada akhirnya, aku hanya harus menyimpan hal ini dalam-dalam ya. Hah, merepotkan sekali."


Berpihak pada Duke Cetner, dalam banyak hal, lebih menguntungkan bagi Count Lesko. Tetua telah membeberkan banyak hal padanya, termasuk ambisi Duke Cetner untuk menggeser keluarga Mietzsko dan mengangkat diri mereka sebagai keluarga monarki yang baru.


Jika ia berpihak padanya, bukan tidak mungkin untuk count Lesko mendapat gelar Duke. Apalagi ketika dia menikahkan Kalina dengan Benjamin Cetner. Ini lebih menjanjikan.

__ADS_1


Karenanya, setelah sampai di kediamannya, count Lesko segera menuliskan surat yang isinya menerima tawaran untuk berada di sisi Duke Cetner. Surat itu dikirimkan melalui kurir rahasia agar tidak dapat dilacak oleh siapapun.


Sementara keluarga Mietzsko dan fraksinya mengalami penurunan jumlah sekutu seiring berjalannya waktu, Duke Cetner dan fraksinya mendapatkan banyak sekutu untuk meraih ambisinya.


***


Seorang pemuda sedang duduk di atas kursi kayunya. Dia bersandar dengan santai sambil menaikan kakinya ke atas meja yang ada di depannya. Tangannya ia sandarkan ke kepalanya. Pose yang tepat untuk seorang pemuda yang sedang bersantai.


Mulutnya mengeluarkan senandung yang merdu. Matanya terpejam. Namun ia sama sekaligus tidak tidur. Untuk beberapa alasan, pemuda tersebut tersenyum.


"Jadi begitu. Itukah keputusan yang kau ambil? Ya, apapun itu, lakukan saja sesukamu."


Dan entah apa alasannya, pemuda itu berbicara sendiri. Dia mungkin orang gila?


Pemuda yang bernama Jean itu tidak menoleh ke arah belakang meskipun seseorang menyebut namanya. Meski begitu, dia tetap menyapa orang tersebar dengan ramah.


"Halo, selamat datang kembali, nona pelayan. Kau sudah melakukan pekerjaanmu dengan baik. Istirahatlah."


Wanita berpakaian pelayan tersebut terlihat cukup terperanjat. Mungkin ia tidak menyangka kalau tuannya tidak bereaksi seperti yang ia harapkan.

__ADS_1


"Apakah anda tidak membutuhkan laporan dari saya, tuan?"


"Tidak perlu. Seperti yang aku bilang, kau sudah mengerjakan semua tugasmu dengan baik. Yang harus kau lakukan sekarang hanyalah istirahat, oke?"


Wanita pelayan tersebut diam sejenak. Sebelum ia kembali, ada sesuatu yang ingin ia tanyakan pada Jean.


"Tuan.... Apakah anda tetap berjanji untuk menjaga keluarga saya?"


Jean yang sedang terpejam membuka matanya. Tidak ada tatapan bercanda kali ini. Nampaknya ia cukup serius.


"Kurasa bukan itu perjanjian yang kita buat. Aku tidak menjanjikan untuk menjaga seluruh keluargamu. Aku hanya akan menjaga 'berlian' paling berharga milikmu. Bukankah kau sendiri yang mengajukan itu?"


Meskipun ia mengenakan topeng, Jean tahu gadis itu sedang mengigit bibir bawahnya dengan keras. Dia hanya menggeleng. Nadanya kembali riang seperti semula.


"Hmmm.... Tapi tergantung dengan performamu, aku mungkin bisa mempertimbangkan keputusan untuk membiarkan mereka selamat. Bagaimana?"


Di balik topengnya, wanita tersebut tersenyum. Ada perasaan lega di dalam hatinya. Dengan rasa terimakasih, ia meninggalkan posisinya dan berteleportasi menggunakan lingkaran sihir yang munculnya dari bawah kakinya.


"Istirahatlah. Besok semuanya akan menjadi lebih berat."

__ADS_1


Jean kembali duduk dan memejamkan matanya. Duke Cetner sudah bergerak untuk memperkuat barisannya. Duke Ankwicz sudah mencium gelagat yang aneh dari rivalnya.


Dan ada dua kubu lagi yang akan menyusulnya masuk untuk mengikuti permainan. Gereja Aria dan Sekte keselamatan.


__ADS_2